ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Rabu, 04 September 2013

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)


******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 14 -Part 1-


Sinopsis Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 14 ^^ Part 1 ^^


Episode 14 dimulai dengan flashback episode 13 lalu, dimana Naoki memutuskan meneruskan perusahaan ayahnya, ia yang akan mengelola perusahaan ayahnya. Kotoko sendiri akan berusaha membantu Naoki sebisa mungkin. Selama ayah dan ibu di rumah sakit, Kotoko berusaha keras mengurusi pekerjaan rumah tangga.
Ia juga berusaha menghibur Naoki yang harus menyerah akan impiannya. Impian pertama dalam hidupnya.


Tuan Oizumi berkunjung ke Pandai dan Naoki serta sekretarisnya -yang aku lupa namanya- menyambut. Tuan Oizumi mengatakan kalau kedatangannya kali ini untuk masalah pribadi.
Tuan Oizumi langsung saja ke intinya, yaitu menginginkan Naoki hadir dalam perjodohan yang membuat sekretaris terkejut sementara Naoki tenang-tenang saja. Tuan Oizumi mengatakan kalau ia punya cucu perempuan seusia Naoki yang kuliah di Universitas wanita Seishin. Ia menanyakan Naoki apakah Naoki mau menemui cucunya. Ia tahu Naoki masih muda dan butuh waktu memikirkannya. Ia akan menunggu jawaban Naoki.


Tuan Oizumi pun pergi meninggalkan Naoki dan sekretaris dan ia meminta Naoki mempertimbangkannya. Karena mereka akan membicarakan investasi setelahnya.
Setelah tuan Oizumi pergi, Naoki tampak memikirkan serius atas hal tersebut. Ia hanya memikirkan bahwa pertemuan itu akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan.


Naoki memberitahukan hal tersebut pada ayah dan ibunya yang tentu saja membuat ibu sangat terkejut. Ayah bahkan menenangkan ibu. Tapi ayah juga terkejut dan menanyakan lagi, kenapa tiba-tiba Naoki ingin mengikuti pertemuan perjodohan dengan perusahaan Oizumi. 
Naoki tanpa menatap kedua orang tuanya mengatakan kalau itu bukan apa-apa.
Ibu masih saja tidak mempercayai hal ini. Ayah menebak, Jangan bilang kau lakukan ini untuk mendapatkan bantuan finansial?
Naoki tampak diam saja, tapi gerak-gerik matanya menunjukkan kalau itu benar.


Sementara itu di lobi rumah sakit, Kotoko, ayahnya dan Yuuki sedang berjalan menuju ruangan ayah Yuuki dirawat. Kotoko tampak gembira membawa buket bunga matahari sementara ayah Kotoko membawa bekal.
Yuuki cukup excited karena mereka tidak memberitahukan ayah dan ibunya, ia penasaran apakah mereka akan terkejut dengan kedatangannya.
Ayah Kotoko tertawa. Kotoko juga tersenyum dan berkata jantung ayah Yuuki bisa bahaya kalau mereka mengejutkannya.
Taoi Ayah Kotoko berkata jika Iri-chan melihat wajah Yuuki-kun, Iri-chan pasti senang.
Mereka bertiga tertawa senang. Begitu tiba di kamar inap Iri-chan, saat Yuuki akan membuka pintu, tiba-tiba terdengar teriakan Iri-chan : Jangan Remehkan Kami!


Di dalam kamar, ayah sedang marah pada Naoki. Ayah mengatakan kalau ia tak ingin melindungi perusahaannya dengan mengorbankan hidup Naoki.
Ibu juga setuju dengan hal itu. Pernikahan Naoki, ibu tak akan membiarkannya.


Sementara itu di luar, Yuuki mendengarnya, Pernikahan? Kakak?


Ayah menlanjutkan, Aku senang telah membangun Pandai menjadi sukses hanya dengan satu generasi. Jadi, jangan bawa kami ke arah yang salah. Kau harus menikahi orang yang benar-benar kau cintai.
Naoki diam saja. Kemudian ia berkata dengan yakin, Aku menyukainya. Aku sudah melihat fotonya. Dia tipe ku.


Kotoko mendengarnya dari luar dan tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Yuuki tak tahan lagi dan menerobos masuk, menanyakan apakah kakaknya serius dengan hal itu. Kakak akan menikah? Tapi....
Ibu terkejut melihat Yuuki disana. Ia lebih terkejut lagi melihat Kotoko juga ada disana.


Kotoko masuk perlahan ke dalam ruang inap ayah Naoki. Naoki sama sekali tidak berbalik melihat Kotoko yang menatap punggungnya dengan wajah yang masih syok.
Kotoko dengan keterkejutannya bertanya, Irie-kun. Apa benar kau akan hadir di pertemuan perjodohan?
Naoki tanpa menatap Kotoko membenarkan hal itu.
Tapi kemudian ia membalikkan wajahnya, meskipun tidak bertatapan. Dengan tenang dan tak peduli pada perasaan Kotoko, ia mengatakan kalau pertemuannya hari minggu nanti. Karena ayahnya sedang sakit, pertemuan itu akan menjadi pertemuan biasa.


Naoki bangkit berdiri. Dengan wajah tak bersalah ia meminta ibunya ikut hadir. Naoki kemudian mengambil tasnya dan melangkah meninggalkan ruangan.
Melewati Kotoko yang masih terkejut, syok, terdiam.


Kotoko tak percaya akan hal itu. Ia masih berfikir, "Tidak. Irie-kun akan hadir di pertemuan perjodohan. Tidak bisa ku percaya. Aku harus bagaimana?"

Episode 14
-Persimpangan di Jalan Cinta-


"Si brengsek Irie hadir dalam pertemuan perjodohan?"
Kin Chan terkejut+kesal mengetahui kabar tersebut. Kotoko dengan wajah sedih menceritakan pada Kin Chan, Satomi dan Jinko, kalau gadis itu adalah cucu dari rekan bisnis ayah Naoki.
Satomi dan Jinko tentu saja terkejut mendengarnya, seperti perjodohan kawin kontrak katanya -aku ga ngerti part ini, HAHHAHAHA-
Yang membuak Kotoko lebih galau tentu saja fakta Naoki mengatakan kalau ia menyukai gadis itu.
Satomi dan Jinko menatap Kotoko dengan sedih.
Kotoko sudah tak sanggup lagi melanjutkan ceritanya. Dengan wajah menyedihkan Kotoko minta maaf dan meninggalkan ketiga sahabatnya itu.


Mereka memandangi Kotoko dengan kasihan. Jinko bertanya pada yang lain apakah menurut mereka Kotoko baik-baik saja.
Satomi dengan yakin menjawab tentu saja Kotoko tidak baik-baik saja. Kau kan tahu sudah berapa tahun Kotoko Naksir Irie?
Jinko masih tak percaya Irie akan mengikuti perjodohan itu.
Kin Chan yang sedari tadi diam rupanya menahan amarahnya, ia sesak nafas karena kesal. Ia mengatakan ia tak akan memaafkan si brengsek Irie.
Jinko setuju, Jinko juga kesal, berapa lama lagi Naoki akan mempermainkan Kotoko sampai puas?!
Tapi Satomi berfikir lebih wajar sih, menurutnya Kotoko sendirilah yang mempermainkan perasaannya sendiri.


Kin Chan kesal, lalu bagaimana dengan perasaan Kotoko? Kotoko sudah berusaha keras untuknya. Tapi dia akan dijodohkan dengan gadis lain?
Satomi menatap Kin Chan tak percaya dengan kata-kata Kin Chan. Ia bertanya, Kin Chan, kau terdengar seperti ingin Kotoko dan Irie menjadi pasangan yang sebenarnya.
Tapi tentu saja Kin Chan menolak, Bukan itu maksudku!
Satomi terkejut karena tiba-tiba Kin Chan berteriak. Kin Chan menghela nafas untuk meredakan amarahnya dan berkata kalau ia hanya ingin melihat Kotoko tersenyum.
Kin Chan kemudian meninggalkan Jinko dan Satomi dengan kesal.
Jinko dan Satomi hanya bisa menghela nafas dan menunduk sedih.


Kotoko ada di rumah sedang mencuci wajan. Ia teringat malam sebelumnya, saat Naoki mengatakan kalau ia mengambil alih perusahaan ayahnya maka semua masalah akan selesai. Saat Kotoko mengatakan impian Naoki adalah menjadi seorang dokter, Naoki mengatakan ia punya mimpi itu tidak lama. Dan Kotoko bertanya lagi apakah Naoki akan menyerah? Tapi Naoki diam saja. Kotoko dengan spontan mendekati Naoki dan memeluknya dari belakang.
Kotoko sadar dari lamunannya. Ia terus mencuci sambil berfikir kalau saat itu ia berfikir hatinya dan Naoki terhubung, tapi....
Tiba-tiba Kotoko menjatuhkan wajan ke tempat cuci piring karena melamun dan piring yang ada disana pecah. Kotoko panik sehingga tangannya berdarah.
Ibu melihat jari Kotoko berdarah dan mendekatinya dengan khawatir. Ia membantu Kotoko mencuci lukanya dan mengambil tisu untuk membersihkannya. Ibu bertanya dengan kahwatir apa Kotoko baik-baik saja?
Kotoko hanya bisa tertawa saja.


Ibu membantu Kotoko memasang plester di jarinya. Kotoko minta maaf karena tadi ia sedang melamun. Ibu mengerti dan tahu kalau itu karena perjodohan Naoki. Ibu mengatakan kalau ia juga tidak percaya dengan hal itu. Bagaimana pun ia tetap berfikir kalau Kotoko-lah yang harus menjadi isteri Naoki.
Kotoko merasa tak enak dan mengatakan bagaimana pun juga hal itu Naoki sudah memutuskannya sendiri.
Ibu mengatakan kalau ia juga tak percaya apa yang dikatakan Naoki adalah hal yang sebenarnya. Bahkan soal perusahaan juga. Aku akui, aku berharap Naoki akan mengambil alih Pandai. Tapi aku telah melihatnya bekerja di perusahaan. Aku merasa ada sesuatu yang salah. Dalam hati ku, 'Ini bukan seharusnya Naoki ingin lakukan.'


Kotoko diam saja, ia tahu apa yang Naoki inginkan tapi ia harus merahasiakannya.
Ibu melanjutkan, Kupikir ini Naoki merasa bertanggung jawab karena suamiku telah jatuh sakit. Karena itu dia mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi perusahaan.
Kotoko bertanya, Tapi apa menurut anda dia akan menikah sejauh itu? Hal itu akan mengubah hidupnya.
Ibu tersenyum dan menjelaskan, Saat ia mulai memikirkan sesuatu, dia mulai terobsesi dengan ide itu.
Kotoko masih tampak sedih karena itu artinya Naoki terobsesi menikah dengan cucu tuan Oizumi. Tapi ibu tampak punya pikiran lain. Ibu dengan wajah liciknya sambil tersenyum berkata, Karena itu, aku punya ide yang bagus.
Kotoko terkejut melihat wajah ibu. Ia sedikit tertarik, ide yang bagus?
Ibu kemudian tertawa dengan suara yang cukup menyeramkan, tertawa dalam mulutnya, hmhmhmhmmhmmhmhmhm.


Keesokan harinya, Kotoko sedang dalam perjalanan ke kampus. Ia berjalan sambil melamun dan tiba-tiba ia berhenti, menatap sesuatu yang mengnetikan langkahnya.
Itu Matsumoto Yuko yang ada di hadapannya. Yuko tanpa basa-basi langsung berkata, Kudengar Irie-kun akan hadir di pertemuan perjodohan.


Kotoko dan Yuko berjalan bersama sambil ngobrol mengenai masalah itu. Kotoko mengatakan kalau gadis itu adalah cucu pimpinan perusahaan Hokueisha.
Rupanya Yuko mengenali presdir Oizumi yang membuat Kotoko sedikit terkejut. Yuko mengatakan tentu saja, apa kau tidak membaca koran? Ketua Oizumi adalah salah satu orang penting di dunia keuangan. Dia punya pengaruh di banyak politisi. Dia itu bos dari dunia bisnis Jepang.
Kotoko hanya bisa tertawa karena ia tak tahu ternyata gadis itu cucu orang sepenting tuan Oizumi. Kotoko juga berkata kalau ia mendengar gadis itu sekolah di sekolah puteri Seishin sejak TK.
Yuko tampak kesal, dia benar-benar puteri, ya?


Kotoko melanjutkan, Irie-kun bilang kalau ia suka pada gadis itu saat melihat fotonya. Dia pasti cantik.
Yuko makin kesal, Aku tidak suka.
Kotoko terkejut karena Yuko mengatakan hal yang tidak masuk perkiraannya. Kotoko menatap Yuko. Yuko berkata, Benar kan? Mengapa setiap gadis sempurna tiba-tiba muncul merebut Irie-kun? Tidak akan kubiarkan.
Kotoko tersenyum kecut dan mengatakan kalau Ny. Irie juga mungkin akan melakukan sesuatu soal itu.


Yuko terkejut, Apa? Ny. Irie? Kau bicara apa?
Kotoko sadar kalau ia keceplosan. Kotoko panik dan membuat huruf O dengan mulutnya. Ia mengatakan kalau itu bukan apa-apa dan menyuruh Yuko melupakannya.
Tapi Yuko bukan tipe orang yang mudah melupakan saat ia penasaran. Ia memaksa Kotoko mengatakannya dan terus mendekatkan badannya ke arah Kotoko sampai Kotoko tertohok, hehehehe. Ia menyuruh Kotoko cepat mengatakannya.
Kotoko hanya bisa tertawa, ia mencoba mengalihkan pembicaraan dengan cepat dan mengatakan kalau ini adalah rahasia besar, karena ibu Naoki punya rencana untuk merusak pertemuan itu.
Beberapa detik kemudian ia baru sadar kalau ia malah keceplosan lagi, membocorkan rahasia besar itu.,
Kotoko mematung dengan mulut terbuka dan menatap Yuko.


Yuko tampak puas dan mengerti, hmmmmm, begitu, 'merusak pertemuan' ya?
Yuko tertawa dan menatap Kotoko, kalian berdua tidak berubah.
Kotoko masih dalam posisi kagetnya yang lucu dan bertanya apa maksud Yuko.
Yuko tak menjawab pertanyaan Kotoko dan mengatakan kalau untuk kali ini ia akan bergabung dengan Kotoko.
Kotoko dengan cepat mengedipkan matanya untuk mencerna perkataan Yuko dan kemudian ia terkejut dengan mulut menganga, apa?


Hari minggu pun tiba, di pertemuan perjodohan di sebuah resort mewah - sepertinya-
Naoki dan ibunya datang ke tempat pertemuan dan disambut oleh tuan Oizumi yang sudah hadir disana. Tuan Oizumi minta maaf karena ia melakukan ini sementara Iri-chan masih di rumah sakit. Tapi ia hanya ingin mempertemukan cucunya dengan Naoki. Dan pertemuan formal akan dilakukan setelah Iri-chan sembuh nanti.
Ibu memulai serangannya, ibu tertawa dengan anggun dan berkata, Ya ampuuuun, aku ragu, apakah hari itu akan datang.
Naoki terkejut dengan jawaban ibunya, Naoki segera menegur ibunya. Sementara ibu pura-pura tak mendengar teguran Naoki.


Sementara itu Kotoko dan Yuko tiba di lokasi perjodohan dengan menggunakan baju tukang kebun sambil membawa tangga. Yuko heran kenapa mereka harus memakai baju itu.
Kotoko dengan gaya lucunya mengatakan hanya dengan ini lah mereka tidak akan dicurigai jika berdiri di atas rumput taman nanti.
Mereka berdua terus membawa tangga dan akhirnya Kotoko menemukan lokasi perjodohan.


Kotoko dan Yuko ada di bawah pepohonan bunga mengintip ke arah gedung dengan menggunakan teropong. Kotoko yang meneropong sementara Yuko bertanya bagaimana tampang cucu perempuan ketua Oizumi itu.
Tapi Kotoko mengatakan kalau gadis itu belum hadir disana.


Di ruangan, ketua Oizumi mengatakan kalau cucunya Sahoko sudah siap dan akan segera datang. Lalu kita mendengar suara pintu terbuka dan sebuah suara lembut, Maaf aku terlambat -Sumpah, suaranya lembut banged, cocok lah jadi saingan Kotoko yang terberat ahhahaha-
Lalu kita melihat Sahoko memasuki ruangan dengan anggun menggunakan kimono lengkap. Ia tersenyum dan kemudian melihat ke arah Naoki dan terkejut karena ia mengenali Naoki.
Sahoko ingat saat ia hampir terjatuh dekat lift dan seseorang menolongnya.
Sahoko menatap Naoki dan bertanya apakah Naoki mengingatnya.
Naoki sedari tadi menatap Sahoko dan tersenyum mengatakan kalau ia tidak akan melupakan wanita cantik.
-HOOOOOOOOEEEEEEEEEEEEEEEEEKKKK!!!!!-


Tuan Oizumi sangat senang saat tahu kalau Sahoko dan Naoki sebelumnya pernah bertemu. Dengan begitu masalah perjodohan akan lebih mudah.


Lalu teropong Kotoko membidik wajah Sahoko yang malu-malu. Kotoko tampak terkejut, matanya membelalak dan ia terlihat shock. Yuko heran dengan tingkah Kotoko yang berhenti meneropong. Ia bertanya ada apa dengan Kotoko.
Yuko kesal dan menarik teropong dari tangan Kotoko. Ia kemudian meneropong ke arah ruang pertemuan. Beberapa detik kemudian reaksi Yuko sama dengan Kotoko. Yuko kemudian menatap ke arah Kotoko yang masih berwajah sama. Ia menatap Kotoko yang masih shock.
Yuko secepat kilat segera mengihir Kotoko dan dirinya sendiri, Hmph, dia mungkin cantik, tapi dia pasti tidak punya otak.
Kotoko juga ikutan, benar-benar, baiklah, kita mulai dengar dan mendengar percakapan mereka!


Kotoko mulai keluar dari persembunyian dan melihat situasi. Setelah melihat posisi yang cocok untuk mencuri dengar pembicaraan, ia berteriak, Merangkak dan Maju! Ayo!
Yuko heran dan tak mengerti maksud Kotoko.
Tapi kemudian ia tetap mengikuti tingkah Kotoko meskipun awalnya ia mengeluh.


Lalu muncullah adegan dimana Kotoko dan Yuko merangkak berdua seperti ulat bulu, HAHHAHHAHAHAHA.
Kotoko semangat banged, tubuhnya sudah terlatih melakukan hal yang begituan, HHAHAHAHHA.
Sementara Yuko terus berusaha mengikuti pergerakan Kotoko.
Saat pelayan sedang melayani pesanan ibu dan Naoki, tampak di luar Kotoko dan Yuko merangkak. Bodoh banged deh jika begituan nggak ketahuan, ahhahahahhahahahahaha. Jelas banged kelihatan mencurigakan.
Lalu keduanya tiba di lokasi yang lebih dekat.


Di ruangan perjodohan, Naoki memulai percakapan dengan menanyakan hobi Sahoko.
Sahoko tersenyum malu dan dengan suara lembutnya mengatakan kalau ia tidak punya keahlian khusus. Ia cuma bisa memasak, menjahit dan kerajinan tangan. Membosankan ya?
Bukannya Naoki yang menanggapi, tapi ibu duluan yang tertawa tertahan, Ya, benar, membosankan.
Naoki langsung menatap ibunya. Ibu lagi-lagi tak peduli dengan tatapan Naoki dan diam saja.


Kotoko yang mendengarkannya tertawa dan berteriak, Ny. Irie, bagus!!
Yuko mengingatkan Kotoko kalau mereka bisa mendengar teriakan Kotoko. Kotoko panik dan menutup mulutnya dengan lucu.



Tuan Oizumi lalu bicara dan mengatakan kalau ia tak seharusnya mengatakan ini, tapi Sahoko itu pendiam dan sempurna sebagai seorang perempuan. Dia seperti gadis jepang tradisional versi modern.
Naoki mengomentari dan mengatakan kedengarannya menyenangkan. aku suka gadis yang pendiam.
Ibu langsung tak tinggal diam, dengan gaya bicaranya yang khas, ibu ikutan nimbrung, Wow, 'gadis tradisional Jepang?' KUNO.
Naoki mendengar hal itu langsung menyipitkan mata ke arah ibu. Ibu tak peduli dan meneruskan, Tak heran sepertinya kau kehilangan masa mudamu.
HAHHAHHAHAHHAHAHHA. Mami jahat banged ternyata.
Diluar, tampak Kotoko dan Yuko senengnya bukan main. Terutama Kotoko yang tertawa membuka mulut tanpa suara, HAHHAHAHAHAH.


Sahoko tampak terluka dengan kata-kata calon mertuanya. Ia menjadi kecil hati dan menunduk. Naoki melihat reaksi Sahoko dan tuan Oizumi. sepertinya Naoki juga tak enak hati dengan ibunya yang kasar.
Sahoko mencuri pandang ke arah Naoki, dan akhirnya ia bertanya apa yang suka dilakukan oleh Naoki.
Naoki kemudian menjawab kalau ia suka membaca buku dan kadang-kadang bermain tenis.
Tuan Oizumi ikutan nimbrung dengan kata kadang-kadang Naoki, karena ia dengar Naoki memenangkan berbagai pertandingan tenis.
Mendengarnya Sahoko tampak kagum, ia tersenyum tulus.
Naoki melihat ekspresi Sahoko dan dengan senyuman di wajahnya ia mengatakan kalau ia bisa mengajari Sahoko kapan-kapan.
Sontak Kotoko dan Yuko sontak kaget. Naoki yang nggak pernah ngomong manis sekalipun tiba-tiba ngomong begitu, ish!!!


Sahoko sangat senang, tapi ia khawatir karena ia sangat payah, jadi Naoki mungkin harus berusaha keras melatihnya.
Ibu lagi-lagi mematahkan semangat Sahoko dengan mengatakan kalau Naoki pasti akan kesusahan nantinya.
Naoki makin kesal dan menegur ibunya. Ibu tidak peduli dan terus bicara, Yah, puteraku Naoki sangat jahat.Dia meremehkan orang-orang yang tidak bisa setelah ia mengajarinya. ukan cuma itu, dia tegas!
Naoki tak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa menghela nafas.
Sementara ibu terlihat puas melihat ekspresi Sahoko.
Kotoko hanya bisa tertawa tak enak hati dan mengatakan kalau Ny. Irie sangat berusaha menggagalkan perjodohan ini,. Yuko juga setuju dan mengatakan kalau sebenarnya Ny. Irie yang terlalu tegas.


Percakapan masih berlanjut, kali ini dari Tuan Oizumi yang mengagumi Naoki yang hebat dalam akademik dan olahraga, juga tampan. Ia juga yakin Naoki sangat populer dikalangan para gadis.
Naoki merendah dan mengatakan tidak.
Tapi ibu dengan semangat mengatakan kalau Naoki itu populer. Tapi jangan khawatir, dia tak pernah punya hubungan dengan perempuan.
Kotoko dan Yuko hanya bisa mengangguk sambil mendengarkan.
Tuan Oizumi mengatakan kalau Naoki pasti pemalu.
Ibu mengiyakan, Naoki sangat pemalu. Dia bahkan pernah mengabaikan surat cinta dari seorang gadis. Gadis itu memberanikan diri dan memberikannya surat cinta. Dia menolak gadis itu di depan semua orang. Dia benar-benar pemalu.
Ibu tertawa dengan bahagia, HAHHAHAHHAH.


Kotoko mulai bermuka aneh dan Yuko bertanya, apa dia membicarakanmu?
Kotoko dengan wajah lucunya mengangguk. Yuko dengan kejam mengatakan kalau ia tak tahu Naoki sangat membenci Kotoko.
Kotoko dengan suara anehnya harus makan hati dengan kenyataan itu. HHAHAHAAHAHA.


Sahoko mengomentari kata-kata ibu, ia mengatakan menurutnya tindakan Naoki itu lebih baik dari pada laki-laki yang bersikap manis di hadapan smeua orang. Kurasa laki-laki sangat aktraktif saat ia agak dingin.
Kotoko dan Yuko terlihat kesal dengan kata-kata Sahoko. Tepatnya wajah Yuko menunjukkan ia muak dan Kotoko dengan mulut terbuka terlihat terkejut.
Tuan Oizumi tertawa dengan jawaban Sahoko dan mengatakan kalau dengan begitu Sahoko tak perlu khawatir soal selingkuh.
Sementara ibu menunjukkan wajah terkejut karena Sahoko dapat membalikkan keadaan. Ibu mulai berfikir dan akhirnya berkata, tapi bukan berarti dia tidak pernah punya gadis di sekitarnya. Sebenarnya, ada seorang gadis yang seusia Naoki. Mereka tinggal bersama selama 3 tahun.


Naoki makin kesal dan bicara ke arah ibunya. Cukup. apa maksud ibu 'tinggal bersama'? Itu namanya 'berbagi rumah'.
Tapi ibu tetap keukeuh, Sama saja!
Naoki ingin menjelaskan pada tuan Oizumi yang terlihat terkejut.
Ibu kali ini merasa yakin bisa membatalkan perjodohan, ia berkata, Mungkin pada akhirnya kau menikahkan cucumu yang berharga di keluarga kami. Kau harus tahu keadaan kami juga. Nyatanya, ada seorang gadis seusia Naoki tinggal di rumah kita. Meski dia pemalu, dia masih muda. Aku tidak bisa jamin tidak ada yang terjadi diantara mereka.
Ibu beneran bersemangat menceritakan hal yang satu ini. Ia bahkan tertawa dengan keras disana.
Sementara Naoki beneran sudah habis kesabarannya. akhirnya Naoki berdiri dengan kesal sambil memukul meja, Sahoko-san, kau mau jalan-jalan ke taman?
Ibu ikutan bersemangat mau ikut. Tapi Naoki sedikit berteriak mengatakan hanya ia dan Sahoko saja.
Ibu sangat kesal dengan hal itu sementara tuan Oizumi setuju sekali dan menyuruh Naoki dan Sahoko berjalan-jalan disekitar taman.
Di luar, Yuko dan Kotoko bersiap mengikuti mereka.


Naoki dan Sahoko berjalan-jalan disekitar gedung. Naoki minta maaf karena ibunya berkata pasar pada Sahoko.
Sahoko mengatakan ia tak masalah, ia tahu ibu Naoki menyukai dia. Gadis yang tinggal bersamamu.
Naoki mengatakan kalau gadis itu adalah puteri dari sahabat ayahnya. Keluarga kami bersahabat. Karena itu ibu bicara soal itu. Tapi orang yang menyukainya bukan aku. Tapi ibuku.
-AKH!!!! HELLLLLOOOOOOO, terus ngapain kamu kisseu Kotoko, Naoki?????!!!!-


Sahoko tersenyum dan mengatakan kalau ia berharap ibu Naoki menyukainya juga. Sahoko sedikit melirik Naoki dan mengatakan tapi sebelum itu ia berharap Naoki menyukainya juga.
Naoki tersenyum dan menghentikan langkahnya, ia bertanya, Jadi, kau menyukaiku?
Sahoko terdiam, ia menatap Naoki tapi kemudian mengalihkan pandangannya dan menunduk malu. Ia tersenyum dan berkata, Saat kejadian kita bertemu di lift.
Naoki juga tersenyum :'( dan berkata, Kebetulan sekali, aku juga begitu.
Sahoko terkejut mendengarnya, ia menatap Naoki dan tersenyum bahagia.
Lalu keduanya melanjutkan jalan-jalannya.
_AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA I'm Die, BAKA NAOKI!!!-


Nan jauh disana, Yuko dan Kotoko sedang kesal banged. Aku rasa mereka nggak mendengarkan percakapan panas itu, hanya melihat keduanya berjalan berdua saja.
Yuko sangat kesal dan bertanya tentang strategi 1. Kotoko dengan gaya tentara mengajak Yuko melakukan strategi 1.


Kotoko dan Yuko berlari ke suatu tempat di taman dekat penyiram taman. Strategi 1 adalah penyiram tanaman.
Kotoko dengan semangat mengatakan rencananya, yaitu ketiga Naoki dan Sahoko mendekat, mereka akan menyalakannya. Dan air akan menyirami Sahoko dan Kotoko yakin sahoko akan pulang,
Yuko agak ragu dengan rencana itu karena terlihat begitu mudah. Tapi Kotoko mengatakan rencana mudah akan berhasil. Yakin pula tuh , HAHAHHAHHAHA.
Akhirnya Yuko setuju dan rencana akan dijalankan.


Sahoko dan Naoki berjalan menuju pusat rencana strategi 1. Keduanya mengobrol masalah bonsai tertua di taman itu berusia 500 tahun.
Tak jauh dari sana Yuko dan Kotoko bersiap dengan rencana mereka. Kotoko bersiap menekan tombol sementara Yuko mengamati keadaan.
SEKARANG!!!!
Dan Kotoko menekan tombol alat penyiram.
Yuko dan Kotoko melihat bagaimana keadaan. Alat penyiram sama sekali tidak mengeluarkan air. Naoki dan Sahoko melewati tempat itu sementara Sahoko mengomentari cuaca yang cerah dan dia ingin main air.


Kotoko dan Yuko heran kenapa airnya tidak keluar. Mereka menekan-nekan tombol. Tapi air-nya nggak keluar juga. Sementara Naoki dan Sahoko semakin menjauh dan semakin mesra -kayaknya-
Kotoko masih berusaha menekan tombol agar airnya keluar, sementara Yuko makin kesal dan mengatai Kotoko bodoh. Kotoko dan Yuko bertengkar berdua sementara Sahoko dan Naoki melewati tempat itu. Yuko dengan kesal merebut tombolnya.


Keduanya berjalan ke arah alat penyiram dan masih heran kenapa airnya tidak keluar. Kotoko memeriksa alat penyiramnya sementara Yuko terus berusaha menekan tombolnya.
Dan tiba-tiba air muncrat dari alat penyiram dan mengenai wajah Kotoko.
AAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Keduanya kena air dari alat penyiram tersebut dan berteriak sekeras-kerasnya. HAHHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Sahoko menyadari ada yang berteriak dan menghentikan langkahnya. Tapi dari posisi mereka, Sahoko dan Naoki tak akan bisa melihat siapa yang berteriak itu.
Naoki melihat air muncrat dan tak memperdulikan suara teriakan, yang ia pedulikan adalah bahwa ia merasa alat penyiramnya rusak. HAHHAHAHHA. Ia mengajak Sahoko pergi dari sana.


Sementara itu Yuko dan Kotoko terus berjuang menghentikan alat penyiram itu dan akhirnya berhenti juga. Kotoko udah keselek air tuh, suaranya udah aneh aja, batuk-batuk lagi. HAHAHHAHAHAHAHA.
Keduanya basah kuyup. Yuko mengeluh kenapa ia harus ikut beginian. Ia kesal dan mendorong Kotoko sambil mengatakan kalau Kotoko itu BAKA.
Kotoko masih belum menyerah, ia masih bersemangat dan mengatakan kalau mereka akan pindah ke strategi 2!
Kotoko berdiri, Jika yang pertama tadi pinggangnya sakit karena kelamaan Jongkok -hehehehe, tadi lupa bilang- maka yang kedua, setelah pinggang sakit, matanya perih, HAHHAHHAHA.


Strategi kedua adalah ulat bulu. Yuko kesal karena semua rencana Kotoko seperti lelucon anak SD, apalagi kali ini sedikit menjijikkan.
Rencana Kotoko adalah, saat Sahoko berjalan di dekat mereka, ia akan melemparkan ulat itu, dan saat Sahoko menyadarinya, Sahoko akan berteriak dan jatuh ke dalam kolam.
Kotoko puas dengan bayangan rencananya. Kali ini Yuko juga ikutan setuju. meski begitu, Kotoko merasa rencananya ini agak berlebihan. Yuko kesal karena Kotoko itu terlalu banyak pikir, ia menebak makanya Naoki tak punya perasaan pada Kotoko.
Kotoko berfikir lagi dan sepertinya ia setuju dengan hal itu, makanya ia tak akan berfikir panjang lagi. Yuko juga mengatakan ia tak akan begitu. Lalu keduanya di kagetkan karena Sahoko dan Naoki sudah mendekat.


Kotoko dengan tangan bergetar mengambil sumpit dan menjepit salah satu ulat. Yuko menyuruhnya cepat melempar. Kotoko masih gemetaran dan melemparkan ulat bulu itu.
Ulat itu mendarat tepat di kimono Sahoko. Sahoko terkejut dan berteriak.
Mengira rencana mereka berhasil, Kotoko dan Yuko juga berteriak tak kalah hebohnya, YATTTTTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!


Tapi bukannya tercebur di kolam, Sahoko malah jatuh ke pelukan Naoki. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKH!!!!!
Naoki dengan gentle mengambil ulat itu dan mengatakan pada Sahoko, Jangan khawatir, aku ada disini.
Tentu saja Kotoko dan Yuko terkejut dan terkejut.


Sahoko tampak tersentuh dengan kata-kata Naoki. Naoki kemudian membuang ulat itu ke arah persembunyian Kotoko dan Yuko.
Dan lucunya, ulat itu tepat mendarat di hidung Kotoko. HAHHAHAHAHAAHAHA.
Spontan Kotoko berteriak sekencang-kencangnya. Yuko juga ikutan teriak dan pada akhirnya keduanya jatuh ke dalam kolam. HAHHAHHAHAHAAHHAHAHAH. Senjata makan tuan!!!


Kotoko dan Yuko jatuh ke dalam kolam sambil berteriak. Sahoko menyadari ada yang terjatuh dalam Kolam. Tapi Naoki mengatakan kalau mungkin itu adalah pembersih Kolam. HAHHAHAHAAHHA. BAka Naoki, mana ada pembersih Kolam yang membersihkan sambil berteriak histeris gitu, HAHHAHHAHAHA.
-Naoki terlalu pintar untuk tidak mengetahui kalau itu adalah Kotoko dan Sahoko terlalu bodoh untuk mempercayai Naoki, ckckkkckckkckc-
Naoki mengajak Sahoko meninggalkan tempat itu.

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 14 -Part 2-



Malam harinya, di rumah, Kotoko bersin-bersin. Ibu kelihatan khawatir melihat keadaan Kotoko. Kotoko mengatakan kalau sepertinya ia sedang dihukum. Karena ia sudah berbuat jahat pada gadis cantik itu.
Ibu bertanya, maksudmu Sahoko-san? Benar, dia kelihatan cantik.
Ibu lalu mengeluarkan foto sahoko dari dalam saku celemeknya. Kotoko terkejut karena ibu mempunyai foto Sahoko.
Dan lagi, ibu mengatakan kalau Sahoko bukan tipe Naoki. Ibu menempelkan foto Sahoko di lemari es, kali ini di jepit, hhehhehehehe.
Ibu mengatakan, Naoki butuh dukungan dalam hidupnya. Gadis yang terlalu sempurna dan pendiam. Aku tahu dia juga merasa tidak puas. Aku jamin itu.


Tentu saja ibu sangat yakin dengan prediksinya. Kotoko hanya bisa tertawa seperti biasanya dan mengatakan kekhawatirannya, tapi kelihatannya mereka saling menyukai.
Ibu kelihatan tak peduli dan mengatakan kalau ia bisa menjadi ibu mertua yang jahat. Kotoko dan ibu tertawa sementara ibu membayangkan ketua Oizumi yang diyakininya mulai marah. Ia merasa ketua tak akan merelakan cucunya yang berharga menikah dengan keluarga dengan ibu mertua seperti dirinya. Ia yakin mereka akan menolaknya.
Kemudian terdengar bunyi dering telpon. Ibu excited karena ia yakin itu telpon penolakan dari Oizumi.
Ibu dan Kotoko berlari ke arah telpon rumah.


Naoki yang mengangkat telpon. Kotoko dan ibu mengintip dari balik pintu. Tepat sekali kalau itu dari ketua Oizumi. Naoki meminta maaf atas tindakan ibunya hari ini.
Ibu sama sekali tak merasa bersalah dan malah menjulurkan lidah ke arah Naoki, HAHHAHAHAHA.
Naoki menjawab telpon seperti ini, Itu tidak masalah bagiku. Ya, silakan.


Setelah Naoki menutup telponnya, ibu mendekati Naoki dan bertanya bagaimana hasilnya, apakah mereka membatalkannya?
Naoki mengatakan dengan tenang kalau Sahoko menyukainya, jadi tuan Oizumi ingin acara pertemuan resmi dipercepat.
Ibu dan Kotoko terkejut. Naoki dengan enteng berkata kalau ia mengtakan keluarga mereka setuju.
Ibu kesal sekali dan menegur Naoki sementara Kotoko masih shock dan menelan ludah sambil menatap Naoki.
Dengan yakin Naoki berkata kalau ia menyukai Sahoko. Jadi ia minta ibunya tidak mengacau seperti hari ini.
Naoki berjalan mendekati Kotoko dan mengatakan kalau Kotoko juga jangan mengacau.
Kotoko pura-pura tak mengerti. Tapi Naoki tahu kalau yang di taman tadi adalah ulah Kotoko, sangat ketahuan sekali.
Naoki berjalan meninggalkan mereka dan Kotoko meminta maaf.


Ibu masih tidak bisa mengerti. Ia membelalakkan mata dan mengatakan kalau Naoki serius, hal ini lah yang tak bisa ia percayai.
Kotoko tampak sedih dan menghela nafas.


Waktu pun berlalu. Kotoko sedang berjalan bersama Yuko . Kotoko mengatakan sejak saat itu Sahoko sering menelpon Naoki dan mereka berkencan beberapa kali dalam seminggu. Ny. Irie bahkan mulai bingung karena Irie-kun pulang terlambat.
Yuko mengatakan tak ada yang bisa mereka lakukan.
Kotoko bertanya, Apa kau menyerah?
Yuko : Yah, kita membicarakan soal Sahoko Oizumi. Tidak mungkin aku menang.
Kotoko tampak sedih tapi juga kesal. Yuko melanjutkan, Tapi jika aku harus menyerahkan Irie-kun pada seseorang kuharap itu kau.
Kotoko terkejut, Hah?


Yuko tersenyum san berkata, karena kalau itu kau dia akan menyesalinya. Dia akan merasa 'kalau begitu harusnya aku pilih Matsumoto.'
Kotoko mengerutkan keningnya. Tapi ia malah tertawa, kau mau menghiburku?
Yuko tertawa dengan reaksi Kotoko. Yuko berfikir dan mulai bicara lagi, Kurasa aku kalah dari Sahoko yang bahkan tidak pernah memperjuangkan cinta Naoki. Tapi sampai sekarang, aku akui usahamu. Apa yang telah kau lakukan itu tidak ada gunanya, tapi kau terus mencoba sebisa mungkin.
Kotoko membuat wajah lucu dengan mulutnya dan tampak kesal, bingung antara diejek atau dipuji. Ia kesal dan menyuruh Yuko pergi.
Yuko hanya tertawa dan mengatakan kalau ia tahu, Naoki pernah menicum Kotoko.
Kotoko tertawa dan ingin menjelaskan yang sebenarnya, tapi tak jadi.
Yuko hanya tersenyum, ia menatap Kotoko dan mengatakan, Aku mendukungmu!


Yuko kemudian melangkah pergi meninggalkan Kotoko yang masih sangat kebingungan.
Kotoko dengan wajah lucunya tampak bingung, Apa maksudnya? Kau menyemangatiku?
Kotoko kemudian menyadarinya dan ia tersenyum senang, tapi juga merasa tak enak hati.
-pengambilan gambarnya aku suka, wajah Kotoko jelas banged, hehehehe-


Kotoko kembali ke rumah. Saat akan naik ke lantai dua ia mendengar suara Naoki yang sedang menelpon Sahoko. Jadi ia sedikit mengintip. Naoki kedengerannya nelpon yang intinya 'aku sangat menantikannya'.
Setelah Naoki menutup telponnya, Kotoko pura-pura bersikap tenang dan mengatakan kalau ia sudah pulang. Naoki tak peduli dengan Kotoko, meskipun menjawab, tapi ia tak menatap Kotoko dan berjalan menuju tangga.
Kotoko dengan cepat menanyakan kencan Naoki dan Sahoko besok, ia mengatakan kalau ia hanya ingin tahu. Kotoko sedikit tertawa dan minta maaf, ia mengatakan ia tahu itu bukan urusannya.
Naoki menghentikan langkahnya dan menatap Kotoko, ia mengatakan kalau mereka akan pergi ke Omotesando. Ada pembukaan pameran tunggal seorang seniman yang Ketua Oizumi dukung.


Kotoko mengatakan Ooooohhh, begitu.
Naoki kemudian bertanya seolah mengejek, kau mau membuntutiku lagi? Kau mau berpura-pura menjadi pembersih toilet di pesta nanti?
Kotoko hanya bisa tertawa seperti biasanya.
Naoki kemudian meninggalkan Kotoko sendirian.
Dan senyuman itu menghilang dari wajah Kotoko.


Naoki masuk ke kamarnya. Ia duduk di kursi sambil membaringkan kepalanya. Ia tampak menghela nafas dan berfikir keras.


Esoknya di kampus, Kotoko dkk lagi makan di kantin. KOtoko tampak tidak bersemangat sama sekali. Kin Chan datang dengan mengagetkan di belakang Kotoko, membawa semangkok dessert. Kin Chan memperlihatkannya dan bertanya apakah kelihatan enak?
Kotoko hanya bisa sedikiiiiiiiiiiiiit tersenyum. Jinko mengatakan mereka sudah mendengar kalau Irie mulai kencan dengan gadis di pertemuan perjodohan itu.
Kotoko dengan sedih membenarkan, bahkan bisa dibilang, Naoki pacaran dengan Sahoko.
Satomi mencoba menghibur Kotoko dengan menyuruhnya menambah makanan lagi dan memberikan dessert buatan Kin Chan pada Kotoko.


Kin Chan mengambil kursi dan duduk dekat Kotoko. Kotoko mulai menyendok dessert dan memakannya. Yang lain ikutan. Kin Chan menunggu reaksi Kotoko, tapi Kotoko diam saja. Kin Chan merasa Kotoko galau parah dan mengatakan agar Kotoko memberikan komentar setelah mencoba, apakah enak atau mengerikan.
Sementara itu wajah Sahoko dan Jinko menunjukkan kalau itu enak.
Kin Chan menepuk punggung Kotoko dan memintanya bersemangat. Kau pasti akan baik-baik saja kalau orang tidak punya hati sepert Irie menikah.
Jinko dan Satomi setuju dengan kata-kata Kin Chan.


Kotoko masih tak bisa tersenyum. Kotoko menghela nafas dan berkata, Ini cuma... Aku tahu ini cuma khayalanku, tapi akhir-akhir ini aku merasa jarak antara aku dan Irie-kun semakin dekat.
HUAAAA Kotoko bergetar saat mengatakan hal itu. Kotoko beneran merasa sangat sedih dengan semuanya. Bahkan KIn Chan juga merasakannya. Ia teringat malam natal saat Naoki dan Kotoko berdua di rumah. Kin Chan juga merasa kalau Kotoko dan Naoki makin dekat, karena itu dia merasa kesal.
Kotoko melanjutkan, Karena itu, aku masih belum bisa menerima kenyataan ini.
Jinko mengatakan kalau ia tahu. apapun yang terjadi, ia merasa Kotoko dan Naoki memang harus bersama.
Satomi menegur Jinko karena menurutnya terlalu kejam mengatakan hal itu sekarang, mengingat bagaimana situasinya. Irie sudah akrab dengan gadis itu. Jinko mengerti.


Satomi juga merasa kesal karena keadaan sekarang tidak seperti dulu lagi. Karena ini adalah perjodohan diantara dua keluarga. Kau tak bisa cuma bilang 'aku tidak menyukainya' lalu pergi.
Jinko menghela nafas dan mengatakan kalau Irie juga menyadari hal itu dan masih ingin lanjut.
Kotoko membenarkan Jinko dan Satomi.
Satomi merasa tak enak dan menyuruh Kotoko makan lagi.
Sementara itu Kin Chan yang sedari tadi diam rupanya berfikir keras dan merencanakan sesuatu.


Wih, wajah Kin Chan cukup menyeramkan kalau lagi marah. KAKKKOOOOOIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!


Naoki dan Sahoko sedang berjalan menikmati kencan mereka. Mereka membicarakan mengenai pesta yang mereka hadiri tadi, pesta yang tenang, katanya.
Aku nggak mau berpanjang lebar deh, yang jelas Naoki akhirnya mengajak Sahoko untuk makan malam bersama dan Sahoko mengatakan mengenai restoran Italia yang sering di kunjungi kakeknya. akhirnya Naoki mengajak Sahoko ke sana.


Malam itu Naoki pulang terlambat. Ibu dan Kotoko sedang menunggu di rumah. Kotoko menawarkan mencari Naoki, tapi ibu menolak karena bahaya gadis keluar di tengah malam.
Kotoko mengatakan ia yakin ia tak akan bisa tidur sebelum Naoki pulang. Akhirnya Kotoko mengatakan ia akan jalan-jalan sebentar untuk membeli jus.
Kotoko kemudian pergi meninggalkan ibu yang tampak mengkhawatirkan Kotoko. Ibu berkata apapun yang dikatakan, Kotoko masih saja peduli pada Naoki.


Naoki dalam perjalanan pulang malam itu dan di tegur oleh Kin Chan, Hey, pria tampan.
Tapi Naoki tidak memperdulikannya. Kin Chan bicara lagi, kau habis kencan dengan gadis kaya ya?
Naoki melihat Kin Chan, tapi masih melanjutkan perjalanannya. Akhirnya Kin Chan berteriak, Hey kau, Tunggu!
Akhirnya Naoki berbalik dan menatap Kin Chan.
Kin Chan tidak basa-basi dan langsung ke intinya, Bagaimana perasaanmu pada Kotoko?
Naoki dengan santai berkata kalau itu bukan urusan Kin Chan.
Kin Chan jelas tersinggung dan berkata kalau ini juga urusannya.


Kin Chan mengatakan kalau Naoki harus selalu disisi Kotoko. Kotoko adalah orang yang berharga bagiku. Kau telah mempermainkan perasaan orang yang berharga bagiku. Bagaimana aku harus membuatmu tetap diam?!
Pada saat yang sama, kebetulan Kotoko sedang lewat disana dan melihat hal itu. Ia bersembunyi di balik sebuah pohon.


Naoki melangkah mendekati Kin Chan dan bertanya, Lalu apa yang akan kau lakukan?
Kotoko makin serius mendengarkan dan melihat pertarungan antar pria ini.
Kin Chan menarik nafas dan menatap Naoki.
Kotoko masih di balik pohon mendengarkan dengan khawatir.
Dengan yakin Kin Chan berkata, aku akan membuat Kotoko menjauhimu. ah, Tidak, aku akan melindunginya.
Naoki diam saja. Kotoko menahan nafasnya di balik pepohonan.
Kin Chan terus berkata agar Naoki tidak mengganggu mereka. Aku yakin kau akan mengerti karena kau sudah punya gadis yang akan kau nikahi. Jika dia sangat berharga untukmu, Kotoko sangat berharga bagiku.


Naoki tampak memutar bola matanya saat ia memandang ke bawah. Kin Chan masih melanjutkan, aku tidak bisa tahan melihat Kotoko menderita lagi.
Kotoko dari balik pohon memperlihatkan wajah sedihnya. Matanya sudah berkaca-kaca saat KIn Chan berteriak pada Naoki apa yang akan Naoki lakukan?
Naoki diam saja sambil memandang ke bawah.
Sementara Kotoko terlihat pasrah dengan apapun jawaban NAoki. Meskipun dalam hati ia berharap Naoki mengatakan kalau Naoki mencintainya. Kotoko menutup matanya, berharap Naoki mengatakan hal itu.
Naoki akhirnya mengangkat matanya, meski tak menatap Kin Chan, dengan kejam Naoki berkata, Terserah.
Kotoko terkejut.


Kotoko masih shock dengan jawaban Naoki saat Naoki mulai melangkah meninggalkan Kin Chan.
Kin Chan mengomentari jawaban Naoki, Tentu. Aku akan lakukan apapun seperti yang kau katakan. Jadi jangan ikut campur, mengerti? Ini janji diantara pria!
Kin Chan meninggalkan tempat itu.


Kali ini Kotoko sendirian. Ia masih shock dan berdiri dalam posisi yang sama. Kotoko hanya bisa menghela nafas menutupi kesedihannya.
Sementarana Naoki terus berjalan pulang menuju rumahnya.
Waktu berlalu dan Kotoko masih di dekat pohon itu. Ia tak bisa menahan kesedihannya dan ia menangis. Kotoko terduduk sambil menatap langit dengan sedih. Kotoko bahkan tak bisa menghentikan air matanya meski ia menggigit bibir.
"Kali ini, apa ini benar-benar berakhir? Menyerah pada Irie-kun? Mustahil"


Di rumah, Naoki ada di kamarnya sedang pusing, karena ia memegangi dahinya. Yuuki masuk ke dalam kamar dan memanggil kakaknya. Yuuki berusaha mendekati kakaknya dan bertanya, Kakak akan menikah dengan gadis di pertemuan perjodohan itu?
Dengan lemah Naoki bertanya, kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?
Yuuki tak menjawab dan meminta kakaknya mengatakan hal sebenarnya.
Naoki hanya bisa menjawab, Mungkin.
Yuuki dengan polos bertanya, Kakak mencintainya?
Naoki membenarkan posisi duduknya dan bertanya kenapa Yuuki begitu.
Yuuki duduk di samping kakaknya dan meminta kakaknya menjawab pertanyaannya. Karena, Karena orang yang kakak cintai adalah Kotoko, bukan?


Yuuki teringat bagaimana kakaknya mencium Kotoko di rumah sakit. Yuuki mengingatkan lagi, Karena di rumah sakit, kakak dan Kotoko kisseu...
Naoki dengan cepat memotong perkataan Yuuki, Lain kali, akan aku kenalkan Sahoko-san padamu. Dia cantik. Dia bisa memasak. aku yakin kau akan menyukainya. Dia cocok untukku. aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar.
Yuuki tampak mencobirkan sedikit mulutnya. Ia tahu itu bukan yang diinginkan kakaknya. Yuuki terus memandangi Naoki. Naoki mengelus kepala adiknya itu dan Yuuki tersenyum.


Keesokan harinya Kotoko sedang berjalan sambil melamun. Kotoko bahkan tak menyadari ada Kin Chan di dekatnya, Kin Chan yang berusaha menyapa tapi masih khawatir karena Kotoko beneran kelihatan rapuh.
Akhirnya dengan suarayang bergetar, Kin Chan menyapa Kotoko. Kotoko juga menyapa Kin Chan yang akan berangkat untuk kerja di kantin. Kin Chan mengatakan kalau makan siang special hari ini adalah ayam, kau suka?
Kotoko tersenyum. Kin Chan mengatakan ia akan memberikan porsi tambahan. Jadi Kotoko harus datang.
Kotoko mengiyakan dan berterima kasih. Kotoko terus berjalan, tapi kita bisa melihat dari gerak-gerik Kin Chan memperlihatkan bukan itu yang ingin ia katakan.
Akhirnya Kin Chan membicarakan maksudnya, Hey, Kotoko, Hari minggu nanti, kalau ada waktu, kau mau jalan-jalan denganku?


Kotoko menghentikan langkahnya dan menatap Kin Chan. Kin Chan dengan cepat mengatakan kalau ia punya tiket nonton dari pelanggan Aihara. Kurasa kau akan bersenang-senang. Uhm, ini film action, kau pasti senang.
Kin Chan sudah berusaha dengan keras untuk mengajak Kotoko, kita tahu kalau ia tampak sangat gugup dengan hal ini.
Kotoko tersenyum melihat tingkah Kin Chan yang memperagakan film action yang ia maksud.
Kin Chan bertanya, tapi kau tidak mau jalan-jalan berdua denganku, ya?
Kotoko, Ayo!
Kin Chan baru mau membahas soal Jinko dan Satomi yang akan ia ajak, tapi ia kaget dengan jawaban Kotoko.


Kin Chan masih tidak percaya dan menatap Kotoko. Kotoko tersenyum dan mengatakan, Ayo. Cuma kita berdua.
Kotoko lalu melanjutkan langkahnya. Kin Chan masih saja ragu dan bertanya lagi, Uhm, ini artinya Kencan. Sungguh?
Kotoko terus berjalan dan tersenyum, ia mengatakan kalau Kin Chan sudah banyak membantu Tuan Irie. aku ingin berterima kasih, jadi ayo kencan.
Kin Chan mematung, tapi akhirnya mengatakan iya.
Kotoko pun meninggalkan Kin Chan.


Setelah kepergian Kotoko, Kin Chan kelihatan banged senang dan bahagianya. YEAH! Terharu banget melihat Kin Chan akhirnya bisa kencan dengan Kotoko. Kin Chan, I Love You!!!!!!


Sementara itu si baka Naoki sedang di perusahaan. Sekretaris ayahnya memberitahukan kalau Iri-chan akan keluar dari rumah sakit minggu depan. Sekretaris juga mengingatkan masalah perjodohan, setelah ayah Naoki keluar dari rumah sakit, akan diadakan makan malam bersama untuk membicarakan hal kedepannya.
Naoki mengatakan ia tak ada masalah dengan itu. Sekretaris beterima kasih pada Naoki, karena tuan Oizumi menjanjikan bantuan finansial yang besar bagi Pandai. Sekarang perusahaan aman.
Naoki hanya bisa sedikit tersenyum. Ya iya lah, udah menjual hatinya sendiri, HUH!


Kotoko di kampus sedang menuruni tangga. Ia kemudian berfikir sejenak dan memilih sebuah jalan. Sementara Naoki di perusahaan masih memikirkan sesuatu.
"Irie-kun dan aku, mulai melangkah di jalur kami masing-masing."


"Dan kelanjutan jalan tersebut."


"Masa depan apa yang akan menanti kami?"

-END-

Komentar :

What The ?????
Ini toh episode galau, episode Naoki bodoh, episode yang nggak perlu di tonton?!!!!
Aku merasakannya! BETE banged ngeliat wajah Naoki di episode ini. BAKA! BAKA! BAKA! BAKA!
Orang bodoh mana yang mengorbankan kebahagiannya?! Bahkan semua orang tahu dan menentangnya melakukan hal seperti itu, tapi tetap saja dia nggak mau mengubah pikirannya. Kenapa ya? Hanya karena perusahaan ayahnya? OMG! Naoki bodoh banged deh!


Di episode ini aku suka banged sama KIn Chan. Harusnya kisah Kin Chan juga di bahas nih, pengorbanannya yang begitu besar. Kita semua tahu Kin Chan sangat tulus mencintai Kotoko. Bahkan meski dia adalah saingan cinta Naoki, jika seandainya Kotoko dan Kin Chan menikah sekali pun, aku sih nggak apa-apa. Soalnya suka banged sama Kin Chan. Part yang paling aku suka yaitu saat Kin Chan mengajak Kotoko kencan. Kelihatan banget dia sangat gugup, berusaha menyampaikan maksudnya dengan baik.
Pada akhirnya setelah ajakan kencan selalu di tolak, kali ini ia berhasil, seneng banged melihat wajahnya bahagia. Lega deh, disaat yang paling sedih bagi Kotoko ada Kin Chan yang menemani. Bagi siapa yang mendapatkan hati Kin Chan, aku rasa dia akan menjadi orang paling bahagia, ever!
*dari pada pria kayak Naoki, di kehidupan Nyata aku lebih pengin pria kayak Kin Chan yang bisa bikin aku ketawa, hehhehhehehheheheh


Adegan paling seru menurutku adalah adegan saat perjodohan. Mami Naoki beneran mau jadi ibu mertua jahat kalau Naoki menikah dengan Sahoko, wkkwkwkwkwkkw. Tapi aku akui usaha mami Naoki mampu mematahkan semangat Sahoko. LOL.
Dan usaha Sahoko juga pantas diacungi jempol tuh. Lucu banged saat adegan ulat bulu. Pas ulatnya nempel di hidung Kotoko, HAHHAHHAHAAH.
Ekspresi Kotoko itu lhoooo, dia buka mulut kayak hantu topeng itu, LOL.
Kotoko emang pas deh kalau soal ekspresi yang bikin ngakak hehehheehe, dan lagi, kayaknya dia sama Yuko memang pas deh jadi teman baik :)


Awalnya aku sempat ragu untuk melanjutkan sinopsis Itakiss yang udah hiatus beberapa minggu, padahal dramanya aja udah tamat, wkkwkwkwkwkkw.
Tapi mengingat tinggal 3 episode lagi, kan nanggung, akhirnya aku lanjutin aja. Jujur saja, episode yang pertama aku download pasca kukerta adalah episode 16. HAHAHAAHHAHA.
Karena banyak yang bilang lebih baik langsung nonton episode 16 aja. Tapi ternyata aku sedikit menyesal. Kenapa? Karena aku memutuskan membuat sinopsisnya, udah nonton episode 16, efek galau episode 14 jadi berkurang, HAHHAHHAHAHHAHA.
Jadi umpatan atas kebodohan Naoki juga berkurang, LOL. Harusnya kan aku nyumpah-nyumpah tuh, kwkwkkkwkwkw *inget puasa*


Episode selanjutnya kayaknya lebih bikin hati menyayat deh. Kin Chan melamar Kotoko. Terus acara resmi Naoki-Sahoko. Dan lagi Sahoko yang dateng ke rumah keluarga Irie. Aku harap Kotoko baik-baik aja deh. Gak tahan melihat wajah galau Kotoko.
Oia, drama ini sudah berakhir, dan aku happy banged saat tahu full ost-nya udah rilis. Aku menemukan 3 tempat untuk mendownload. Indowbster, Pelangi Music dan Virtual Voyage.
Jujur saja, aku mendoanload musiknya satu-satu dari pelangi music. Tapi yang di idws ada lagu tambahan. Tapi dengan 19 track itu aku udah sangat puas kok. Instrumennya keren. Dan lagi inserts songnya bagus-bagus. Edisi full Sabao!!!!


Drama ini beneran butuh Season 2 yak! Makanya para stalker itakiss LIT lagi gencar nyari info mengenai itu. Dan aku yakin bakal ada season 2 untuk drama ini. Kalian tahu? Malam tadi itakiss fans meet di Hongkong, sayangnya aku nggak bisa streaming. Yuki & Miki dateng! Beruntung banged deh fans HongKong.
Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -