ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Sabtu, 31 Agustus 2013

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)


******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 13 -Part 1-


Sinopsis Itazura Na Kiss Episode 13 Part 1


Irie Papa di bawa ke rumah sakit, sepertinya ia tak sadarkan diri.
Irie Mama dan Naoki menemui dokter. Dokter menjelaskan bahwa ia sudah mengatakan pada Iri-chan tentang hasil test terakhir, bahwa Iri-chan menderita Angina tidak stabil.
Ibu terkejut karena suaminya tak pernah mengatakan hal itu. Dokter mengatakan bahwa mungkin Iri-chan tak ingin membuat keluarganya khawatir, makanya ia tetap diam.
Naoki bertanya bagaimana keadaan ayahnya, apakah dia baik-baik saja.
Dokter mengatakan kalau Iri-chan baik-baik saja, serangan jantung kali ini adalah ringan. Tapi jika Iri-chan tetap memaksakan diri, maka ada kemungkinan ia akan menderita myocardical infraction.
Ibu tampak sangat khawatir. Tapi dokter menangkan ibu dan mengatakan akan melakukan apapun untuk menghindari itu. Jadi dia harus istirahat dan mendapatkan perawatan. Setelah itu baru akan dilihat bagaimana nantinya. Iri-chan harus berhenti bekerja.
Ibu benar-benar tampak khawatir, ia memandangi Naoki yang masih bersikap tenang.


Kotoko, Ai-chan dan Yuuki menunggu di luar ruangan dokter. Begitu ibu dan Naoki keluar, Ai-chan langsung bertanya keadaan Iri-chan.
Ibu dengan sedih mengatakan bahwa sepertinya Iri-chan sudah mempunyai masalah jantung sejak lama. Tapi ia tidak memperlihatkannya pada mereka. Ia yakin Iri-chan sudah terlalu memaksakan dirinya.
Naoki mengatakan kalau ayahnya akan istirahat total dan akan melihat perkembangannya nanti. Ayah bertanya lagi, selama dia istirahat Iri-chan akan baik-baik saja bukan?
Ibu mengiyakan. Ia sedih mengetahui selama ini suaminya menderita. Ia tak mengerti sama sekali apa yang dipikirkan suaminya. Ibu bahkan menangis mengatakan kalau ia sudah gagal sebagai seorang istri.
Ayah menenangkan ibu dan mengatakan kalau semuanya bukan kesalahan ibu. Ia tahu Iri-chan selalu punya rasa tanggung jawab. Ia yakin ada saat-saat ia mempunyai beban sendiri dan menjadi stress. Bagaimana pun mereka beruntung karena ini bukan situasi yang mengancam jiwa.


Tapi Yuuki tetap khawatir, ia bertanya bagaimana dengan perusahaan ayah.
Naoki dengan yakin mengatakan kalau ia akan melakukannya. Kotoko terkejut mendengarnya. Ibu juga terkejut karena sebelumnya Naoki tak yakin mengambil alih perusahaan ayahnya.
Naoki mengatakan kalau ia yakin ayahnya sudah tahu masalah jantungnya. Itu sebabnya ayah bergegas memintanya bersedia menjadi penggantinya. Itu sebabnya ia akan menyelamatkan perusahaan.
Ibu menangis bahagia dan berterima kasih pada Naoki.
Tapi Kotoko sama sekali tidak senang, ia memandang Naoki dengan khawatir.

"Tapi, hanya aku sendiri yang tahu mengenai mimpi Irie-kun... Bahwa Irie-kun sebenarnya ingin menjadi dokter. Dia akhirnya menemukan mimpinya, tapi haruskah ia menyerahkannya sekarang?"
Episode 13
~Takdir yang Jahat~


Di Kantin kampus, Kotoko menceritakan kejadian itu pada Jinko dan Satomi, tentu saja mereka terkejut mendengar kalau Naoki bekerja di perusahaan ayahnya. Kotoko membenarkan, Naoki bahkan mengambil cuti sementara dari kampus. Naoki ingin fokus pada perusahaan sampai keadaan ayahnya membaik.
Jinko tampak khawatir karena masalah ini begitu serius, tapi ia berkata Irie tidak akan mendapat masalah melakukan itu. Jinko mengiyakan, karena Naoki itu kan Jenius.
Satomi menambahkan, lagi pula Irie lahir untuk mengambil alih perusahaan ayahnya suatu hari nanti.
Jinko kemudian bertanya bagaimana keadaan ayah Naoki.


Tapi ternyata sedari tadi Kotoko sama sekali tidak mendengarkan. Ia asyik bergelut dengan pikirannya sendiri, ia melamun jadi ia tak mendengarkan pertanyaan Jinko. Jinko dan Kotoko harus memanggilnya berkali-kali barulah Kotoko sadar.
Kotoko mengatakan kalau Iri-chan akan tinggal di rumah sakit untuk sementara waktu dan harus istirahat total. Lalu Irie-kun baru bisa kembali hidup seperti kita lagi.
Jinko merasa itu melegakan. Ia berfikir dan berkata lagi, Tapi dalam situasi seperti ini, jarak antara kau dan Irie mungkin akan menjadi lebih dekat.
Satomi dan Kotoko bingung tak mengerti.
Jinko menjelaskan, Lihat, saat kau sakit atau saat kau ada di rumah sakit, karena kau merasa lemah, kau akan lebih mudah untuk jatuh cinta.
Satomi mengerutkan kening, Tapi yang masuk rumah sakit itu kan Mr. Irie.
Jinko mengatakan meski begitu, Irie pasti gelisah. Satomi mengerti.


Kotoko mengatakan Jika Irie-kun merasa tidak tenang dan butuh bantuan, jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, aku akan melakukannya.
Jinko menyemangati Kotoko. Tapi Kotoko mengatakan kalau ia tak ingin berfikir mengenai hubungan mereka saat ini. Tentu saja karena Ayah Naoki sakit dan perusahaan sedang ada dalam masalah. Ia akan sangat senang kalau Irie-kun kembali ke rumah, tapi... Jika Ayah Naoki sembuh dan Irie-kun kembali ke kampus dan belajar apa yang ia inginkan, aku akan baik-baik saja jika dia tinggal jauh dariku.
Satomi merasa tersentuh dengan niat tulus Kotoko. Meski begitu ia tahu kalau itu bukan apa yang diinginkan Kotoko sebenarnya.


Tiba-tiba Kin Chan muncul dan mengatakan, Tidak, Kau bilang begitu. Itulah yang aku harapkan dari Kotoko.
Jinko heran, apa maksudmu kau bilang 'you said it'? Apa kau tak ingin Kotoko dan Irie menjadi lebih dekat?
Tiba-tiba Kin Chan berteriak, Hentikan!
Semuanya kaget, wih, Kin Chan bisa juga berteriak begitu sama teman-temennya, wkwkkwk.
Kin Chan dengan wajah serius mengatakan kalau ini bukan saatnya bercanda.
Jinko dan Satomi akhirnya menunduk diam.


Kin Chan mengatakan pada Kotoko, bahwa keluarga Naoki ada dalam masalah besar. Dia adalah Irie, aku bisa melihat dia berpura-pura menjadi kuat. Tapi aku yakin dia merasa gelisah dan kesepian. Jika ada sesuatu yang bisa kau lakukan, kau harus melakukannya, Kotoko.
Kotoko tersenyum dan membenarkan kata-kata Kin Chan.
Kin Chan mengatakan lagi, Jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, aku akan membantumu. Jadi jangan ragu-ragu, katakan saja padaku.
Kotoko tersenyum dan berterima kasih. Kotoko melihat jam tangannya dan mengatakan saatnya ia pergi. Kotoko pamitan pada semuanya.


Setelah Kotoko pergi, Jinko bertanya, Hey, Kin Chan. Apa yang kau katakan barusan?
Kin Chan kemudian duduk di bangku Kotoko dan bertanya, apanya yang 'apa'?
Satomi menebak, mungkinkah kau menyerah akan Kotoko? Apa kau menyingkir demi Irie?
Kin Chan kesal, jangan konyol! Aku tak bicara tentang sesuatu yang begitu rendah. Ini seperti aku mengirimkan dukungan pada musuhku. Keluarga Irie sedang dalam masalah, Jika aku mengambil keuntungan dari situasi ini dan mengambil Kotoko dari mereka, itu akan membuat aku seperti pria murahan.
Satomi tertawa dengan keseriusan Kin Chan dan mengatakan kalau Kin Chan dan Kotoko benar-benar sangat mirip.


Kin Chan heran dengan hal itu, Jinko juga sepertinya. Satomi mengatakan itu karena apa yang dikatakan Kin Chan sama dengan yang dikatakan Kotoko. 'aku tak peduli dengan diriku sendiri, tapi aku ingin orang yang aku cintai bahagia'.
Jinko berteriak mengiyakan kalau Kin Chan dan Kotoko memang mirip. Kin Chan bahagia dengan kenyataan itu.
apalagi saat Satomi mengatakan kalau Kin Chan dan Kotoko adalah pasangan yang bagus.
Tentu saja Kin Chan makin tertawa bahagia. Sayangnya satomi mengatakan kalau ia hanya bercanda membuah kebahagiaan Kin Chan hilang. Satomi mengatakan itu karena Kotoko tak bisa mencintai siapapun kecuali Irie.
Jinko menepuk Kin Chan dan mengatakan jangan memikirkan hal itu.
Satomi dan Jinko kemudian sibuk dengan minuman mereka. Poor Kin Chan :')


Malam harinya di meja makan keluarga Irie, Kotoko sibuk memperkenalkan masakan malam itu, akar talas rebus, sup miso, kacang merah dengan biji wijen, tahu rebus dan lain lain.
Yang duduk di meja makan adalah Yuuki dan Naoki. Yuuki asyik makan saat Kotoko sibuk mengatakan ini dan itu, sementara Naoki hanya melihatnya saja.
Tiba-tiba Yuuki mengeluh kalau masakah Kotoko terlalu pedas. Kotoko panik, kenapa? Kenapa?
Ia mencoba masakannya sendiri dan kepedasan sendiri. Wkwkwwkkwkkw, apa pas masak ga dicicipi dulu ya? LOL.
Yuuki menyuruh kakaknya untuk tidak makan karena terlalu pedas. Sementara Kotoko masih kepedesan dan minum dengan lucu.

Naoki diam saja, stay cool, sambil menyumpit salah satu makanan. Saat ia memakannya terdengar bunyi aneh, kalau nasi ada batunya dan tergigit, begitulah bunyinya, kwkwkwkw.
Kotoko dan Yuuki heran menatap Naoki yang tidak bereaksi.
Yuuki bertanya, Suara apa itu?
Dengan tenang Naoki menjawab, akar talas.
Kotoko dan Yuuki masih menatap Naoki. Yuuki berkata biasanya akar talas tidak akan membuat suara seperti itu. Tapi kemudian Yuuki sadar kalau akar talasnya tidak matang. KWkwkwkwkkw.
Kotoko panik lagi karena masakannya. Yuuki sibuk lagi menyuruh kakaknya segera meludahkan akar talas tidak matang itu.


Sementara Naoki tetap bertahan dengan gaya cool-nya sambil mengunyah. HAHHAHAHAH.
Kotoko mengambilkan piring untuk tempat meludah dan mengatakan kalau Naoki tak perlu memaksakan diri memakannya, Naoki tak harus memakannya.
Tapi, Naoki sudah menelannya. HAHHAHHAHHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA.
Wajah Kotoko beneran lucu melihat Naoki menelan akar talas mentah. Kotoko dan Yuuki sama-sama kaget.
Dengan gaya Cool, datar, tanpa ekspresi, Naoki berkata, Berhenti protes dan makan makananmu, Yuki.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! KAKOIIIII~~~


Kotoko tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Naoki. Ia masih mengedip tak percaya dengan mulut terbuka.
Yuuki juga masih menatap kakaknya tak percaya. Tapi kemudian ia mengeluh tapi akhirnya mengikuti kata-kata kakaknya ^^
Naoki terus melanjutkan makannya tanpa protes. Kotoko juga mulai makan akar talas yang berbunyi, karup kraup, hahahahhahaha, dari wajahnya Kotoko tampak kesulitan juga tuh makannya. LOL.


Kotoko sedang mencuci piring saat Naoki datang ke dapur dan hanya berdiri. Lalu Kotoko bertanya apa Naoki ingin ia membuatkan secangkir kopi.
Naoki mengiyakan. Kotoko sibuk mencari peralatan sementara Naoki berjalan dan bersandar di dekat meja memasak. Naoki memandangi Kotoko yang akan membuat kopi.
Kotoko kemudian bertanya dengan ragu, apakah Naoki akan mengambil alih perusahaan ayahnya.
Naoki diam saja, ia mengalihkan pandangannya. Kotoko mengingatkan Naoki pernah mengatakan padanya bahwa ia ingin menjadi dokter.
Tiba-tiba Naoki berkata, aku tidak ingin melarikan diri.
Kotoko tampak terkejut. Ia tak mengerti apa yang dimaksudkan Naoki.


Naoki menatap Kotoko dan berkata, Aku pernah bilang padamu, aku sudah mengalami begitu banyak cobaan sejak bertemu denganmu. Aku tidak pernah berfikir bahwa ayahku akan pingsan. Tapi aku memutuskan bahwa aku tak akan melarikan diri.
Kotoko tersenyum mendengarnya -kok pipi KOtoko rada gendutan di scene ini? Hahahaha-
Naoki kemudian berkata lagi, saat kesehatan ayahku pilih, aku akan kembali ke kampus. Dan itu belum terlambat untuk melakukan apa yang aku inginkan. Aku berfikir bukan ide yang buruk untuk mempelajari segala sesuatu sekarang.
Kotoko tersenyum mengerti mendengarnya. Ia senang Naoki tidak menyerah akan mimpinya.
Kotoko kemudian berkata, Jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, katakan saja padaku.


Kotoko tersenyum lalu melanjutkan membuat kopi untuk Naoki. Ia tak menyadari Naoki memandanginya dengan pandangan penuh cinta. Aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhh, bang Furu kakoiii~
Tapi kemudian Naoki tampak berfikir sesuatu.


Malam itu, sambil minum kopi buatan Kotoko, Naoki mempelajari sesuatu, sepertinya sih tentang perusahaan.


Keesokan harinya. Di Perusahaan ayah Naoki yang bernama 'PANDAI'.
Naoki datang ke perusahaan dan seseorang mengatakan selama presiden di rumah sakit, maka ia yang akan membantu Naoki. Well, namanya Mr. Kanamori.
Kemudian Tuan Kana ingin membantu Naoki untuk menjelaskan mengenai bahan yang ia beri semalam. Tapi Naoki mengatakan ia sudah melihatnya semalam. Ia duduk di bangku direktur.
Tuan Kana melihat betapa banyaknya materi dan bertanya, kau membacanya seorang diri?
Naoki berkata bahwa kinerja perusahaan menurun secara signifikan sejak tahun lalu. Kanamori menunjukkan daftan nama inventaris produk perusahaan yang paling populer.
Naoki melihat data dan mengetahui bahwa penjualan perusahaan telah menurun drastis.
Kanamori mengatakan perusahaan saingan mengeluarkan produk yang mirip dan menarik konsumen mereka. Presiden juga khawatir tentang hal ini. Pada tingkat ini, mungkin lebih baik pagi Pandai melakukan merger.
Naoki terkejut dan menatap Kanamori. Kanamori mengatakan bahwa mereka membutuhkan dukungan keuangan segera.
Naoki menatap data itu lagi dan bergumam untuk dirinya sendiri, bahwa ia mengerti kenapa ayahnya sampai jatuh pingsan karena serangan jantung.


Kotoko sedang di kamar memakai celemek pink polkadot putih di depan cermin. Kotoko mengatakan pada dirinya sendiri bahwa Naoki bekerja keras di perusahaan, maka ia juga harus bekerja keras mambuat makan siang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. YOSH!!!
Lalu ia melihat dirinya sendiri di cermin dan tertawa malu tapi bahagia. Kotoko berkata, rasanya... kami seperti pasangan pengantin baru.


Kotoko di dapur sibuk membuat bento. Ia ingin membuat tulisan 'Fight With Love'. Tapi bingung, huruf apa duluan, H atau G? HAHHAHAHA.
Kemudian ia memotong rumput laut membentuk tanda hati sambil bernyanyi dan bergoyang dikit, wkwkkwkwk. Bahagianyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.


Naoki membuka bekal makan siang buatan Kotoko. Pada akhirnya yang tertulis adalah 'FIHGT', wkwkwkkwkwwkkwkkwkw, Kotoko oon, ahhahahahahahhaa. FIGHT lho, Faito! Semangat!
Naoki juga berkomentar kalau harusnya G dulu baru H.
Tapi tetap saja Naoki makan sambil bekerja :D


Naoki pulang kerja dan Kotoko menyambut di depat pintu, dengan sigap ia langsung mengambil tas dari tangan Naoki. Pertanyaan yang dilontarkan benar-benar terlihat bahwa mereka seperti pasangan suami istri, Kau mau mandi duluan atau makan?
Sayangnya Naoki sama sekali tidak merespon, ia hanya berjalan meninggalkan Kotoko yang sepertinya memang merasa dirinya istri Naoki, wkkwkwkw.


Naoki masuk ke rumah dan membuka jas-nya, dengan sigap Kotoko ikutan membantu, wiiiiiiihhh, ia mengambil jas Naoki dan memeluknya, bahagia banged kelihatannya nih Kotoko.


Di rumah sakit, ayah sedang menjalani pemerikasaan kesehatan oleh dokternya. Ibu menemaninya dan tampak khawatir. Aku malah ketawa, karena piyama Papa beneran lucu, warna + motifnya kayak Piyama adekku umur 5 tahun, wkkwkwkwkwkw.


Hari berikutnya Kotoko mengantar Naoki ke depan pintu. Ia memanggil Naoki dan hendak memperbaiki dasi Naoki yang sudah rapi. Begitu di tangan Kotoko dasinya jadi berantakan bahkan Kotoko menariknya kekencangan sampai Naoki sesak, wkkwkwkwkwkwkwk.
Naoki kesal dan menepis tangan Kotoko, Kotoko tak kalah, ia mengambil tas Naoki dan dengan senyuman memberikannya. Naoki mengambilnya dengan kasar dan meninggalkan Kotoko yang masih tersenyum dan tertawa gembira sambil melambaikan tangan.
HAHHAHAHAHAHAHAHA.


Naoki hari itu ada rapat di perusahaan. Ia mempresentasikan idenya, mencoba mendapatkan keuntungan dari barang yang memiliki hak cipta. dengan memproduksi animasi, mereka bisa memperoleh hak cipta. Gaya bisnis yang unik perusahaan akan mudah mendapat partner dari perusahaan luar negeri.


Sementara makan malam di rumah, Yuuki protes lagi karena masakan Kotoko terlalu asin. Yuuki bertanya, apa kau tahu menambahkan terlalu banyak miso akan membuat sup menjadi asin?
Dari reaksinya, Kotoko sepertinya memang tak tahu, karena ia langsung mencoba masakannya dan memang asin, wkwkwkwkkwkwk.
Tapi Kotoko membela diri dan mengatakan hari ini akar talas buatannya cukup enak. hehehehehhehe, kemampuan bertambah seiring waktu.
Dan kamera bergeser memperlihatkan Naoki tidak makan malam di rumah malam itu.
Kotoko melihat meja Naoki yang kosong.


Kotoko datang ke klub tenis dan memberikan surat meninggalkan klub untuk sementara.
Sudo-san mengerti, ia tahu keadaan ayah Naoki sedang buruk. Kotoko mengiyakan, itu sebabnya ia tak bisa menghabiskan banyak waktu di kampus. Sudo mengerti. Naoki dan Kotoko adalah anggota klub tenis yang penting. Karena itu Sudo berharap setelah Iri-chan sembuh, Kotoko harus segera kembali, karena mereka akan selalu menanti.
Kotoko tersenyum. Ia berterima kasih pada Sudo-san. Sudo mengatakan kalau bukan Kotoko saja yang mengkhawatirkan Naoki, mereka juga. Sudo mengatakan banyak gadis yang mengkhawatirkan dan merindukannya, seperti Matsumoto Ayako.


Lalu Ayako muncul di hadapan mereka, ia datang terlambat ke klub hari itu. Ayako mengatakan kalau ia hari ini datang tidak untuk latihan. Kotoko dan Sudo terkejut, wkwkwkkw, kagetnya Kotoko lebih parah.
Sudo mengingatkan kalau anggota baru tak boleh absen latihan tanpa permisi.
Ayako mengatakan itu sebabnya ia datang untuk memberitahukan pada Sudo. Hari ini ia akan berkencan dengan pacarnya, Taketo-kun.
Lalu si Kareshi datang, Taketo. Sudo dan Kotoko terkejut. WKWKKWKWKKWKWK. Kotoko dan Sudo sejak tadi kagetnya bareng dengan gaya yang mirip apa sama ya? LOL.


Kotoko terkejut, sejak kapan Ayako punya pacar. Lalu pacar ayako memperkenalkan diri. Ayako mengatakan kalau ia mendengar ayah Naoki sakit. Ia minta Kotoko menyampaikan kalau ia mendukung Naoki.
Ayako lalu pergi dengan pacarnya.


Sudo dan Kotoko masih memandangi Ayako & pacarnya dengan heran. Sudo berkata, bukankah dia mengatakan akan memenangkan hati Irie?
Kotoko mengangguk. Kenapa dia berubah secepat itu?
Sudo menarik kesimpulan bahwa Ayako adalah bagian dari pergaulan baru anak-anak jepang.
Kotoko heran, apa yang kau bicarakan?
Sudo heran, kau tidak tahu apa itu 'Now Young?'
Kotoko tak pernah mendengar istilah itu. Ia mengerutkan kening dan berkata kalau Sudo san beneran menyesatkan dirinya.
Sudo tak mengatakan apa-apa dan meninggalkan Kotoko.


Kotoko masih bingung memandangi kepergian Ayako (dia ga kepikiran kalau tebakan mami Naoki benar).
Saat masih berfikir, sebuah bola tenis mendarat di kepala Kotoko. HAHAAHAHHA. Kotoko kesakitan dan melihat siapa pelakunya yang tak lain adalah Matsumoto Yuko.
Yuko meminta maaf dan mengatakan ingin bicara sebentar dengan Kotoko.


Kotoko dan Yuko bicara berdua di luar lapangan tenis. Mereka ngobrol sambil berjalan.
Yuko menanyakan tentang Baoki. Kotoko mengatakan kalau Naoki sibuk bekerja di perusahaan dan pulang lewat tengah malam setiap hari. well, aku selalu bangun untuk menantinya.
Yuko berkata, Jadi kemungkinan bahwa dia akan berhenti kuliah dan mengambil alih perusahaan?
Kotoko menjelaskan kalau Naoki hanya meninggalkan kuliah untuk sementara. Naoki akan kembali secepatnya.
Tapi Yuko berfikir lain, tak ada gunanya Naoki kembali ke kampus jika dia akan mengambil alih perusahaan ayahnya.
Kotoko tampak khawatir dan ingin menjelaskan. Ia ingat percakapan mereka malam itu saat ia membuat Kopi. Kotoko tak bisa mengatakan alasan sebenarnya, Ia hanya bisa mengatakan kalau Naoki ingin kembali kuliah.
Yuko mengatakan kalau itu hanya seandainya, Naoki ingin kembali tapi mereka tidak memperbolehkannya kembali.
Kotoko tampak berfikir.


Kemudian Yuko berbalik dan bertanya, Kenapa kau tidak membebaskan dia dari Kotak makan siang buatanmu? Kau membuat makan siangnya menjadi neraka.
Kotoko terkejut, ia terbata-bata, bagaimana kau tau aku membuatkannya bekal makan siang?
Yuko dengan yakin menjawab bahwa ia tahu tentang Kotoko dan Naoki. Tapi ia yakin juga tak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.
Kotoko tertawa dan mengatakan tidak tidak tidak tidak tidak.
Yuko tersenyum dan meninggalkan Kotoko sendirian.


Kotoko di rumah sedang bersih-bersih meja. Ia mendengar pintu di buka dan segera berdiri. Rupanya ibu yang kembali ke rumah. Yuuki langsung keluar dan menyambut ibunya.
Ibu mengatakan betapa nyamannya di rumah. Di rumah sakit ia harus menemani Papa ceck up dan juga visitor datang setiap hari.
Kotoko bertanya, apa paman sudah boleh menemui visitor / pengunjung?
Ibu mengatakan kalau dokter merekomendasikan agar Papa bisa santai. Dokter membiarkan pengunjung menjenguk Papa, juga masalah pekerjaan yang ringan.
Tapi ibu mengatakan ia punya berita bagus. Yuuki duduk di samping ibu dan mendengarkan. Ibu mengatakan kalau Papa akan kembali ke rumah bulan depan.
Kotoko dan Yuuki tampak senang dan bersyukur. Ibu mengatakan hal itu tergantung pada hasil pemerikasaan, tapi sekarang kondisi papa stabil, jadi ibu memutuskan membawa papa pulang. Ibu mengatakan kalau papa juga pasti akan lebih santai di rumah dari pada di rumah sakit.
Kotoko setuju. Ibu mengatakan kalau mereka akan membebani kotoko sedikit lebih lama lagi.
Kotoko menggeleng, ia tak apa-apa dengan itu. Ibu harus menjaga papa.
Mereka berdua tersenyum. Ibu mengatakan ia harus mengambil pakaian bersih papa dan segera kembali ke rumah sakit. Ia ingin Yuuki menjadi anak baik di rumah.


Setelah ibu pergi ke kamar, Kotoko berfikir dalam hati kalau ia bersyukur. Setelah Ayah kembali ke rumah, maka Naoki akan kembali kuliah. Dia akan bisa belajar dan mengejar mimpinya untuk menjadi dokter.



Sementara itu Naoki ada di perusahaan, sedang mengerjakan sesuatu dan terlihat berfikir.


Ternyata gedung yang cantik episode lalu adalah rumah sakit. Ibu bicara dengan Kanamori dan terlihat bahagia karena berkat dukungan semuanya, bulan depan suaminya akan kembali ke rumah. Rupanya Naoki berjalan bersama mereka juga dan Kanamori memuji Naoki yang luar biasa dalam bekerja. Naoki menggantikan dengan baik pekerjaan ayahnya. Kanamori bahkan sulit mempercayainya mengingat Naoki masih kuliah.
Ibu terlihat senang dan memuji Naoki yang sangat bisa di andalkan.
Tapi Naoki tampak diam saja, ia hanya menunduk dan tidak bereaksi membuat ibu bingung.
Lalu mereka mendengar suara dari ruang rawat ayah dan ibu heran, karena hari ini rasanya tidak ada yang menjenguk ayah.
Naoki tampak berfikir.


Di kamar Papa, papa sedang tertawa bersama orang yang menjenguknya. Well, dia itu kakek-kakek itu. Naoki masuk dan memarahi ayahnya, ia mengingatkan ayahnya untuk beristirahat.
Kanamori mengetahui siapa kakek itu, namanya Tuan Oizumi. Tuan Oizumi mengatakan kalau ia kebetulan ada urusan di sekitar rumah sakit, makanya ia memutuskan untuk menjenguk ayah Naoki.
Kanamori memperkenalkan Tuan Oizumi dari Hokueisha dan sekretarisnya, Tuan Yokoyama.
Naoki memperkenalkan dirinya dan membungkuk. Oizumi heran dengan nama Irie, dan Papa menjelaskan kalau Naoki adalah puteranya yang sedang training di perusahaannya, hahahah.
Tuan Oizumi mengatakan kalau sepertinya Naoki sangat bisa di andalkan.


Kemudian Yokoyama mengatakan kalau mereka harus mulai tujuan utama mereka kemari, ia mengambil koper dan membukanya, sepertinya mengenai investasi. Tapi Tuan Oizumi menegurnya dan mengatakan kalau mereka sedang di rumah sakit.
Yokoyama mengerti, tapi bagaimana pun Naoki dan Kanamori harus tahu itu.
Ayah lalu meminta ibu mengambil kertas dan pulpen.
Naoki maju dan berhadapan dengan Yokoyama, ia mengatakan maaf atas kelancangan saya, tapi aku harap kalian meninggalkan kami untuk hari ini.
Semuanya terdiam, Papa mengatakan kalau Tuan Oizumi datang untuk menjenguknya hari ini. Naoki tidak mendengarkan dan tetap bicara pada Yokoyama bahwa ayahnya butuh istirahat. Ayahnya tidak dalam kondisi untuk bekerja.


Yokoyama tampak kesal dan mengatakan pada Tuan Oizumi kalau mereka sepertinya harus mempertimbangkan kembali masalah rencana investasi ini.
Tuan Oizumi tampak berfikir. Sementara Papa khawatir. Naoki tetap tenang dan mengatakan kalau sebagai pengganti ayahnya, ia yang akan berdiskusi mengenai investasi.
Yokoyama marah dan mengatakan kalau Naoki terlalu muda untuk itu. Tapi Naoki meninggikan suaranya, dialah presiden sekarang.
Naoki mengalihkan pandangan ke Tuan Oizumi dan mengatakan kalau dia yang akan mengunjungi perusahaan Oizumi besok. Jadi ia minta agar Tuan Oizumi meninggalkan mereka hari ini.
Naoki membungkuk. Tuan Oizumi tampak menyukai Naoki, ia tersenyum. :'(
Ayah heran dan menegur Naoki. Naoki mengatakan ia ingin ayahnya menyerahkan semuanya padanya selama ayah masih di rumah sakit.


Tuan Oizumi tertawa. Ia mengatakan kalau ia datang untuk mengucapkan agar Iri-chan cepat sembuh, namun sepertinya ia mengganggu. Ia minta maaf pada Irie-kun -tapi ngeliatnya ke Iri-chan-
Ayah, Ibu dan bahkan Kanamori menunduk minta maaf padahal Tuan Oizumi sudah meluangkan waktu menjenguk.


Sebelum keluar, Tuan Oizumi bertanya pada Yokoyama kapan waktu kosongnya besok. Yokoyama heran, tapi akhirnya ia menjawab kalau Tuan Oizumi punya waktu luang sekitar jam 11. Lalu Tuan Oizumi menatap Naoki dan mengatakan apa Naoki mendengarnya.
Naoki mengerti, ia menunduk dan mengatakan ia akan datang tepat pukul 11 ke perusahaan Tuan Oizumi.
Tuan Oizumi kemudian keluar sambil tertawa. sementara Papa kali ini menggantikan Kotoko membuat huruf O dengan mulutnya, hahahahhahahaha.


Setelah mereka pergi, Kanamori mendekati Iri-chan yang masih melongo dan mengatakan kalau Naoki bahkan bisa membuat Tuan Oizumi meluangkan waktu untuk Naoki. Ia memuji Naoki itu luar biasa.
Ibu juga tampak senang. ayah memangguk dan melihat Naoki, ia mengatakan kalau hal seperti itu belum pernah terjadi.
Tapi tampaknya Naoki memikirkan sesuatu.


Esoknya, Naoki mengunjungi perusahaan Tuan Oizumi tepat waktu dan mereka membicarakan mengenai investasi. Tuan Oizumi meminta pendapat Yokoyama. Yokoyama mengatakan, bagi seseorang yang masih kuliah dan belum belajar banyak mengenai manajemen, ia rasa presentasi Naoki itu bagus.
Naoki dengan tenang meminta maaf dan mengatakan kalau ia ada di jurusan sains dan teknik, yang artinya paling tidak ia sedikit mempelajari mengenai hal itu. Dan ia sendiri juga mempelajarinya sendiri.
Kemudian Tuan Oizumi bertanya, Tapi apa kau berencana menjadi oenerus PANDAi? Kenapa kau masuk ke fakultas itu?
Naoki mengatakan ia ingin mempunyai pengetahuan yang luas dan beragam. Ia tak pernah berfikir bahwa seseorang dengan kisaran pengetahuan sempit akan bertahan dalam masyarakat. -Aku tersinggung atas nama Kotoko, wkwkkwkwkw-
Tuan Oizumi tampak berfikir.


Naoki menunggu lift terbuka. Begitu lift terbuka, seorang gadis keluar dan tersenggol oleh seorang pria. Si gadis kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh ke lantai jika Naoki tidak menghentikannya. Naoki dan gadis itu dalam posisi berpelukan, :'(
Naoki bertanya apa si gadis baik-baik saja?
Si gadis mengiyakan, Naoki lalu mengambilkan sesuatu yang terjatuh dan mengembalikannya. Naoki meninggalkan si gadis dan masuk ke dalam lift.


Setelah Naoki pergi, si gadis tampak masih memandangi pintu lift. Si gadis yang kita kenali sebagai Oizumi Sahoko ini, sudah jatuh cinta pada Irie Naoki kita :'(

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 13 -Part 2-



Ibu ada di rumah sakit dan tampak termenung memikirkan sesuatu. Naoki lalu datang dan ibu mengatakan kalau ia minta maaf, ia tahu Naoki sibuk dan malah memintanya datang ke rumah sakit.
Naoki bertanya kenapa ibu menyuruhnya datang, katanya ada urusan yang sangat penting.
Ibu terlihat sedih dan mengatakan kalau ia tak ingin Yuuki mendengarnya.
Naoki tampak mendengarkan dengan serius. dan kita pun tak tahu apa itu.


Naoki berjalan pulang malam itu. Ia tampak galau, meskipun tak terlihat dari wajahnya.
Naoki kembali ke rumah dan Kotoko menyambutnya, Kotoko mengatakan kalau malam ini Naoki pulang telat lagi dan ia sudah memanaskan makan malamnya.
Tapi Naoki mengatakan kalau ia tidak akan makan. Kotoko heran, kenapa? Apa kau sudah makan malam?
Naoki terus berjalan ke kamarnya dan mengatakan kalau ia tak ada nafsu makan. Kotoko heran dengan tindakan Naoki malam itu.


Esok paginya, Naoki akan berangkat ke kantor dan Kotoko datang membawa kotak bekal makan siang. Kotoko mengatakan kalau Naoki terlihat sangat lelah, apa Naoki baik-baik saja?
Naoki diam saja. Kotoko heran melihatnya. Naoki sepertinya memikirkan sesuatu. Ia kemudian berangkat dan Kotoko dengan khawatir melambaikan tangan.


Setelah Naoki pergi, Yuuki datang ke samping Kotoko dan melihat kepergian kakaknya. Yuuki juga khawatir dan berharap kakaknya baik-baik saja.


Kotoko dan Kin Chan bertemu di cafe MAX. Kin Chan membawakan Kotoko bekal seafood malam itu. Kin Chan mengatakan kalau itu dari ayah Kotoko, ia yakin Kotoko harus bekerja keras untuk memasak setiap hari.
Kotoko tentu saja senang menerimanya dan berterima kasih.
Kin Chan kemudian bertanya, Hey Kotoko, akhir-akhir ini kau tidak pergi ke sekolah bukan?
Kotoko mengiyakan. Kin Chan bertanya, kau tidak apa-apa bukan?
Kotoko berkata, aku memutuskan sendiri saat aku akan masuk kuliah, jadi aku juga akan berusaha lulus. Tapi sekarang aku ingin membantu keluarga Irie.
Kin Chan menghela nafas dan meluruskan, Bukan keluarga Irie, maksudmu Irie bukan?
Kotoko menunduk menandakan kalau hal itu benar.


Kin Chan dengan gaya bicaranya yang khas mengatakan kalau ia mengerti pikiran Kotoko. Meskipun kadang-kadang aku berharap aku tidak tahu.
Kotoko terlihat tak enak hati. Kin Chan mengatakan, Bagaimanapun, tak peduli apa yang terjadi, ia akan selalu ada disisi Kotoko.
Kin Chan memegang bahu Kotoko dan menggoncang sedikit, Kin Chan mengatakan, Jangan bebani dirimu sendiri dengan apapun, katakan saja padaku jika kau butuh bantuan. Tidak hanya memasaj, tapi apapun seperti menghadiri kelas untukmu.
Kotoko tertawa senang dan mengucapkan terima kasih.
Tapi kemudian KIn Chan berkata pengecualian, Kecuali, aku tak akan menuliskan tugas kuliah untukmu. Jika aku melakukannya, kau akan gagal di kelas. HAHHAHAHAHAHA.
Mereka berdua tertawa bersama.


Kotoko kembali ke rumah membawa bekal dan ia bersama Yuuki memakannya. Kotoko bertanya pendapat Yuuki, apa menurut Yuuki makan malam hari ini enak.
Yuuki tak menjawab dan bertanya, makanan ini dibuat oleh ayahmu, bukan?
Kotoko mengatakan ternyata Yuuki tahu. Yuuki berkata ia tak mengerti apa yang dipikirkan Kotoko.
Kotoko merasa tersinggung, Dengar ya, aku juga berusaha yang terbaik, kau tahu? Tak bisa kah kau menghargai apa yang aku lakukan sekali saja?


Yuuki mengatakan terima kasih. Tapi Kotoko tidak mendengarkan dan masih mengeluh, Kau selalu mengatakan hal yang buruk padaku.
Tapi kemudian Kotoko sadar, apa?
Yuuki dengan sikap coolnya berkata kalau kemampuan Kotoko sudah meningkat.
Kotoko masih menatap Yuuki dengan membelalakkan mata tidak percaya. Sementara Yuuki entah malu atau apa, menyelesaikan makan malamnya dan membawa piring ke dapur. Kotoko masih heran menatapnya. HAHHAHAHAHA.
Tapi kemudian ia tertawa dan melanjutkan makannya. Cieeeee Kotoko udah mulai di sukai Yuuki. Seneng dia.


Sudah jam 10 lewat 7 menit dan Naoki belum pulang. Kotoko masih di meja makan menanti kepulangan Naoki.
Kotoko meregangkan badan dan tampak kelelahan, ia mengelun kalau Naoki pulang terlambat lagi. Tiba-tiba Handphone Kotoko bunyi dan ia kaget, ia senang menyangka itu dari Naoki, tapi ternyata malah dari Sudo, wkwkwkwkwkwkw.
Kotoko akhirnya mengangkat telpon juga. Sudo-san mengatakan kalau ada masalah besar. Kotoko malah tertawa dan bertanya ada apa.


Sudo menjelaskan, ia menyatakan cinta pada Matsumoto.....
Kotoko kaget, Apa? Kau akhirnya mengatakan kalau aku menyukainya?
Sudo meluruskan, ia baru akan melakukannya, belum melakukannya.
Kotoko kesal, Tolong jangan telpon aku jika kau hanya ingin mengatakan hal sepele seperti ini!
Sudo mengatakan, Tidak, tidak tidak. Lalu Yuko mengatakan kalau ada seseorang yang dia sukai.
Kotoko tertawa, Aku yakin dia akan mengatakan hal seperti itu. Kita semua tahu kalau dia menyukai Irie-kun, aku pikir aku juga tahu.
Sudo makin kesal, Tidak, bukan itu yang ingin aku katakan! Aku sudah tahu kalau dia menyukai Irie. Dia bilang kalau dia akan mengatakan pada Irie kalau dia menyukainya.
Kotoko tertawa lagi, Tentu saja, jika dia menyukai seseorang, dia harus mengatakan perasaannya.
Kemudian Kotoko baru menyadari masalahnya.


Kotoko berteriak sekeras-kerasnya sampai Sudo san hampir budeg,, APAAAAAAAA????!!! Matsumoto-san akan mengatakan pada Irie-kun kalau dia menyukainya? Kapan, kapan dia akan melakukannya?
Dengan agak menyeramkan, Sudo-san berkata, Malam ini.
Dan Kotoko berteriak lagi, Malam Iniiiii~~~


Dan malam itu, Kotoko berjalan penuh kekhawatiran mencari dimana kira-kira Yuko akan menyatakan perasaannya pada Naoki. Atau mungkin Yuko sudah menyatakan perasaannya pada Naoki?
-Kenapa itu jadi masalah ya, wkkwkwkwk, toh Naoki kan ga open sama yang nembak dia, wkwkw-
Dan dimulailah khayalan Kotoko, dimana Yuko dan Naoki berciuman.
Kotoko tidak suka itu dan langsung berteriak, NOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!
Kotoko kayak apa ya istilahnya, ia langsung berlari dan berlari mencari dimana kira-kira Yuko dan Naoki berada.


Kotoko panik dan panik, namun akhirnya ia menemukan keberadaan mereka di taman. Yuko dan Naoki berdiri berhadapan. Kotoko melihat dan bersembunyi di balik tanaman bonsai, kayaknya.
Yuko mengatakan ia sudah menunggu Naoki di sana. Naoki berkata kalau Yuko pasti sudah menunggu lama. Jika Yuko ingin mengatakan sesuatu harusnya Yuko datang ke rumahnya.
Yuko menggeleng dan mengatakan kalau ia tak ingin melakukan hal itu. Karena ia ingin mengatakan pada Naoki sendiri.
Kotoko terus mendengarkan di balik tanaman.


Yuko berkata ia tahu ia egois. Naoki ada dalam situasi sulit sekarang. Tapi...........
Naoki bertanya, apa itu?
Yuko memberanikan dirinya, Aku menyukai Irie-kun.
Kotoko terkejut mendengarnya.
Naoki sedikit terkejut. Yuko berkata lagi, kau lihat? Aku mengatakan padamu dengan jujur. Jadi aku ingin kau mengatakan padaku bagaimana perasaanmu dengan jujur.
Kotoko mulai khawatir dengan jawaban Naoki.
Yuko bertanya lagi, Bagaimana kau pikir tentang aku?
Kotoko mencoba mendengarkan dengan jelas. Ia menelan ludah.
Naoki menatap Yuko, kemudian ia mengalihkan pandangannya.
Dan jawaban Naoki, Maaf. Aku tak bisa menganggapmu lebih dari teman.


Yuko terlihat kesal. Ia memeluk Naoki. Sontak Kotoko terkejut dan membuat huruf O dengan mulutnya.
Yuko masih belum menyerah dan mengatakan kalau ia menyukai Naoki. Ia belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Jadi, ia tak bisa menyerah.
Yuko melepaskan pelukannya dan Kotoko tampak panik. Apalagi saat Yuko akan mencium Naoki. Sontak Kotoko makin kesal + panik, tapi ia tak boleh berteriak, Kotoko membuat wakah yang lucu abiesss, karena tak tahan untuk berteriak, ia mengeluarkan sedikit suara aneh sambil menutup matanya. Kok malah kelihatan seperti menguap yaaa? HAHHAHAHAHAhha, karena ingin mengintip lagi, Kotoko membuka sebelah matanya.


Naoki menghentikan Yuko yang akan menciumnya. Dan Kotoko terkejut melihatnya.
Naoki bertanya, apa kau merasa lebih baik sekarang? Maaf, tapi aku tak ingin melakukan hal seperti itu denganmu.
Yuko terluka, kenapa kau tak ingin melakukannya denganku? Jadi, siapa yang ingin kau cium?
Naoki tampak berfikir dan mengatakan kalau ia sudah berciuman dengan seseorang.
Yuko terkejut. Kotoko juga.
Naoki dengan yakin berkata kalau ia sudah mencium Kotoko.
Yuko tampak kesal. Kotoko sedkit terkejut. Kotoko teringat ciuman pertama mereka saat kelulusan.
Yuko mengatakan kalau ia merasa terhina dengan hal itu. Harga dirinya hancur.
Tapi kemudian ia merasa tenang dan mengatakan kalau ia ikut berdoa agar ayah Naoki segera sembuh.
Yuko terlihat beneran terluka dan akan menangis, makanya ia cepat-cepat pergi dari sana.


Kotoko masih di tempat persembunyiannya. Ia berfikir keras, "Kami berciuman... Itu terjadi lebih dari setahun yang lalu. Kenapa dia mengatakannya sekarang?"


Kemudian Kotoko mendengar suara langkah kaki Naoki. Ia segera berbalik, memunggungi jalan untuk bersembunyi.
Naoki lewat disana dan menghentikan langkahnya.
Tanpa menatap ke arah Kotoko, ia berkata, Hey, berhentilah menguping kehidupan cintaku.
WKWKWKKWKWKWKWKWKWKWKWK. Kotoko ketahuan.
Kotoko tertawa dan minta maaf, ia hanya khawatir karena Naoki pulang terlambat.


Kotoko berdiri di belakang Naoki. Naoki diam saja dan berfikir sesuatu. Kotoko heran karena Naoki tak ada reaksi. Ia mencoba melihat raut wajah Naoki.
Naoki lalu berjalan tanpa berkata apapun. Kotoko heran dan memanggil nama Naoki. Ia mengikuti Naoki.


Kotoko mengikuti Naoki yang berjalan dari belakang. Mereka masih di sekitaran taman. Naoki kemudian duduk di bangku taman. Kotoko hanya berdiri dan menatap Naoki yang malam ini bersikap aneh.
Tiba-tiba Naoki berkata kalau sebenarnya keadaan ayahnya tidak membaik.
Kotoko terkejut. Naoki berkata kalau hari ini ia dan ibu bicara dengan dokter. Sekarang ini kondisi ayahnya stabil. Tapi berdasarkan hasil tes terakhir, ayahnya punya penyakit jantung.
Naoki tampak menunduk sedih. Naoki berkata selama mereka siap, maka ayahnya akan menjalani operasi jantung.
Kotoko bertanya, apakah itu operasi yang sulit?
Naoki menjawab, yang akan dioperasi adalah jantungnya. Bahkan jika operasinya sukses, dia mungkin tak akan bisa bekerja untuk sementara waktu.
Kotoko mengerti dan ia tampak sedih.


Naoki berkata kalau ia berfikir penyakit ayahnya itu disebabkan oleh stress dan kegelisahan. Karena depresi itu, kinerja perusahaan telah memburuk. Itu sebabnya ia ingin aku mengambil alih perusahaan sesegera mungkin.
Naoki ingat apa yang dikatakan oleh ayahnya dan Kanamori.
Naoki berkata kalau ia mengambil alih perusahaan, semua masalah akan selesai.
Kotoko sedih mendengarnya. Ia bertanya, tapi impianmu adalah menjadi seorang dokter, bukan?
Naoki tampak ragu, pertama kalinya aku lihat mana Naoki seperti itu, ia menyangkal dan mengatakan kalau ia belum lama memutuskan kalau itu adalah mimpinya.
Kotoko teringat perkataan Naoki padanya saat Naoki ingin menjadi dokter. Kotoko terlihat sedih. Ia bisa melihat bahwa ini adalah hal yang sulit bagi Naoki.
Kotoko bertanya, Jadi kau akan menyerah?
Naoki diam saja. Ia tak menjawab. Kotoko makin khawatir dan memanggil nama Naoki.


Kotoko teringat lagi saat Naoki mengatakan kalau menjadi dokter adalah pekerjaan pertama yang menarik dalam hidupnya.
Kotoko menunduk sedih. Ia merasa sedih memikirkannya, Dokter adalah impian pertama Naoki, dan ia harus menyerah demi keluarganya.
Naoki yang biasanya penuh percaya diri, kali ini tampak rapuh. Kotoko memandangi Naoki yang sejak tadi terdiam.


Dengan cepat Kotoko mendekati Naoki dan memeluknya dari belakang. Naoki diam saja. Kotoko tak tahan dengan rasa sedih yang di derita Naoki karena dengan begitu ia juga akan merasa sedih. Kotoko menutup matanya sambil memeluk Naoki.
"Irie-kun terlihat sangat sedih. Sebelum aku tahu itu, aku memeluk Irie-kun. Tapi dia tidak melepaskan tanganku. Pada saat itu, aku merasakan sepertinya hati kami terhubung."


Keesokan harinya, Naoki berangkat kerja lagi. Kotoko seperti biasa datang membawa bekal makan siang, telur gulung dan tumis daun bawang.
Kotoko sibuk mengatakan dengan semangat dan lagi itu akan membuat Naoki pintar.
Naoki dengan kejam mengatakan, Lalu kenapa kau tidak memakan itu?
Kotoko tertawa dengan hal itu.
wih, pagi-pagi Naoki udah ngajak bercanda, meski pun kayaknya itu bener, wkkkwkw.
"Meskipun begitu....."


Naoki kedatangan tamu di perusahaan, Tuan Oizumi. seperti biasa Tuan Oizumi mengatakan kalau ia bukan datang dengan sengaja, tapi karena ia ada urusan di sekitar sana dan sekalian mampir.
Naoki bertanya apakah Tuan Oizumi datang sendirian hari ini.
Tuan Oizumi berkata kalau ia datang untuk membicarakan hal pribadi dengan Naoki.
Naoki heran, denganku?
Tuan Oizumi menjadi serius, Naoki-kun, apa kau mau menghadiri acara perjodohan?
Naoki terkejut mendengarnya. kanamori juga terkejut dan segera menatap Naoki.


Tuan Oizumi tertawa dan berkata, aku tahu ini bukan waktu yang baik mengingat ayahmu ada di rumah sakit. aku punya seorang cucu. Dia seusia denganmu dan dia sekolah di Universitas Khusus wanita Seishin.
Kanamori ikutan nyambung, Itu adalah sekolah yang bergengsi.
Tuan Oizumi bertanya lagi, bagaimana Naoki-kun, apa kau setidaknya ingin bertemu dengannya?
Tuan Oizumi melihat ekspresi Naoki yang diam dan tertawa. Ia mengatakan kalau Naoki masih muda, ia yakin butuh waktu untuk berfikir. Setelah diskusi dengan orangtuanya, ia ingin Naoki memberikan jawaban secepatnya.
Tuan Oizumi berdiri.


Tuan Oizumi mengatakan kalau mereka akan membicarakan masalah rencana investasi setelah itu.
Mereka mengantar tuan Oizumi sampai ke lift. Tuan Oizumi ingin Naoki mempertimbangkan hal itu dengan hati-hati.


Setelah Tuan Oizumi pergi, Kanamori terlihat mengkhawatirkan keputusan Naoki.
Naoki berfikir dan mengatakan kalau pertemuan ini akan menjadi hal yang menguntungkan bagi perusahaan.


Sementara itu Kotoko sedang ada di rumah menjemur kain dengan bersenandung. Ia tak tahu hal besar apa yang akan terjadi.



"Takdir kami akan mulai bergerak secara signifikan....."

-END-
Komentar :

Great Episode!!!
Aku kirain episode ini ada nangis-nangisan, bakal galau-galauan. Tapi ternyata tidak juga. Aku malah sangat menikmati episode ini. Kebersamaan Naoki dan Kotoko memang cukup sedikit, tapi setiap kebersamaan mereka terasa sangat berarti. Cobaan hidup Naoki sangat berat di episode ini, aku rasa. Ia mungkin berfikir akan menyerah pada mimpinya menjadi dokter karena ia tak bisa mengabaikan keluarganya. Tapi aku yakin dalam otaknya yang pintar, ia juga punya sebuah rencana.


Di Episode ini banyak adegan Naoki-KOtoko yang lucu banged. Aku suka adegan pengantin baru ala Kotoko. Hehhehehhe. Memasak buat Naoki, makan bersama, Memakaikan dasi, mengantar sampai ke pintu, membuatkan bekal, menyambut Naoki yang baru pulang kerja. aih, kayaknya ini memang kehidupan yang diidam-idamkan Kotoko. seandainya tak terselip banyak hal yang sedih dalam kehidupan mereka.


Adegan Pas makan malam itu beneran bikin ketawa. Ternyata Naoki bisa juga bersikap sopan pada Kotoko, HAHAHAAHHAHAHA. Makan akar talas mentah booook, Mungkin Naoki sedang mempersiapkan mental untuk kehidupan pernikahan dengan Kotoko nantinya. Hehhehhe.
Tapi jujur saja, melihat mereka bertiga di meja makan, aku malah merasa mereka seperti sebuah keluarga dan Yuuki adalah anak mereka. Rasanya cocok-cocok aja Kok Kotoko jadi seorang isteri. Hmmmmmm, belum bisa berhenti tersenyum nih, kebahagiaan Kotoko di episode ini.


Aku turut berduka cita atas penolakan Naoki terhadap Yuko. Tapi aku salut karena Yuko berani mengungkapkan perasaannya pada akhirnya. Aku rasa sejak awal ia tahu kalau Naoki akan menolaknya. Atau dia sengaja ngasi tahu Sudo mengenai dia yang akan nembak Naoki, biar Sudo lapor ke Kotoko dan Kotoko pasti datang mencari mereka. Mungkin yang nggak kebayang bagi Yuko adalah, Naoki yang menolak ciumannya. Ia shock juga saat Naoki mengatakan kalau ia sudah mencium Kotoko. Naoki kan tidak mau melakukan hal seperti itu dengan Yuko, yang artinya Naoki hanya mau melakukannya dengan Kotoko, yang artinya lagi kalau Naoki itu emang suka sama Kotoko. Secara tidak langsung ia mengatakan hal itu. Pas Kotoko teriak dikit melihat mereka ciuman, aku yakin Naoki sudah tahu ada Kotoko disana. Mungkinkah Naoki sengaja mengatakannya? Biar Kotoko tahu?
Sayangnya Kotoko tidak mengerti akan hal itu, harap maklum. Kotoko memang sedikit telmi soal yang begituan. HAHHAHAAHHHAAHHA.



Awalnya aku menduga kalau pertunangan Naoki ini ada hubungannya dengan perusaahaan yang lagi krisis. Misalnya kalau nggak melakukannya maka perusahaan bisa bangkrut. Tapi kayaknya nggak separah itu. Soalnya Naoki hanya mengatakan kalau pertemuan ini adalah keuntungan bagi perusahaan, mungkin sejak awal dia punya rencana, dia nggak berniat bertunangan sama si Sahoko.
Sahoko sih lumayan cantik. Anggun, soalnya dari sekolah khusus wanita pula kan. Tapi kemana-mana sih buat Naoki Kotoko aja deh :D
Mudah-mudahan nih cewek nggak nyebelin. BT juga kalau akhirnya dia ngejahatin Kotoko. Aku sih berharap tokoh sahoko ini kayak peran Lee Min Jung yang jadi tunangan Lee Min Ho di Boys Before Flower, bersahabat gitu, ehheeeheheh


Momen yang benar-benar membuatku sedih adalah momen saat curhat Naoki di part terakhir. Naoki beneran tampak sedih dan sulit memutuskan yang mana yang akan ia pilih. Makanya Kotoko dengan sigap memeluk Naoki. saat kita merasa sedih, terluka atau apapun, jika mendapat pelukan rasanya semuanya jadi lapaaaaaaaaaang aja, aku rasa Naoki merasakan hal yang sama. Aku yakin itu. Mungkin saat itu pintu pikirannya terbuka.


Tapi direktur memang pandai membuat hati fans galau segalau galaunya. Bagaimana tidak coba, di preview epsiode 14, kita beneran dibuat sebenci-bencinya sama Naoki. Bahkan tak banyak yang membuat status 'Naoki Baka!'.
Menerima pertunangan, mengatakan hal yang menyakiti Kotoko pula. Kotoko yang ceria beneran ga terlihat ada tersenyum di preview episode 14. Aku sungguh sedih atas nama Kotoko. Aku rasa setelah kalian menonton episode 13, yang kalian komentari bukan episode 13-nya tapi preview episode 14. Aku juga begitu kok. Rasanya episode 14 akan menjadi puncaknya.
Dan aku punya feeling kalau episode 14 ada rain-kissu nya. Entah kenapa, rasanya cocok aja momennya. HAHAAHHAHAAH.
Tapi yang paling aku tunggu adalah tindakan gentleman Kin Chan :)


Aku minta maaf atas keterlambatan sinopsis dari yang aku janjikan, meskipun nggak telat-telat banged. Aku juga nggak nyangka banyak hal yang terjadi beebrapa hari ini, semuanya di luar dugaan.
Aku akan berangkat KKN tanggal 2 Juli. Bye Bye aja semuanya :')
Kalau ada waktu aku akan update kok, aku harap nanti tidak terlalu sibuk disana :D :D

Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -