ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Rabu, 04 September 2013

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)


******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 16 FINAL -Part 1-



Setelah episode 15 yang menguras hati karena pertunangan Naoki dan lamaran Kin Chan, kita memasuki babak baru yang ternyata lebih menguras hati.
"Kin Chan melamarmu???!!!!!"
Episode 16 diawali dengan kekagetan dua sahabat baik Kotoko, Jinko dan Satomi yang mengetahui bahwa Kotoko telah dilamar oleh Kin Chan.
Suara mereka bergema diseluruh ruangan kelas pagi itu. Mereka ingin segera menginterogasi Kotoko. Satomi menarik Kotoko untuk duduk di bangku.


Jinko tak tahan lagi dan langsung bertanya, Lalu kau jawab apa?
Kotoko mengatakan kalau ia belum menjawabnya. Tapi Satomi tetap penasaran, Lalu kau nanti mau bilang apa?
Kotoko masih bingung dan mengatakan ia belum tahu mau memberi jawaban apa. aku suka Kin Chan, tapi.... Aku selalu menganggapnya sebagai teman.
Satomi dan Jinko juga berfikir. Jinko setuju dengan pemikiran Kotoko. Tapi Satomi mengatakan menurutnya Kin Chan lebih baik dari pada Irie untuk bersama Kotoko.
Jinko bahkan kaget Satomi mengatakan hal itu. Satomi mengatakan kalau itu benar. Menurutnya Irie cuma akting saja, seolah suka pada Kotoko. Bahkan dia menciummu.Tapi dia malah bertunangan dengan wanita lain. Sebagai sahabat Kotoko, aku tidak bisa memaafkan dia.


Jinko memikirkannya dan kali ini dia setuju. Sementara Kin Chan selalu menyukai Kotoko.
Satomi mengingatkan Kotoko pernah mengatakan kalau menyenangkan bersama Kin Chan. Aku mengerti alasan kau kagum dengan Irie. Dia punya banyak hal yang tidak kau punya. Tapi jika kau ingin punya hubungan di jangka waktu yang lama, kalau kau ingin bahagia di sisa hidupmu, Kurasa Kin Chan orang yang tepat untukmu.
Kotoko memandangi Satomi yang sedang menasehatinya. Kotoko terlihat berfikir keras untuk hal itu, ia juga bingung apa yang harus dia lakukan.
Jinko juga menambahkan, Benar, seorang wanita lebih bahagia jika dicintai oleh pria lebih dari dia mencintainya.
Satomi bicara lagi, Ini waktu yang tepat memikirkan Kin Chan lebih serius.


Kotoko memandangi kedua sahabatnya itu bergantian. Kotoko juga berencana melakukan hal itu. Ia mengangguk sambil memikirkannya.


Di restoran Aihara, Kin Chan sedang melayani pelanggan. Kin Chan beneran bisa akrab dengan para pelanggan dan bahkan ngobrol dengan mereka.
Dari Jauh Kotoko menatap Kin Chan yang sedang bicara dengan pelanggan. Ia tersenyum melihat Kin Chan.


"Apa yang dipikirkan Irie-kun kalau ia tahu Kin Chan telah melamarku? Apakah dia akan sedikit terkejut? Atau...."

Episode 16 FINAL
~Keajaiban dari Bintang Jatuh~


Tuan Oizumi mengunjungi perusahaan Pandai. Ayah terlihat berterima kasih karena tuan Oizumi memberikan bantuan finansial bagi Pandai. Tuan Oizumi meminta ayah tidak membicarakan bisnis sekarang, karena mereka akan menjadi keluarga.
Tuan Oizumi mulai bertanya kapan upacara pernikahan akan dilangsungkan.
Ayah mengatakan kalau itu terserah pada tuan Oizumi.
Naoki tampak memikirkan sesuatu, lalu ia berkata, Ketua, ayahku sebenarnya menjalani operasi di akhir tahun. Anda tadi mengatakan kita akan jadi satu keluarga. Jadi aku tidak akan menyembunyikan apapun dari anda.


Ayah menegur Naoki, tapi Naoki tetap bicara. Tuan Oizumi sepertinya paham maksud Naoki, ia tersenyum.
Naoki mengatakan kalau sebaiknya upacara pernikahan diadakan setelah operasi. Dan ia juga akan lebih menghargai jika diadakan tahun depan.
Tuan Oizumi mengerti, karena ini adalah pernikahan Sahoko-nya yang berharga, mereka juga akan butuh banyak waktu untuk persiapan.
Lalu Tuan Oizumi excited dengan cucunya yang akan menjadi pengantin di bulan Juni. Dia setuju Naoki-Sahoko menikah tahun depan.


Tuan Oizumi kemudian harus pergi karena ada janji. Sebelum pergi, Tuan Oizumi mengatakan kalau ia merasa ini seperti mimpi, punya pria seperti Naoki dalam keluarganya.
Naoki dan tuan Oizumi bersalaman. Naoki mengucapkan terima kasih.


Malam harinya, Naoki dan Ayah pulang. Ibu menyambut keduanya dengan hangat. Ayah mengeluh betapa melelahkannya hari itu. Naoki mengingatkan kalau ayah belum sembuh benar, jadi harus istirahat.
Ayah mengiyakan.


Saat Naoki akan naik ke lantai dua, ayah memanggil namanya. Naoki menghentikan langkahnya dan menatap Ayah. Ayah menunduk dan mengucapkan terima kasih. Ibu yang berdiri di belakang ayah tersenyum.
Tapi kemudian ayah terlihat sedih lagi dan bertanya, Tapi apa kau yakin soal ini?
Naoki tidak merubah ekspresinya. ekspresi yang tetap menyebalkan, Naoki berkata, Aku yakin ayah mengerti saat bertemu Sahoko-san. Tidak ada yang harus diragukan untuk menikahinya.
Ayah hanya bisa tersenyum membenarkan hal itu. Naoki lalu naik ke lantai 2. Sementara ibu memandangi kepergian Naoki dan berkomentar sedih, Naoki benar-benar ingin menikahi Sahoko. Ayah hanya bisa menghela nafas, mau bagaimana lagi?
*Ya! Sahoko tu sempurna, calon isteri yang sempurna banget, bagi yang mencari kesempurnaan :'( tapi dia itu nggak akan cocok sama Naoki, masa udah nikah nanti gitu-gitu aja? Huft*


Kotoko ada di kamarnya, memandangi boneka pemberian Kin Chan saat melamarnya, sambil tiduran. Kotoko memainkan boneka itu di atasnya, memutar-mutarkan sambil memegangi tangan boneka.
Kotoko teringat bagaimana Kin Chan melamarnya. Lalu ia berfikir lagi, Menikah dengan Kin-chan? Rasanya tidak tepat bagiku...
Kotoko masih galau saat pintu kamarnya di ketuk oleh ayahnya. Kotoko dengan cepat menyimpan boneka itu di bawah bantal.


Ayah masuk ke kamar Kotoko, meminta Kotoko melihat sebuah brosur, rumah baru mereka. Ayah bertanya bagaimana menurut Kotoko, lebih besar dari yang lama bukan? Cuma jalan kaki dari stasiun, tapi biaya sewanya juga lumayan.
Kotoko berfikir sejenak dan berkata, Tapi ayah bilang ayah tidak suka tempat seperti ini. Ayah suka rumah keluarga kecil.
Ayah membenarkan, Yah, Janji yang kubuat dengan ibumu adalah kita akan punya rumah. Tapi kita tidak bisa beli rumah sekarang, jadi kita sewa dulu. Jika kau punya suami nanti, ayah akan berusaha, jadi ayah bisa bangun rumah dua keluarga.
Kotoko tersenyum pada ayahnya. Tapi ayah malah berkata, Tapi itu jika ada seseorang yang bersedia menikahimu.
Kotoko hanya bisa tertawa. Ia sepertinya teringat akan lamaran Kin Chan. Kotoko memainkan matanya, seolah ragu untuk bicara.


Tapi kemudian Kotoko mulai bicara, Uhmmm, ayah.... Kalau aku menikah dengan Kin-chan, ayah akan bahagia?
Ayah cukup terkejut dengan pertanyaan putrinya itu, Ap-Apa? Kau mau... menikah dengannya?
HAHAHHA, Ayah beneran gugup.


Kotoko tertawa dan mengatakan itu cuma 'kalau'.
Ayah lega dan kemudian ia berfikir dan berkata, Kinnosuke ya? Yah, dia punya potensi jadi koki yang hebat. Dia baik dan berhati lembut. Dia mungkin terlalu polos, tapi dia tulus. Ayah senang jika kau menikah dengannya, jadi dia bisa mengambil alih restoran ayah.
Kotoko tersenyum dan membenarkan perkataan ayah.
Tapi kemudian ayah mengatakan agar Kotoko jangan terpaksa menikah dengan Kin Chan. Perasaanmu lah yang terpenting bagi ayah. Jika pria yang kau cintai bisa membuatmu bahagia, ayah tidak peduli soal restoran.
Kotoko mengangguk dan sedikit tersenyum.


Kotoko kemudian mengalihkan pandangannya pada boneka panda topi merah yang ia sembunyikan di balik bantal.


Kin Chan sedang bersama Kotoko. Mungkin kencan lagi. Mereka sedang menaiki tangga taman dan Kin Chan meminta Kotoko untuk tidak melihat kebelakang.
Kotoko mengangguk, ia menutup matanya dan melindungi pandangan dengan tangannya.
Mereka tiba di atas tangga. Kotoko masih menutup matanya.
Kin Chan bersiap menyuruh Kotoko membuka matanya. TADAAAAAAAAA!!!!!!


Kin Chan sangat senang menunjukkan apa yang ada dibelakang Kotoko. Lokasi yang tentu saja tidak asing sama sekali bagi Kotoko, karena itu lokasi kencan pertamanya dengan Naoki.
Kin Chan tentu saja tidak tahu dan sibuk bertanya bukankan tempat itu bagus?
Kotoko sempat kaget dan tak bisa bilang apa-apa. Ia teringat saat ia dan Naoki kencan disana.
Kin Chan tak tahu reaksi Kotoko saking senangnya dan menggandeng tangan Kotoko mengajaknya ke arah tepi sungai / laut.


Kin Chan membawa Kotoko berlari ke tempat yang sama saat Kotoko dan Naoki curhat sambil makan burger.
Kin Chan asyik mengagumi tempat itu tanpa tahu ekspresi Kotoko yang terlihat sedih lagi.
Kotoko sendiri teringat apa yang terjadi di tempat itu, Bagaimana Naoki mengatakan padanya kalau Naoki tak keberatan tinggal serumah dengan Kotoko. Dan juga Naoki yang tidak membencinya.


Kotoko melamun. Kin Chan baru menyadarinya, ia berbalik ke arah pandangan Kotoko dan mengatakan kalau Rainbow Bridge ada disana.
Tapi Kotoko diam saja. Bahkan Tidak menyadari Kin Chan yang memanggilnya berkali-kali.
Saat akhirnya Kotoko sadar, ia kembali tersenyum, berpura-pura kalau ia baik-baik saja.
Kin Chan berfikir kalau Kotoko lapar, jadi mereka berencana makan dulu sebelum jalan-jalan. Kin Chan bahkan berteriak seolah menyanyi, kau tak bisa bertarung kalau kau lapar.
Kotoko dan Kin Chan sama-sama tertawa. Kotoko membenarkan dan mengajak Kin Chan makan.


Saat akan meninggalkan tempat itu, langkah Kotoko terhenti saat ia mendengar sebuah suara yang mengagumi Rainbow Bridge. Kin Chan heran kenapa Kotoko berhenti. Kotoko mengenali suara itu yang tak lain adalah suara Sahoko.
Kotoko segera berbalik, dan benar saja, Sahoko dan Naoki rupanya ada disana juga.
Kin Chan juga melihat Naoki dan terlihat kaget.
Kotoko lebih kaget lagi, ia menarik Kin Chan ketepi dan pura-pura tak melihat mereka.


Kin Chan bertanya, gadis disampingnya itu tunangannya?
Kotoko mengangguk mengiyakan. Kin Chan kesal karena kelihatannya Sahoko itu gadis dari keluarga kaya.
Kotoko dan Kin Chan pura-pura sibuk tak melihat Irie dan Naoki, tapi tingkah mereka memang mencurigakan.


Saat Naoki dan Sahoko lewat, tentu saja Sahoko sadar kalau itu adalah Kotoko.
Kotoko berbalik karena tak bisa menghindar lagi, ia tersenyum menyapa Sahoko dan mengatakan senang sekali bicara pada Sahoko kemarin.
Sahoko mengatakan, kebetulan sekali. Kau juga kencan?
Kin Chan dan Kotoko saling memandang dan tertawa. HAHAHHAHHH.


Naoki memperkenalkan Sahoko sebagai tunangannya pada Kin Chan. Kin Chan juga memperkenalkan diri pada Sahoko. Tapi ia tidak mengataakn kalau ia pacar Kotoko, ia mengatakan dia adalah koki di restoran ayah Kotoko.
Sahoko tampak kagum dan bertanya, jadi kau penerus restorannya?
Tapi Kin Chan membantah dan mengatakan ia hanya murid magang.


Kotoko tersenyum kemudian bertanya kenapa Sahoko-san ada disana?
Sahoko mengatakan kalau mereka sebenarnya akan ke pameran seni di Ginza. Tapi Naoki mengusulkan mereka kesana sebelum ke Ginza. Sahoko berkata kalau Naoki mengatakan disini adalah tempat yang menyenangkan.
Naoki ikutan bicara dan mengatakan Sahoko ingin merasakan alam terbuka.
Kotoko hanya bisa tersenyum. Ia berfikir dan wajahnya mulai tampak sedih.
"Dulu disini kencan pertama kita, dan kau membawa Sahoko-san ke sini juga? Bagi Irie-kun kencan pertama kami tak berarti apa-apa. Kurasa dia tak peduli soal itu."


Sahoko kemudian punya ide untuk double date bersama Kotoko dan Kin Chan ke pameran Francis Bacon.
Tapi sayangnya, Kotoko dan Kin Chan terlalu bodoh untuk tahu kalau F. Bacon adalah sebuah nama. Kotoko dan Kin Chan malah bingung, B-Bacon?
Tiba-tiba Kin Chan berkata, kalau ia dan Kotoko lebih suka sosis dari pada daging. (kalau nggak salah cara pengucapan daging bebek / apa itu = bacon).
Sahoko heran dengan keduanya. Sementara Naoki tampak tertawa mengejek.


Naoki berkata kalau Sahoko tak perlu memaksa mereka. Sahoko terkejut.
Naoki mengatakan kalau Kotoko dan Kin Chan pasti akan bosan ada di tempat seperti itu. Mereka harus tetap di level mereka.
Sahoko terkejut melihat sikap Naoki yang cukup kasar.
Kotoko dan Kin Chan tampak kesal dan marah. Terutama Kin Chan, Level kami? Apa maksudmu, Irie?
Kotoko ikutan marah, Benar! Kau mau bilang kalau kami bodoh?!
Dengan santai Naoki berkata, Apa aku salah?
Sahoko masih terkejut dan menegur Naoki.
Kin Chan menatap Naoki dengan kesal dan menghela nafas. Kotoko juga tak tahan lagi dan mengajak Kin Chan pergi dari sana, Kita lakukan hal yang sesuai dengan level kita!


Kotoko memegang lengan Kin Chan dan menariknya dari sana.
Sahoko merasa tak enak dan memanggil Kotoko. Kotoko berbalik dan tersenyum pada sahoko, Sahoko-san, silakan nikmati daging sepuasmu. Kami akan makan sosis sampai kenyang. Sampai jumpa.
Kotoko lalu berjalan dengan cepat sambil memegang tangan Kin Chan. Kemudian Naoki memanggilnya. Kotoko berhenti dan berbalik, terpaksa Kin Chan juga berhenti dengan lucu karena tertarik oleh Kotoko.LOL.


Yang ingin dikatakan Naoki hanyalah, kalian berdua sangat cocok.
Kotoko tersenyum dan berterima kasih. Kotoko dan Kin Chan pun melanjutkan perjalanan mereka.


Naoki masih memandangi kepergian keduanya saat Sahoko bertanya ada apa dengan Naoki, Naoki tak seperti dirinya biasanya, berkata kasar pada Kotoko.
Naoki menatap Sahoko, bukan seperti aku?
Sahoko kelihatan agak takut. Tapi kemudian Naoki tersenyum, Jangan khawatir. Aku tidak akan katakan itu padamu.
Sahoko menatap Naoki. Kemudian ia tertunduk. Sahoko sepertinya menyadari sesuatu.
Naoki heran dengan reaksi sahoko dan memanggilnya.


Sahoko masih menunduk. Ia berkata kalau Naoki adalah pebisnis hebat dan tahu segalanya. Tapi kau tidak tahu perasaanmu sendiri, Naoki-san.
Sahoko tak sanggup memandang Naoki. Tapi mood Sahoko memang tidak baik setelah melihat Naoki hari ini dan ia memutuskan untuk pulang.


Naoki memandangi kepergian Sahoko. Naoki diam saja, ia menghela nafas.
Waktu berlalu dan Naoki masih berdiri di tempat yang sama. Merenung, mungkin?


Kotoko dan Kin Chan ada disebuah restoran, mereka memesan satu porsi sosis. Kotoko makan dengan dua garpu dan masing-masing ada dua sosis. Kotoko makan dengan lahap dan mengatakan kalau ia kesal.
Kin Chan khawatir melihat Kotoko dan bertanya apa Kotoko baik-baik saja?
Kotoko rupanya badmood juga sama Kin Chan, dengan ketus ia bertanya, Soal apa?
Tapi Kin Chan menyuruhnya melupakan hal itu dan makan saja sepuasnya.
Kotoko setuju dan makan terus makan dengan lahap. Lucu deh, apalagi dengan wajah kesal.


Sementara itu di rumah, Ayah Kotoko akhirnya menyampaikan keputusannya akan pindah rumah pada ayah dan ibu Naoki. Iri-chan mengatakan bagi mereka sama sekali tak masalah Kotoko dan ayah tinggal di rumah mereka.
Tapi ayah mengatakan tidak bisa. Bagaimanapun Naoki akan menikah. Dan ini waktunya mereka pindah.
Ibu lagi-lagi tambah galau. Ibu menunjukkan wajah sangat sedih dan mengatakan kalau ia merasa semuanya telah berakhir.
Ibu tak dapat menahan air matanya dan ia menangis.
Ayah Naoki juga terlihat sedih. Malam itu para orang tua bersedih.


Di restoran aihara, akhirnya tutup malam itu. ayah meminta yang lain mengurus piring kotor karena ia mau menemui pelanggan. Sementara Kin Chan menyuruh Odawara pulang, biar ia dan Kotoko yang membereskan sisanya.
Karena besok hari minggu, Kin Chan bertanya apakah Kotoko punya acara besok.
Kotoko menjawab tidak. Kau mau ke suatu tempat?
Kin Chan mengatakan tidak, kau mau belajar bersama?
Kotoko cukup kaget, belajar?
Rupanya Kin Chan ingin mengajari Kotoko membuat makanan jepang dasar. Lagi pula ia ingin mencoba membuat menu lagi, jadi Kotoko bisa mencicipi makanannya dan mereka bisa belajar memasak bersama.
Kotoko tampak sangat senang dan setuju dengan ide itu.


Naoki pulang ke rumah. Ibu yang mabuk menyambutnya dan tak lupa mengatakan kalau Kotoko belum pulang. Ibu mengeluh karena belakangan Kotoko sering pulang terlambat karena bersih-bersih restoran, Tapi menurutnya kali ini berbeda, mungkin Kotoko pacaran dengan Kin Chan. Dan ibu shock lagi, dia mungkin tidak pulang malam ini!
Naoki hanya bisa menghela nafas kemudian mengatakan kalau ia akan tidur. Tapi ibu berlari mendekatinya dan menghentikannya.
Ibu dengan wajah sedih mengatakan kalau Kotoko dan Ayahnya akan pindah. Kau tidak apa-apa?
Naoki tidak menjawab dan langsung naik ke lantai 2 meninggalkan ibu yang kelihatan sedih melihat reaksi Naoki.
Tapi begitu sampai di atas, Naoki berhenti di depan pintu kamarnya. Ia kelihatan berfikir dan masuk ke dalam kamarnya.
-apakah dia memandangi pintu kamar Kotoko?-


Well, kenapa tiba-tiba Naoki datang ke kampus? Atau kenapa tiba-tiba Naoki datang ke klub tenis?
Yang jelas Sudo senpai mengatakan kalau Kotoko tidak latihan hari ini.
Sudo menyindir Naoki, meski kalian tinggal serumah, kalian tidak saling tahu.
Naoki mengatakan ia sering pulang terlambat karena sibuk bekerja.
Naoki akan meninggalkan Sudo senpai saat Sudo berkata kalau ia mendengar Naoki akan menikah. Sudo senpai mengucapkan selamat.
Naoki tersenyum dan berterima kasih.


Diluar lapangan tenis, Yuko sudah menunggu Naoki. Begitu melihat Naoki, Yuko menyapanya, lama tidak bertemu.
Naoki bertanya kabar Yuko. Yuko menjawab kalau ia baik-baik saja, meski Naoki sudah menolaknya.
Yuko kemudian dengan serius bertanya, Kau mau berhenti kuliah?
Naoki mengangguk, mungkin.
Yuko mengerti. Kemudian Yuko berkata kalau ia tidak suka pada gadis itu (Sahoko). Membosankan jika aku tidak bisa menjelek-jelekkannya.
Naoki tersenyum, bener-benar kau, Matsumoto.
Yuko tersenyum, kemudian ia berkata, Ku harap kau tetao keren dan menarik meski sudah menikah.
Naoki mengangguk dan tersenyum. Yuko kemudian meninggalkan Naoki dan Naoki meninggalkan tempat itu.


Naoki masih berjalan disekitaran kampus, lalu ia bertemu dengan Jinko dan Satomi yang terkejut melihat Naoki ada di kampus.
Naoki dengan santai mengatakan, Apa ada yang salah? aku cuti sementara, tapi aku masih terdaftar.
Jinko berkomentar, Hmmmmm, sayangnya Kotoko sudah pergi hari ini. Sayang Sekaliii~~!
Jinko dan Satomi berwajah seolah mengejek Naoki. heheeheehe.
Tapi Naoki dengan kejam mengatakan kalau ia tidak menanyakan Kotoko.
Naoki pun melanjutkan perjalanannya.


Jinko dan Satomi masih saja ingin memanas-manasi Naoki, jadi mereka mengikutinya.
Jinko mengatakan kalau hari ini Kotoko pergi ke restoran.
Lucunya, jika Naoki tidak peduli harusnya tidak usah di ladeni, tapi Naoki terpancing juga, Restoran? Tapi hari ini kan tutup.
Satomi tertawa mengejek, jadi kau tahu? Tapi dia ke restoran di hari libur, supaya bisa belajar dengan Kin Chan.
Naoki makin terpancing, Belajar bersama?
Jinko pun ikutan bicara, pasti itu cuma alasan. Kotoko akan menjawab lamaran Kin Chan.


Dan Naoki akhirnya tak bisa bersikap tak peduli lagi. Ia terkejut, menghentikan langkahnya dan bertanya memastikan, Lamaran?
Jinko makin keasyikan, Oh, kau tak tahu? Kin Chan sudah melamar Kotoko.
Satomi yang merasa kalau seharusnya Jinko tak bicara sejauh itu menegur Jinko. Ia menyuruh Jinko menutup mulutnya.
Tapi Jinko tidak peduli. Ia bahkan seolah mengelilingi Naoki dan berkata, Seseorang sudah memutuskan untuk menikah dengan gadis kaya. Awalnya dia sangat tertekan. Tapi akhirnya, dia mulai sadar akan cinta sejatinya.


Tampak wajah Naoki yang sudah tidak biasa lagi. Ia memutar bola matanya.
Jinko terlalu bersemangat mengatakan hal itu, dan meminta pendapat Satomi, meski Satomi pada akhirnya menjawab, HAH?
Lalu Jinko memberi kode kode agar Satomi juga ikutan memanas-manasi Naoki. Satomi sadar dan membenarkan ucapan Jinko.
Satomi pun berdiri di hadapan Naoki dengan gagah dan berkata, Cinta sejati sama sekali tidak berpengaruh pada uang, status atau jabatan.
Jinko membenarkan. Dengan suara lembut, Jinko berkata, Yah, kami mau kencan dengan pacar kami sekarang. Sampai jumpa.
Satomi juga ikutan, AAAH, kencan dengan seseorang yang kucintai membuatku bahagia, meskipun kita tidak kaya!
Jinko membenarkan dan mereka permisi pada Naoki yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perkataan Jinko dan Satomi. HAHAHHAHHA.


Jinko dan Satomi berlari dengan penuh kebahagiaan karena berhasil mengungkapkan kekesalan pada Naoki, atau lebih tepatnya memanas-manasi Naoki.
Naoki masih berdiri disana, dan di wajahnya kita bisa melihat kalau dia tidak tenang.


Jinko meluncur di bangku taman kampus dengan bahagia.
Jinko memang terlihat paling senang mengerjai Naoki. Satomi mengingatkan kalau Kotoko belum bilang apa-apa untuk jawaban lamarannya. Apa tidak masalah kita mengatakan hal itu padanya?
Jinko bangkit dan duduk, dengan suara lucunya ia berkata kalau ia akan sangat menyesal jika tidak mengatakan hal yang tadi. Itu adalah pelajaran yang berharga untuk si brengsek yang tidak punya hati!
Satomi akhirnya mengerti dan setuju. Mereka berdua mengungkapkan kesenangan hati mereka, hehhehehehe. I Like Jinko Jinko Jinko!!!!


Di restoran, Kin Chan menghidangkan makanan buatannya. Seperti biasa, makanan buatan Kin Chan sangat mengagumkan, Kotoko memujinya. Kotoko mengatakan masakan Kin Chan sama sekali tidak terlihat seperti daging dan kentang.
Kin Chan tertawa dan mengatakan kalau menikmati makanan jepang, bukan hanya lewat lidah, tapi juga lewat mata. Menghias makanan itu sangatlah penting.
Kotoko mulai mencobanya dan memuji masakan Kin Chan yang enak. Ia bahkan belum pernah mencoba makan daging dengan kentang.


Kin Chan duduk disamping Kotoko dan berkata, Hidangan mewah itu bagus, tapi hidangan rumahan yang semua orang tahu, seperti hidangan daging dan kentang, akar gobo tumis, tahu goreng, Aku mau buka restoran yang menyediakan hidangan itu. Orang-orang mengembangkan cita rasa mereka dirumah. aku mau buat masakan rumahan dengan bahan terbaik. Dan orang-orang akan tahu betapa luar biasanya hidangan itu. Restoran dengan gaya rumahan, lalu pemiliknya seorang gadis yang baik dan dicintai oleh semua orang. Kita akan jalankan restoran bersama.
Kin Chan menatap Kotoko. Kotoko cukup terkejut mendengarnya, perlahan senyum di wajah Kotoko menghilang. Berganti dengan senyuman sedih.


Naoki masih dalam perjalanan. Ia kepikiran mengenai kata-kata Satomi dan Jinko. Kelihatannya Naoki ini lagi nggak konsentrasi jalan.
Tiba-tiba hujan turun. Naoki tidak berlindung, ia berdiri di bawah hujan sore itu. Ia menatap langit.
Naoki kemudian menunduk sedih, lalu ia menatap langit lagi.
Aku tahu saat itu adalah saat tersulit dalam hidupnya, yang berhubungan dengan cinta. Naoki galau, dan gaya galaunya COOL :)
Di bawah guyuran hujan, Naoki sendirian.


Kembali ke restoran. Kotoko masih menatap Kin Chan. Kin Chan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Kotoko, membetulkan posisi duduknya dan mulai bicara serius, Kotoko. Kau bisa memberiku jawabannya sekarang?
Kotoko tampak mengerutkan kening. Perlahan ia mengalihkan pandangannya dari wajah Kin Chan. Kotoko tampak gugup dan bingung.
Kotoko akhirnya bicara setelah diam beberapa saat, Maaf, tapi aku butuh waktu lagi untuk memikirkannya.
Kin Chan tampak kecewa. Jawaban Kotoko sama saja artinya bahwa Kotoko masih belum bisa melupakan Naoki. Kin Chan bertanya seolah marah, Jadi aku belum bisa melupakan Irie?
Kotoko dengan cepat menjawab bukan.
Kali ini Kin Chan meninggikan suaranya, Lalu apa?!


Kotoko terkejut melihat Kin Chan seperti itu. Kali ini Kin Chan bneran tampak rapuh. Kin Chan berkata, aku mencintaimu sudah lama. Kau tidak mengerti. Dia sangat cuek. Kenapa kau suka padanya?
Kotoko ingin bicara, tapi Kin Chan memotongnya dengan berkata kalau ia akan membuat Kotoko melupakan Naoki.


Tiba-tiba Kin Chan memegang bahu Kotoko dengan kuat. Kin Chan seolah akan memaksa Kotoko.
Kotoko ketakutan dan tanpa sadar ia meneriakkan nama Irie.
Spontan Kotoko terkejut. Kin Chan juga terkejut, ia melepaskan Kotoko.


Kotoko terdiam. Ia mulai tampak sedih lagi. Kotoko meminta maaf pada Kin Chan. Kotoko masih berfikir.
Kin Chan tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menghela nafas, menahan rasa sakit dihatinya. Ia mengerti, Kotoko masih mencintai Naoki.
Kotoko mulai menangis dan meminta maaf pada Kin Chan. Karena bagaimana pun itu benar.
Kotoko kemudian berlari meninggalkan Kin Chan sendirian.


Kin Chan masih di restoran. Ia mulai tertawa, tapi kemudian menangis. Kin Chan merasa sakit hati, sedih + marah. Ia bahkan menjatuhkan masakan buatannya.
Kin Can menangis dengan sedih. :'(
Penantiannya bertahun-tahun pada akhirnya tidak berhasil.


Malam itu, hujan turun dengan deras. Kotoko berlari di tengah guyuran hujan. Ia menangis.
"aku memang bodoh. Aku membuat Kin-chan mengharapkan sesuatu karena sikapku yang salah. Tapi pada akhirnya, yang terucap dibibirku adalah 'Irie-kun'."


Kotoko tiba di dekat pohon, dimana disana ia pernah menangis karena Naoki tidak mencintainya.
"Aku telah lama berfikir dan menderita, dan menyerah. Tapi tetap saja selalu 'Irie-kun'."
Kotoko bersandar di pohon, menangis, dan mengatakan kalau ia tak tahu harus bagaimana lagi."


Hujan semakin deras. Kotoko terduduk di bawah pohon sambil menangis. Suara hujan malam itu mengiris hati Kotoko, namun tiba-tiba titik air hujan berhenti di dekatnya. Sebuah payung transparan ada di atasnya. Kotoko mendongak.
Sebuah suara menyapanya, "Hey".
Kotoko terkejut karena itu adalah Naoki, Irie-kun, Kenapa?


Naoki berdiri memayungi Kotoko yang masih berjongkok, ia mengatakan kalau ia datang menjemput Kotoko.
Kotoko cukup kaget, menjemputku?
Naoki mengulurkan tangannya. Kotoko masih heran, tapi ia menyambutnya dan berdiri.
Naoki pun melangkah pergi dan Kotoko mengikutinya.


Malam itu, keduanya berjalan di bawah derai hujan dengan payung transparan.
Naoki bertanya, Kau bersamanya?
Kotoko mendongak, apa?
Naoki : Maksudku Ikezawa.
Kotoko : Ah, Iya.
Dengan tenang Naoki berkata, aku dengar dia melamarmu.
Kotoko kaget lagi, Benar. Aku tidak sebodoh itu, tahu.
Naoki bertanya, Kau jawab apa?
Kotoko dengan kesal menjawab, Apapun yang ku katakan padanya bukan urusanmu. Karena kau akan menikah dengan Sahoko-san.
Naoki dengan tenang berkata, benar.
Kotoko berkata kalau ia akan pindah dari rumah Naoki. Ayah dan aku sudah memutuskannya. Dan aku akan menikah dengan Kin Chan.


Naoki terdiam. Kotoko masih melanjutkan kata-katanya, aku dan Kin Chan akan mengambil alih restoran ayah....
Tapi tiba-tiba Naoki memotong pembicaraan, Kau mencintainya?
Kotoko mengatakan kalau Kin Chan sudah sangat mencintainya sejak kelas satu SMA.


Naoki mulai kesal. Ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kotoko, Kau mencintai seseorang cuma karena dia cinta padamu?
Kotoko menjadi kesal, apa? memangnya kenapa? Bertahun-tahun cintaku bertepuk sebelah tangan dan aku lelah mencintai seseorang yang tidak mencintaiku. Kau harus pikirkan Sahoko-san. Tinggalkan aku.........


Belum sempat Kotoko menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Naoki memegang bahu Kotoko dan berteriak, Kau mencintaiku! Kau tidak bisa mencintai orang lain selain aku.
Kotoko terkejut dengan sikap Naoki. Tapi meski ia terkejut, Kotoko merasa kalau ia dipermainkan lagi, makanya ia marah. Kotoko menangis dan berkata, Kau narsis. Ya, Ya, Iya! Tapi sama saja! Kau sama sekali tidak mencintaiku. Kau tidak mencintaiku....!


Tiba-tiba Naoki mendekatkan wajahnya dan mencium Kotoko. Seolah-olah suara hujan berhenti, hujan melambat.
Kotoko terkejut, ia membelalakkan matanya menyadari apa yang baru saja terjadi.
Naoki menatap Kotoko, Jangan pernah katakan cinta, pada pria lain selain aku.
Kotoko masih belum yakin. Ia terkejut. Tapi kemudian ia sedikit tersenyum dan bergumam, ciuman kedua.


Naoki menatap Kotoko dan mengatakan kalau itu yang ketiga.
Kotoko terkejut. Naoki sedikit tersenyum dan mengatakan kalau Kotoko tak perlu menghitungnya lagi mulai dari sekarang.


Naoki kembali mencium Kotoko. Lalu memeluk Kotoko dengan penuh cinta.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!
*tarik nafas! Hembuskan.........................*

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 16 FINAL -Part 2-



Di rumah keluarga Irie, para orang tua sedang membicarakan mengenai kepindahan keluarga Aihara. Sementara itu yuuki ada disana dan memain-mainkan kakinya, LOL.
Ibu mengatakan kalau ia akan sangat merindukan Kotoko dan ayahnya. ayah berkata ia akan sering berkunjung.
Ibu mendengar suara pintu terbuka, dan ibu ingin menyambut kepulangan Kotoko atau Naoki.
Tapi ia sangat terkejut melihat Kotoko dan Naoki pulang bersama basah kuyup, bergandengan tangan pula ^^


Ibu heboh sendiri dan ingin mengambilkan handuk. Tapi Naoki mengatakan sebelum itu, ia ingin mengatakan sesuatu. Ia juga ingin ibu mendengarnya.
Semuanya tampak terkejut karena ini hal yang tiba-tiba.
Naoki perlahan menatap ayah Kotoko dan mengatakan kalau ia ingin bicara. Ayah Kotoko mengatakan kalau Naoki harus ganti baju dulu. Tapi Naoki tetap bicara.
Naoki berkata, Bersama Kotoko-san, Izinkan aku menikah dengan putri anda.


Ayah Kotoko, Ibu, Ayah Naoki dan Yuuki bahkan Kotoko sangat terkejut mendengarnya. Kotoko masih bingung dan memanggil nama Irie-kun.
Ayah Naoki juga terkejut, A-a-apa kau se-serius, Naoki?


Naoki mengatakan kalau ia serius. akhirnya ia menyadarinya. aku.... Ingin menikah dengan Kotoko. Tentu saja tidak secepatnya. aku akan pastikan Oizumi-san menyetujuinya. Setelah perusahaan pulih dan manajemen sudah seperti semula. Tapi aku tidak bisa pikirkan orang lain, Tapi hanya dia yang aku inginkan.
Melalui sudut matanya, Naoki menatap Kotoko yang masih terkejut. Ia tak percaya kalau Naoki akan mengatakan hal itu.
Mata Naoki beralih ke arah ayah Kotoko, Tuan Aihara, maukah kau mengizinkan kami?


Ayah masih berdiri. Ia tak tahu harus menjawab apa. Ayah berkata, Naoki-kun, dia tidak bisa apa-apa, kau tahu itu?
Naoki : aku tahu itu.
Ayah : Dia tidak cerdas.
Naoki : aku tahu.
Ayah : Dia tidak bisa memasak.
Naoki : Aku tahu.
Ayah : Dia ceroboh dan terburu-buru. Dia selalu saja membuat kesalahan.
Naoki : aku tahu.
Ayah menangis, ia menatap Kotoko dan Naoki bergantian, sementara Kotoko hanya bisa gigit bibir.
Ayah : Tapi, dia ceria dan punya keberanian. Dia gigih dan cantik.
Naoki tersenyum : aku tahu.
Kotoko terkejut mendengar itu, bahwa Naoki juga menyadari kelebihannya.


Ayah masih menangis terisak karena terharu. Akhirnya ayah berkata, Naoki-kun, Tolong jagalah Kotoko.
Ayah bahkan sampai membungkuk di hadapan Naoki.
Naoki tersenyum dan mengiyakan. Ia bertanya pada Kotoko, apakah kotoko tidak masalah dengan hal ini -lamaran-
Kotoko menatap Naoki. Meski ia masih terkejut, akhirnya Kotoko bisa tersenyum dan mengiyakan.


Kemudian yang heboh berikutnya adalah ibu, ia menjadi orang yang paling bahagia selain Kotoko saat itu. Ia langsung memanggil Kotoko dan memeluknya.
Ia mengatakan kalau hari seperti ini sudah lama ia nantikan. Kotoko dan ibu tertawa bahagia sambil berpelukan.


Kali ini Naoki akan meminta izin pada ayahnya. Naoki meminta maaf pada ayahnya atas keegoisannya. Ia tahu tindakannya ini akan membahayakan dukungan finansial dari tuan Oizumi dan akan menjadi kerugian besar bagi Pandai.
Ayah berfikir keras dan membenarkan kalau ini akan menjadi masalah besar bagi Pandai.
Melihat reaksi suaminya, ibu menegur dan menurutnya itu tidak masalah.
Tapi ayah mengatakan kalau sebagai presdir, ia tak ingin karyawannya bertindak egois.
Ayah tampak marah. Kotoko menjadi khawatir karenanya. Tapi kemudian ayah berkata, Jika kau masih ingin menikah dengan Kotoko-chan, ada satu syaratnya.


Ayah berdiri dan menatap puteranya, Kau harus mengundurkan diri dari Pandai.
Ibu terkejut mendengarnya. Tapi ayah belum selesai bicara, Dan kau harus kembali kuliah dan belajar menjadi dokter.
Naoki terkejut ayahnya mengatakan hal itu. Ia heran kenapa ayahnya tahu mengenai impiannya. Kotoko juga terkejut.
Ayah tersenyum dan berwajah seperti biasanya, ia mengatakan kalau ia tahu Naoki menyembunyikan hal itu. Jangan meremehkan ayahmu. aku sudah tahu. aku membangun pandai. Jadi aku bertanggung jawab membangunnya kembali. Aku akan bicara pada Tuan Oizumi. Jadi kau harus mengejar mimpimu bersama Kotoko-chan.


Naoki terlihat lega dan bahagia. Meskipun di wajahnya hanya sedikit senyum. Kotoko juga menjadi orang paling bahagia atas hal itu. Ia tersenyum senang.
Naoki berterima kasih pada ayahnya dan membungkuk. Ayah tersenyum melihat puteranya.
Tapi kemudian Kotoko sadar, Bagaimana dengan perusahaan anda?
Ayah juga bingung mengenai hal itu, ia menghela nafas. Tapi kemudian yuuki menawarkan diri untuk mengambil alih perusahaan ayahnya. Butuh waktu yang lama, jadi ia berharap ayahnya berusaha sampai pada waktunya.


Yuuki menatap kakaknya dan mengatakan kalau dengan begitu maka kakaknya bisa menjadi dokter. Naoki tersenyum dan menyetujuinya. Naoki mengatakan kalau ia mengandalkan Yuuki.


Kemudian ibu mulai ribut lagi atas rasa syukurnya karena semuanya kembali berjalan dengan baik. Sedangkan ayah Kotoko masih sibuk mengelap air matanya, hehehehe.
Ibu menarik Kotoko dan mengatakan kalau sekarang mereka benar-benar bisa menjadi satu keluarga.
Malam itu keluarga Irie dan aihara berbahagia. Ibu paling heboh dan masih memeluk Kotoko. ayah Naoki menyuruh mereka ganti baju agar bisa merayakan kebahagiaan ini. :D


Kotoko ada di kamarnya bersiap akan ganti baju saat Naoki dengan nakal menutupi wajah Kotoko dengan handuk.
Naoki menggulung handuknya agar wajah Kotoko kelihatan.
Kotoko terkejut dengan tindakan Naoki, tapi ia berusaha menikmatinya, hehehhehe.
Naoki menaruh tangannya di kedua pipi Kotoko. Kotoko membuat wajah kawaii. Kotoko tersenyum pada Naoki yang juga tersenyum padanya.
Mereka berdua tampak gugup, tapi aku rasa Kotoko jauh lebih gugup. Mereka berdua diam-diaman saja sampai akhirnya Kotoko mulai bicara, aku takut.


Kotoko mengatakan kalau ia merasa Naoki akan berubah jadi Naoki yang jahat lagi saat ia terbangun besok.
Kotoko memandangi Naoki, menunggu katak-kata keluar dari mulut Naoki. Naoki memandangi tempat tidur Kotoko dan malah menawarkan diri, Jadi kau mau tidur denganku?
Kotoko terkejut dan mengatakan bukan itu maksudnya. -LOL. cara Kotoko kaget itu malah lebih mirip, 'maksudnya bukan itu, tapi kalau Naoki mau dia juga mau', HAHAHHAHA-
Naoki gemes dan mengacak-acak rambut Kotoko yang masih terbaut handuk, dengan tangannya.
Naoki tersenyum.


Kotoko tampak malu. Ia tak berani menatap wajah Naoki. Tapi ia penasaran jadi ia menatapnya sesekali.
Kotoko menatap Naoki dan bertanya, Kau yakin kau menginginkanku?
Naoki mengangguk dan dengan singkat menjawab, Ya.
Kotoko tersenyum bahagia, dan akhirnya mengatakan, Aku mencintaimu, Irie-kun.
Naoki tersenyum, mengatakan kalau ia tahu lebih dari itu.
Kotoko tertawa, tapi ia tetap merasa sedih karena ia tidak tahu kalau ternyata Naoki menyukainya.
Naoki menatap Kotoko dan mengatakan kalau Kotoko sudah menaklukkannya.


Naoki lalu menarik Kotoko masuk ke dalam pelukannya dan mengatakan kalau ia mencintai Kotoko.
Kotoko tersenyum bahagia. Mereka berpelukan sangat erat.
-Akh! pengin nangis-


Saking bahagianya, mereka nggak sadar seseorang membuka pintu dan mengambil gambar mereka. HAHHAHAHHA.
Ulah siapa lagi kalau bukan mami Naoki. HAHAHAHHAHA.
Mami sangat bahagia, dia pun memikirkan di hari minggu kapan mereka harus mengadakan upacara pernikahan agar lebih awal?
HAHAHAHAHHAHA. Ibu tersenyum nakal begitu mendapat ide.


Keluarga Irie dan aihara sedang mengikuti mami Naoki yang mengajak mereka keluar bersama. Yuuki mengeluh karena sudah berjalan sangat jauh, dan bertanya apa mereka sudah sampai.
Ibu mengatakana sebentar lagi.
ayah Naoki juga kelelahan dan mengatakan kalau ini terlalu pagi di hari minggu. Ayah Naoki minta maaf pada ayah Kotoko.
ayah Kotoko mengatakan tidak masalah. Ia bertanya pada mami, kemana mereka sebenarnya akan pergi.
Mami menghentikan langkahnya dan tertawa sambil berkata, Ke Pernikahan.
Semuanya terkejut, Apa???


Ibu lalu menyuruh mereka untuk me lihat ke suatu arah dan TARAAAAAAAAAAA!!!!
Sebuah gereja.
Kotoko tiba-tiba berfikir dan sebelum sempat mengatakannya, ibu sudah memotong, mengatakan, Tentu saja pernikahan Naoki dan Kotoko-chan.
Semua terkejut. Naoki mulai marah kalau ia bahkan belum tahu.
dengan santai ibu menjawab itu karena ia sengaja tidak memberitahu.


Kotoko mulai excited dan menanyakan lagi apa benar mereka akan menikah hari ini, bukan hanya cek tempat?
Ibu kemudian mengatakan : Hadiah Kejutan!!!
Dengan tawanya yang khas ibu meninggalkan yang lain yang masih dalam keterkejutan.
LOL.


Ibu menuju pintu gereja dan membuka pintu. Kotoko dan Naoki ada di belakang ibu dan terlihat kaget,
Di dalam sudah ada tamu special yang sengaja di undang ibu untuk pernikahan ini, tentu saja teman-teman Kotoko dan Naoki : Selamat atas pernikahan kalian!
Ada Jinko, Satomi, Ayako, Yuko, Sudo-san, pacar Ayako, pacar Jinko, pacar Satomi, Watanabe, temannya Kin Chan, dan kayaknya ada odawara san dan satu orang yang ga aku kenal, wkwwkkwwkwkwkw.
Semuanya memberi tepuk tangan yang meriah.
Ibu tertawa, kalian terkejut? ayo semuanya, jangan cuma berdiri saja! Ganti baju! Ganti baju! cepat!
Ibu mendorong semuanya untuk pergi ke ruang ganti.


Kotoko ada di depan cermin. Ia sudah mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik. Kotoko senyum-senyum sendiri dan mengatakan bahwa ia tak menyangka kalau hari ini benar-benar tiba. Rasanya seperti mimpi.
Kemudian Yuuki masuk ke ruangan Kotoko. Yuuki mengucapkan sebuah pepatah, Fair feathers make fair fowls.


Kotoko kebingungan tak mengerti. Lagi-lagi Yuuki merendahkan Kotoko yang tak mengerti bahasa inggris semudah itu. Dan Yuuki mengatai Kotoko BAKA.
Kotoko kemudian bertanya mengenai artinya. Yuuki mengucapkannya sekali lagi, artinya bulu yang cantik akan membuat burung terlihat cantik. Siapapun yang memakai gaun indah akan terlihat cantik.
Kotoko dengan gaya kesalnya yang lucu mengatakan kalau Yuuki mengejeknya.
Yuuki hanya bisa tersenyum. Kemudian Yuuki mengatakan kalau ia akan mengajari Kotoko sesuatu sebagai hadiah pernikahan.
Yuuki kemudian membisikkan sesuatu di telinga Kotoko. Kotoko mengangguk-angguk dan terakhir ia terlihat terkejut.


Naoki sedang di ruang tunggu, seseorang tampak mendekatinya. Itu adalah Kin Chan yang mengomentari Naoki keren, dan memang selalu terlihat Keren.
Naoki menatap Kin Chan. Naoki merasa tak enak, ia berdiri dan berhadapan dengan Kin Chan. Naoki mengatakan kalau ia akan menjaga Kotoko.
Kin Chan menunduk kemudian ia tertawa. Kin Chan memang terlihat sedih sih :'(
Kin Chan menghela nafas, ia menatap Naoki dan mengatakan kalau selera Kotoko itu buruk. Kau harus membuat Kotoko bahagia. Kalau kau membuatnya menangis sedikit saja, kau tahu akibatnya.
Naoki mengatakan ia tahu.
Kin Chan berkata kalau Naoki tidak boleh lengah. Aku selalu siaga (dengan gaya lucu :D)
Naoki tersenyum.


Naoki mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kin Chan. Dan Kin Chan menyambutnya.
Kin Chan tersenyum.


Tapi begitu Naoki melepaskan tangannya, Kin Chan masih memandangi tangannya, dan dengan wajah sedih ia memandangi tangannya, ia mengenyit, Oh Tidaaakk, berjabat tangan dengannya.
HAHHAHHAHAHHAHHAHHA. Kin Chan nangis tuh. Naoki cuma senyum-senyum aja.


Upacara akan dimulai. Naoki sudah berdiri di ujung altar menanti kehadiran Kotoko, begitu pula para undangan.
Ibu tidak lupa dengan kameranya, ia menjepret Naoki dan meminta Naoki tidak menunjukkan wajah galak, HHAHHAHAHHA -mami ga tau kalau Naoki lagi deg degan tuh HAHAHA-
Ayah membenarkan. Saat melihat foto, sang mempelai wanita akan masuk dan...


Pintu gereja terbuka. Disana ada Kotoko dengan gaun pengantin putihnya, dimana dia menggandeng tangan ayahnya.
Naoki memperlihatkan wajah terkejutnya. Wew, ia pasti berfikir How beautiful Kotoko :D
Naoki bahkan terlihat gugup juga :D
Ia sempat terlihat menghela nafas agar tidak gugup!!


Kotoko tersenyum di balik gaunnya. Ia terlihat bahagia dan mulai berjalan perlahan. Teman-temannya memandangi Kotoko dengan senyuman bahagia. ayah Kotoko juga terlihat gugup saat berjalan. ayah Naoki bahkan sangat terharu.
Begitu tiba di tempat Naoki, Naoki dan ayah Kotoko saling memberi hormat.
Lalu Naoki mengambil alih tangan Kotoko ke lengannya.
Apa aku salah lihat atau bagaimana, Kotoko tampak terharu :')


Naoki dan Kotoko berjalan perlahan. Naoki berkomentar kalau sayang sekali semuanya sudah di rencanakan.
Kotoko memandangi Naoki dengan wajah berkerut sedih (?)
Naoki melanjutkan, Tapi karena kau sangat cantik, aku biarkan saja.
Kotoko terkejut dan memandang Naoki. Kemudian ia tersenyum bahagia.


"Kalian akan saling menghormati, menyayangi dan saling membantu. Dan tetap setia pada prinsip hidup kalian."
Naoki memasangkan cincin kawin di jari manis Kotoko.
Mempelai pria membuka kerudung mempelai wanita. Pendeta mengatakan kalau Naoki boleh mencium Kotoko.


Naoki akan bersiap-siap tuh, ia memegang bahu Kotoko. Tapi kemudian Kotoko malah tertawa geli.
Kotoko berkata, Hey, Irie-kun, Kau sudah lama mencintaiku, bukan?
Naoki terkejut, Ha? Apa kau terbawa suasana?
Kotoko tersenyum dan mengatakan kalau ia sudah tahu mengenai ciuman kedua itu. Yuuki kun diam-diam menceritakan padanya.
Naoki kesal dan menatap Yuuki di bangku penonton.
Kotoko tertawa, kau juga jatuh cinta padaku.


Dan tiba-tiba Kotoko mencium Naoki duluan. HAHAHHAHAAHA.
Pak pendeta bahkan terkejut melihatnya. apalagi Naoki. HAHAHHAHAHA.
Naoki kemudian menutup matanya dan membalas ciuman Kotoko.
Kotoko tersenyum dan mengatakan, rasakan akibatnya!
Akhirnya naoki mengaku kalah dari Kotoko, HAHAHHAHAHA.
Kotoko tertawa.


Kemudian terdengar suara riuh dari bangku tamu. Yang lain pada berteriak dan bertepuk tangan.
Kotoko dan Naoki melihat mereka sambil tersenyum bahagia.


Pintu gereja dibuka. Naoki dan Kotoko berjalan keluar gereja. Para undangan di dekat tangga untuk menabur bunga.


"Dan sekarang namaku berubah, dari Aihara Kotoko menjadi Kotoko Irie."

Semuanya menyiram bunga dan mengucapkan selamat. Kotoko dan Naoki tampak bahagia.
Sampai di ujung tangga, Kotoko menatap langit dan terkejut ada bintang jatuh disiang hari.


Naoki berkomentar, Kemungkinan bintang jatuh adalah satu dibanding sepuluh milyar. Bertemu denganmu lebih dari keajaiban dari bintang jatuh itu.


Kotoko tersenyum bahagia. Ia dan Naoki saling menatap.


Lalu sesi foto pernikahan bersama! Semua bersiap! KLIK!!!!!


~TAMAT~

Komentar :

KYAAAAAAAAAAAAA!!!!!
Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy! Happy!


Selamat Kotoko! Akhirnya Kotoko memperoleh kebahagiaannya. Aku turut menangis bahagia. Rasanya setelah melewati episode-epsiode yang berat, akhirnya bisa tersenyum. Setengah episode ini beneran menguras hati deh. Ternyata meskipun kebahagiaan hanya sepertiga episode saja, tetap saja senyum-senyum sendiri. Kegundahan hati di episode sebelumnya terobati sudah.
Aku tidak peduli apa yang terjadi pada keluarga Oizumi. Karena aku yakin kalau ngamuk pasti kakeknya doank, karena aku yakin Sahoko itu tetap gadis yang baik. Dia kan udah tahu tuh kalau Naoki sebenarnya suka sama Kotoko.


Kotoko di episode ini sangat cantik. Apalagi dengan gaun pengantin. Aku paling suka drama yang ada gaun pengantinnya, heheheheeheh.
Miki Honoka beneran kelihatan dewasa di episode ini. Cocok banged pake gaun pengantin.
Dan lagi aku akhirnya melihat Naoki dengan wajah tersenyum juga. Di 15 episode yang sudah tayang, jarang buanged melihat Naoki tersenyum. Tapi di part terakhir, senyum Naoki itu lho, ya ampuuuun, siapa coba yang kagak melting melihatnya, HAHHAHAHAHHAHAHAH *curcol*
FuruYuki bakal jadi idola sejatiku deh.


Aku sungguh kasian melihat Kin Chan. Aku mengerti kenapa saat itu dia kelihatan seperti ingin memaksa Kotoko. Aku rasa Kin Chan pantas marah. Bahkan Kotoko sendiri menyadarinya betapa jahat dirinya pada Kin Chan, memberi harapan namun pada akhirnya hanya Irie dalam hatinya. Bukannya Kotoko nggak mau melupakan Irie, tapi nggak bisa move on. Rasanya sangat sulut saat kau ingin melupakan seseorang, tapi tak bisa melupakannya.
Aku rasa setelah Kotoko menikah juga, Kin Chan pasti mengalami masa galau yang cukup panjang. Makanya butuh season 2 nih!!!!
Part saat Naoki dan Kin Chan bersalaman juga terasa banged dan banged. Akhirnya Kin Chan mengaku kalah dari Naoki. Meski pada akhirnya ia menangis. HAHAHHAHA


Part favoriteku di episode ini bukan kisseu, melainkan adegan di kamar Kotoko alias Towel Scene ^^. Ini pertama kalinya kita melihat Naoki care banged, tulus setulus-tulusnya pada kotoko. Saat Naoki mengacak-acak rambut Kotoko, aku mengulanganya berkali-kali, lagi dan lagi. Rasanya itu romantis buaaaaaaanged. Padahal hanya beberapa menit lho. Gimana nanti kalau di seasons 2 ya? Soalnya jika beneran ada seasons 2, maka momen kayak gitu bakalan banyak.
Aku sih ya, nggak perlu banyak-banyak kisseu, cukup menunjukkan kasih sayang dengan cara itu saja sudah mambuatku puas, Hehheheheheeeeheheh.
Di tambah dengan senyumnya Naoki yang *nggak usah di tanya deh* ahhahahahaa.


Meski aku mengatakan aku puas dengan episode ini, tapi sebenarnya ada yang menurutku kurang juga. Mungkin karena part kebahagiaannya terlalu cepat berlalu?
Ada yang mengomentari ekspresi Kotoko saat dia di lamar di depan ayahnya. Kenapa Kotoko hanya sekaget itu? Padahal saat Naoki mengatakan ia tak membenci Kotoko, Kotoko sampai nangis. Hehhehehhe.
Mungkin air mata Kotoko saat itu sudah kering, wkwkkwkw, soalnya dia kan baru nangis.
Mungkin saja yang ingin diperlihatkan pada penonton oleh PD-nim adalah kebahagiaan Kotoko, makanya hanya dibuat ekspresi kaget, bukan tangisan.
Dan kenapa episode ini terasa kurang greget bagi sebagian orang, mungkin karena sudah tahu endingnya. Kan sejak awal jalan ceritanya sudah ketahuan, makanya pas endingnya, sudah pasti menikah, makanya kurang greget.
Tapi yang benar-benar membuat kurang adalah, karena berita seasons 2 Nggak muncul-muncul, HAHAHHAHAHAHAH.


Akh! Dan akhirnya dorama ini beneran berakhir!
Tidak ada lagi dorama yang aku tunggu tiap malam jumat. Tidak ada lagi dorama yang buat aku galau. Tapi tenang saja, para stalker setia selalu berusaha mencari info-info terbaru mengenai Yuki & Miki, termasuk kemungkinan mengenai Seasons 2-nya.
Jadi bagi yang punya info, bagi-bagi ya, dimana aku bisa mendapatkan banyak informasi mengenai Yuki dan Miki, hehehehehhe.
Aku sangat menantikannya. Tapi kalau menurut feeling aku sih, Seasons 2 kemungkinan besar akan ada. Jadi tunggu saja, Hahhaahhaha * sok yakin *


Oia, sedikit promosi, karena banyak sekali yang meng-add Facebook saia, aku nggak tahu lagi mau menerima siapa, dan karena permintaan pertemanan juga terbatas, jadi bagi yang masih mau jadi temanku tapi nggak bisa atau bagi yang belum aku konfirmasi, silakan LIKE page Facebook Clover Blossoms.
Kalian bisa tanya informasi drama, sharing, berbagi info dan lain-lain, ehhehehhehhe.
Bagi yang nanya dimana link OST Itakiss LIT, silakan kunjungi Pelangi Music :)
OST Full Sabao + instrumen manis :)
I Live Goodbye Namida Song :D


Akhir kata, terima kasih bagi kalian yang sudah mengikuti sinopsis Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo di blog Clover Blossoms. Terima kasih sudah memberi komentar dan pendapat. terima kasih sudah berbagi informasi mengenai drama ini atau pun mengenai Yuki & Miki.
Hontou ni arigatou, minna-san!
sampai jumpa di sinopsis berikutnya !!!!


Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -