ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Sabtu, 24 Agustus 2013

Attention Please!!

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)
******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 8 -Part 1-


Ayooo Kita kencan!!!
Doubel date yang sangat menyenangkan, hahahhah.
Pengakuan yang pada akhirnya menyakitkan...


Pada akhirnya, setelah insiden salah rumah, Naoki membawa Kotoko pulang ke rumahnya dengan menggunakan taksi. 
Mereka tiba di halaman dan Kotoko meminta maaf pada Naoki, karena merasa telah membebani Naoki.
Naoki mengatakan jika ia meninggalkan Kotoko dengan kaki terluka begitu, maka ibunya akan memarahinya lagi, makanya ia membawa Kotoko ke rumah mereka. Lagipula ini hanya sampai ayah Kotoko menghubungi Kotoko.
Kotoko mulai khawatir + penasaran, kemana kira-kira ayahnya pergi?


Tiba-tiba Naoki keluar rumah dan mulai melapor dengan kesal + sedih pada kakaknya karena kamar-nya lagi-lagi di permak, hahahhaha.Ia menyadari ada Kotoko di sana. Kotoko menatap Yuuki dengan bingung. Yuuki menunjuk ke arah Kotoko dan Kotoko kaget, Itu karena dia.
Yuuki kemudian menangis. Wkwkwkkwkwkwkwkwkw. So, artinya maminya udah tahu Kotoko bakal kesana? dan artinya, semua ini ulah si mami???? GOOD JOB mom!!


Ibu keluar dari rumah sambil berlari-lari kecil dan menyambuk Kotoko bersama Naoki. Ibu mengatakan ia sudah berfikir kalau Naoki dan Kotoko akan datang bersama malam ini. 
Kotoko berkata kalau mereka berdua pergi ke rumah barunya, tapi ada seseorang yang tinggal di sana. Ia tak bisa menghubungi ayahnya.
Ibu dengan wajah sedih mengatakan kalau ayah Kotoko pergi ke kantor Real Estate.
Kotoko terkejut menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Ibu mengatakan kalau sepertinya terjadi kesalahan. Seseorang menandatangani kepemilikan rumah baru sebelum ayah Kotoko menandatanganinya.
Naoki menatap ibunya dengan curiga. Sementara Kotoko masih terkejut.


Flashback memperlihatkan ayah Kotoko di kantor real estate menerima permintaan maaf dari agen, karena ternyata sehari sebelum ia menandatangani surat rumah, sudah ada yang menandatanganinya terlebih dahulu.
Ayah terlihat sangat pusing.


Ibu mengatakan kalau furniture untuk rumah baru Kotoko akan tiba hari ini. Tapi tentu saja rencananya jadi berantakan. Ayah sibuk menelpon perusahaan pindahan rumah dan juga agen real estate. Itu sebabnya Kotoko tak bisa menghubungi ayahnya.
Kotoko terlihat sangat sedih, Apa itu artinya ayahku dan aku kehilangan tempat tinggal sekali lagi? Apa yang harus kami lakukan?
Itu tersenyum mendengar hal itu, Jangan khawatir. Kau bisa tinggal bersama kami lagi.
Kotoko terlihat tak enak hati dan melirik ke arah Naoki.
Naoki terlihat sedikit kesal atau bagaimana tapi ia menatap ke arah lain.
Ibu masih bersemangat mengatakan kalau Kotoko dan Ayahnya bisa tinggal di rumah mereka. akhirnya kita bisa menjadi keluarga lagi.


Kotoko terkejut, HAH?
Naoki kali ini bicara, Kau masih saja bicara hal-hal yang tak masuk akal.
Tapi kali ini ibu yakin dia akan menang. Ibu terlihat percaya diri dan berkata, Apa yang kau bicarakan? Aku tahu kalian berdua sudah berciuman.
Kotoko terkejut dan membelalakkan mata, sedikit memonyongkan bibir, wkwkkwkwk.
Naoki berusaha tenang dan melirik Kotoko dari sudut matanya.
Kotoko perlahan mencoba melihat ekspresi Naoki, melihat Naoki menunjukkan ekspresi 'kau bermulut ember', KOtoko langsung kaget dengan suara khas-nya.
Lalu ia berteriak, aku tak mengatakannya! Aku tak mengatakannya! Aku tak mengatakannya!


Yuuki kali ini juga terkejut mendengarnya, Tidak, itu tak mungkin, iya kan kakak?
Naoki perlahan menatap Yuuki lalu menatap ke arah yang berlawanan. Kotoko mulai khawatir.
Ibu sangat excited dengan hal itu dan mengatakan, Ia tak pernah menduga hal itu akan terjadi, melihat bagaimana Kotoko dan Naoki selama ini. Tidak baik membohongi orang tua, kalian tahu?
Ibu benar-benar terlihat bahagia membuat Kotoko main khawatir, ia bertanya kenapa ibu bisa tahu?
Ibu dengan bangga berkata, orang yang mendapatkan informasi, akan mengalahkan dunia!
Ibu beneran ketawa kayak nenek sihir, wkkwkwkwkw.


Kemudian kita bisa melihat, kalau semua yang terjadi memang ulah ibu. Ibu menelpon ke Mikasa Realty, agen real estate dimana ayah Kotoko mencari rumah. Ibu berterima kasih. artinya memang dalang semua itu adalah ibu yang merekayasa kejadian, hehehhehe.


Kotoko masuk ke dalam kamar Yuuki yang telah di permak ibu menjadi kamar serba pink Kotoko. Kotoko memandangi ke setiap sudut ruangan. Kakinya masih pincang dan berjalan mendekati tempat tidur, ia kemudian merebahkan badannya di kasur.
Kotoko menghela nafas.


Pintu di ketuk dan itu ibu yang membuka pintu sambil mengatakan kalau ia sangat senang Kotoko kembali ke rumah mereka.
Ibu masuk ke kamar dan bertanya, bagaimana rasanya kembali ke rumah sendiri?
Kotoko tersenyum, ia masih tak enak hati dan berkata kalau bukan seperti itu. Ia dan Naoki tidak seperti yang ibu pikirkan. Dan mereka akan meninggalkan rumah keluarga Irie setelah menemukan rumah baru lagi.
Ibu terlihat sedih dan berkata ia penasaran apakah Kotoko akan menemukan rumah baru atau tidak.
Kotoko terkejut, HAH?
Ibu tersenyum rahasia dan kembali bersemangat mengajak Kotoko duduk, Bagaimanapun, aku sudah memutuskan kau akan menikah ke keluarga kami. Apalagi setelah kau dan Naoki berciuman.
Ibu masih saja tertawa bahagia.


Kotoko berusaha menyadarkan ibu kalau semuanya tak seperti yang ibu pikirkan. Itu hanyalah sebiah kesalahan.
Ibu menatap Kotoko.
Kotoko mengatakan kalau mereka bahkan tak pernah berpegangan tangan. Mereka juga tak pernah pergi berkencan.
Pada akhirnya KOtoko memberikan alasan itu seolah-olah ia sedih dan mengharapkannya, tentu saja ia mengharapkan hal itu. Ibu memandangi Kotoko dengan sedih kemudian mulai bicara dengan semangat sehingga mengagetkan Kotoko.
Ibu : Jangan berkecil hati, Kotoko-chan! Meskipun kalian belum melakukan hal itu, kalian bisa melakukannya di masa depan! Jika kau bisa berciman karena sebuah kesalahan, kau juga bisa berkencan karena sebuah kekeliruan.
HAHHAAHAAH, ya ampuuuuuuuuunnn, mami ni seneng banged deh kayaknya!


Tapi Kotoko masih saja merasa itu tidak mungkin. 
Ibu tersenyum dan menatap Kotoko, Kotoko-Chan, pergilah kencan dengan Naoki. Itu adalah misimu!
Kotoko tertohok dengan paksaan ibu. Ibu kemudian tertawa dan mengatakan kalau ia akan mendukung Kotoko. Ibu lalu pergi dari kamar Kotoko dengan bahagia membahana^^
Bahkan Kotoko pun tak bisa berkata apa-apa dengan pada ibu. LOL.


"Aku ditawarkan untuk pergi berkencan dengan Irie-kun. Yah, Jika aku punya kesempatan, aku akan sangat senang pergi berkencan dengannya. Tapi..... Dia pasti tak berniat melakukan itu. Apa yang harus aku lakukan?"

Episode 8 :

-Kencan Pertama yang Tiba-Tiba-



"KAU MULAI TINGGAL BERSAMANYA LAGI?????????????????"
Jinko dan Satomi Shock mendengar kabar terbaru dari kisah Kotoko. Kotoko hanya bisa menjawab, Uhmm, Yeah.
Kotoko masih merasa bingung, ia tak tahu dari mana Ibu tahu mengenai ciuman itu.
Jinko dan Satomi mulai merasa tak enak dan pura-pura tak tahu. Tapi KOtoko curiga, karena hanya mereka tang tahu, Jangan bilang kalau kalian mengatakannya pada ibu?!
Jinko dan Satomi diam saja dan Kotoko akhirnya mengerti, kenapa kalian melakukan ituuuuu???
Jinko dan Satomi hanya bisa minta maaf, karena itu adalah ketidaksengajaan.
Sementara itu Kin Chan ada di sana, sudah mematung dengan posisi yang lucu dan mendengar semuanya. Ia berteriak, Apa kau mengatakan 'ciuman'????


Kin Chan segera menuju KOtoko dan memegang bahu Kotoko, Kin Chan dengan serius bertanya, Kotoko, Apa kau berciuman dengan Irie?? Aku pikir kau akan menyerah padanya. 
Kotoko merasa tak enak pada Kin Chan dan meminta maaf.
Kin Chan tampak patah hati berkeping-keping. Ia melepaskan tangannya dan mengangguk, kemudian pergi dengan wajah sedih, Hikzzzzzzzzz, poor Kin Chan,,, sini sama aku aja :')


Jinko merasa sedih melihat Kin Chan begitu. Tapi Satomi mengatakan kalau lebih baik Kin Chan tahu. Karena KOtoko memang tak bisa menyerah pada Irie.
Kotoko hanya bisa menghela nafas.


Kotoko sedang berjalan dan memikirkan sesuatu. Katak-kata yang sampaikan Satomi padanya.
"Kotoko, aku yakin kau sudah menyadari, bahkan saat kau punya saingan dan banyak hambatan, perasaanmu pada Irie tak akan pernah berubah. Sudah seharusnya Kin Chan menyerah dan move on".
Kotoko hanya bisa menghela nafas. Kotoko bergumam, tapi Irie-kun bahkan tidak memperhatikanku.
Dan ternyata, langkah Kotoko membawanya ke depan fakultas Sains dan teknik.


Naoki keluar dari gedung dan Kotoko terkejut saat melihat Naoki. Ia segera bersembunyi, di tempat persembunyian yang aneh, bangku taman, wkwkkwkwk.
Kotoko mengintip Naoki yang sedang berjalan dan Yuko menghampiri Naoki. Yuko mengajak Naoki menonton film di bioskop hari minggu nanti. Karena ia punya 2 tiket.
Kotoko mendengarnya dan mulai merasa tak nyaman, Apa? Yuko matsumoto juga mencoba melakukan kencan pertama dengan Irie-kun?
Kotoko kesal dalam hati dan menyentuh dahinya dengan telunjuk sambil memperlihatkan wajah lucu, KOtoko merasa kalau ia tak akan menang kali ini.


Kotoko masih menatap Naoki dan Yuko sambil terus berkecil hati.
Lalu perlahan di belakang Kotoko muncul seorang pria yang makin lama makin mendekat dengan hati-hati ke arah Kotoko. Dan tiba-tiba ia duduk di samping Kotoko dan membuat Kotoko kaget. Apa yang kau lakukan, Sudo san?!
Sudo mencoba menenangkan Kotoko dan malah bertanya, Apa yang kau lakukan disini, Aihara?
Sudo kelihatannya gugup, seolah ia sudah tahu apa yang terjadi, tapi pura-pura tak tahu, tapi kemudian ia bertanya, Kamu melihat Irie,hah?
Kotoko kelihatan terganggu dan bertanya, Bagaimana denganmu? Apa kau disini untuk melihat Matsumoto-san?
Sudo tak menjawab, tapi gerak-geriknya membuat Kotoko berfikir, Jangan-janga kau su su suka pada Matsumoto-san?
Sudo berteriak agar Kotoko tidak melanjutkan kata-kata yang membuat dirinya malu. Bahkan Sudo menutup paksa mulut Kotoko, keseimbangan Kotoko hilang, kakinya keseleo lagi dan mereka berdua terjatuh tepat di hadapan Naoki dan Yuko, dengan posisi yang mencurigakan, hhahahaha.


Kotoko berada di bawah Sudo dan mereka berdua saling terkejut. Tentu yang lebih terkejut adalah Naoki, wkwkkwkkw.
Yuko juga kaget dan berkata, Tidak, di tempat seperti ini di tengah hari?
Sudo dan Kotoko terkejut dan mereka segera berdiri. Kotoko mencoba menjelaskan. Tapi Yuko memotong perkataan Kotoko dengan mengatakan kalau 'rumor itu' ternyata benar.Kotoko dengan gaya tangannya yang masih mencoba menjelaskan bertanya, Hah? Rumor?
Yuko : Ada sesuatu antara Aihara dan Sudo-san.
Kotoko dan Sudo saling pandang dan jelas terkejut, A-Paaaa???
Kotoko tertawa, jangan membicarakan hal yang tak tahu benar atau tidaknya.
Yuko mulai berkata lagi, Kamu bilang pada orang-orang kalau kau akan menyerah pada Irie-kun. Alasan di belakang itu, Sudo-san, bukan? Itu membuat sedikit sensasi di klub tenis.


Kotoko menelan ludah. Ia dan Sudo saling bertatapan.
Lucunya, Sudo malah menanggapi dengan serius, Hah? benarkah?
Tentu saja Kotoko dengan cepat menolak, Tidak! Tidak! Tidak! Irie-kun, ini kesalahpahaman. Ini tak seperti yang kau lihat.
Kotoko mencoba menjelaskan semuanya, tapi Naoki yang sejak tadi memang tidak pernah melihat pada Kotoko segera pergi setelah berkata, Aku tidak peduli.
Kotoko masih dengan gayanya yang lucu melihat kepergian Naoki. Sementara Yuko tersenyum senang.
Naoki berhenti melangkah dan berbalik sambil berkata, Oh, Matsumoto. Tentang yang kau bilang tadi, aku libur hari minggu ini, jadi aku bisa menonton film bersamamu.


Yuko tentu saja sangat senang mendengarnya. Ia segera berlari menuju Naoki. Kotoko dan Sudo hanya bisa memandangi keduanya. Yuko juga tak lupa memberikan senyuman kemenangan ke arah Kotoko sambil terus berjalan di samping Naoki yang terbakar cemburu, HAHHAHAHHAHHAHHA -Aku artikan begitu deh^^-
Kotoko hanya bisa menelan ludah dengan kesal bersama Sudo yang juga kesal dengan wajah seperti tersenyum, hahahhaha.


Kotoko dan Sudo masih bersama. Kotoko sedang duduk sambil memegangi kakinya yang keseleo. Kotoko mengatakan kalau semua ini salah Sudo-san. Karena Sudo bersandar tiba-tiba padanya.
Sudo mengatakan kalau ia lupa kaki Kotoko sudah terluka sebelumnya. Sudo minta maaf dengan tulus.
Sudo kemudian berkata kalau ia tak tahu ada rumor tentang mereka di klub tenis. Ia bahkan tertawa terbahak-bahak.
Kotoko kesal dan mengatakan kalau rumor seperti itu tak ada. Ia yakin Yuko mengada-ada karena ia ingin membuat Naoki terkesan padanya.
Sudo membela Yuko, ia mengatakan Yuko bukan wanita yang akan berbohong untuk sesuatu yang kecil. Sudo bahkan meninggikan suaranya membuat Kotoko terkejut.
Kotoko tersenyum dan mengatakan ia mengerti Sudo sangat menyukai Yuko.
Sudo mengatakan kalau ia ingin bicara pada Kotoko tentang sesuatu.


Sudo kemudian menjadi serius dan duduk di samping Kotoko. Ia bertanya, Bagaimana ya? Kau suka Irie. Aku suka Matsumoto. Matsumoto suka Irie. Menututmu itu tak bagus bukan?
Kotoko setuju, Tidak ada yang akan berakhir bahagia -HAHAHAHA, mereka ga memikirkan perasaan Naoki ternyata^^-
Sudo dengan serius pake gaya tangan berkata, Karena itu kita harus bekerja sama dan saling membantu, bagaimana menurutmu?
Kotoko ikutan gaya Sudo senpai dan bertanya, membantu? membantu seperti apa?
Sudo kemudian berbisik ke telinga Kotoko. Kotoko mendengarkan dengan seksama sambil memainkan ekspresi kaget yang lucu-lucu, HAHAHAHA.


"Apa? Kau akan memata-matai kencan Irie???"
Jinko dan Satomi terkejut saat mendengarkan rencana Kotoko untuk mengamati kencan Naoki-Yuko. Kotoko panik karena suara keduanya sangat keras, ia menyuruh mereka diam, karena tak mau Kin Chan mendengarnya.
Satomi juga panik dan melihat ke arah pelayan makanan, ia mengatakan kalau Kin Chan hari ini tak masuk.
Sementara Jinko mengambil tissu di tas-nya untuk mengelap tangan dan meja yang kena cipratan juice, Wkwkkwkwkwwkkwkw. Ekspresi ketiganya lucu^^
Kotoko bahkan memastikan kesetiap sudut kalau Kin Chan tak ada disana, ia melihat ke belakang, ke samping bahkan ke atas dan di bawah meja, HAHAHAH.


Kemudian Satomi bertanya apa yang akan Kotoko dapatkan dengan memata-matai kencan Naoki. KOtoko kembali terlihat lesu dan mengatakan ia bahkan tak tahu apa untungnya, tapi ia khawatir terjadi sesuatu diantara Yuko dan Naoki. Saat ia memikirkannya ia selalu merasa khawatir.
Satomi merebut juice milik Kotoko dan menghempaskan ke meja, Kau sungguh menyedihkan!
Kotoko terkejut. Jinko juga kesal, karena sedari tadi ia membersihkan meja dari tumpahan Juice dan kali ini Satomi menumpahkannya lagi, HAHHAHAHAHAHA. Jinko lucu juga yak^^
Satomi kesal sekali, Kotoko membiarkan Yuko Matsumoto mengambil kencan pertama Irie dan tak hanya itu, dia juga akan memata-matai kencannya! Itu seperti Sudo-san dan Kotoko pergi berkencan.
Kotoko membelalakkan matanya. Sementara Jinko yang sibuk mengelap meja menghentikan aktifitasnya saat mendengarkan suara aneh. Apa kalian mendengarkan suara aneh?
Satomi masih kesal, Jinko, kita sedang membicarakan sesuatu yang penting! Tutup mulutmu!


Lalu kamera mengarah ke bawah meja mereka bertiga, dan kita bisa melihat alat perekam suara di sana. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Dan tentu saja itu perbuatan Kin Chan yang ternyata ga bisa ga mengkhawatirkan Kotoko. Ia memasang alat itu dan ada di sebuah ruang gelap memegang antena, aku rasa ia tak mendengar mengenai Kotoko yang memata-matai kencan Naoki, tapi malah mendengar Kalau Kotoko dan Sudo-san akan berkencan,WKKWKWKKWKW.
Kasian, Kin Chan patah hati lagi.
Kin Chan mendengar suara percakapan yang lain yang terputus-putus.
Satomi : Jadi kamu... tidak apa-apa dengan itu?
Kotoko : Ya... aku tak tahan.
Jinko : Itulah cinta.


Kin Chan mengambil kesimpulan sendiri, Kotoko jatuh cinta dengan orang lain? Dengan pria tua berjenggot itu?
Satomi : Kencan...
Kotoko : Film... Ginza.
Satomi : Waaa, Karasumori...
Kotoko : Shimbhasi.
Kin Chan berpikir, Ginza? Karasumori? Shimbashi?
Kembali ke lokasi sebenarnya, KOtoko mengatakan kalau ia tak peduli dengan lokasinya.
Sementara Kin Chan mendengarkan : Kencan Film.. Romatis...
Kin Chan garuk-garuk kepala, Kencan... Film... Ginza. Karasumori... Shimbashi. Romantis.


Kin Chan kali ini bekerja di kedai Aihara. Ia bahkan menulis petunjuk yang ia peroleh dari menguping tadi di kertas, ia masih belum bisa memecahkannya. 
AKu rasa otak Kin Chan udah terbakar HAHHAHAH, ia mengeluh karena ia tak mengerti apapun. Aku rasa aku akan gila.
Kin Chan bahkan hampir menangis. Lalu senior menegurnya karena restoran mereka akan segera buka. Kin Chan masih menunjukkan wajah sedih dan memperlihatkan kertas itu pada seniornya. Dengan wajah memelas, ia mengatakan kalau ia tak megerti dengan itu,.
Senior mencoba membacanya, Kin Chan mengatakan kalau itu membingungkan. Tapi kemudian senior tersenyum dan mengatakan kalau ia mengerti. Kin Chan terkejut.
Senior bertanya apa Kin Chan akan pergi kencan. Kin Chan menjawab tidak. Senior berkata, tentu saja bukan kamu. anak kecil sepertimu tidak akan punya kencan erotis seperti ini.
Senior meninggalkan Kin Chan yang masih membatu. E-e-e- Erotis????!!!!
Kin Chan mulai khawatir dengan kencan Kotoko yang erotis, HAHHAHAHAHAHAHHAHAHA. LOL.


Ayah dan Kotoko bicara berdua di kamar Kotoko. Ayah minta maaf pada Kotoko, karena mereka belum menemukan rumah baru juga, ia sudah pergi ke beberapa agen real estate, entah kenapa, setiap ia menemukan rumah yang cocok, seseorang selalu menandatangani sewanya tepat sebelum dia.
HAHAHAHHAAHAHA. Kerjaannya mami nih ^^
Kotoko mengerti. Tapi ayahnya merasa kalau mereka tidak beruntung. Ayah berkata karena mereka belum menemukan rumah baru, maka mereka tak punya pilihan selain tinggal dengan keluarga Irie untuk sementara waktu.
Kotoko mengatakan kalau ini bukan salah ayahnya, jadi ayah tak perlu minta maaf.
Ayah berkata ia terlalu tergesa-gesa meninggalkan rumah keluarga Irie, dan memberikan Kotoko beban juga.
Kotoko terlihat sedih dan ingat bagaimana Naoki menerima ajakan kencan Yuko di kampus.


Ayah melihat ekspresi Kotoko dan mengeluh, tapi Kotoko mengatakan ini tak seperti yang ayahnya bayangkan. Kotoko berkata kalau Ia menyukai Irie-kun.
Ayah mengatakan mengenai perasaan Naoki. Tapi Kotoko tersenyum dan berkata kalau itu tak penting, Irie-kun mungkin tidak pernah menyukaiku. Tapi aku tak ingin menyerah sampai benar-benar berakhir. Ayah juga selalu mengatakan itu, kan? Tidak baik menyerah di tengah jalan. Setelah meninggalkan rumah ini, aku menyadarinya. Kalau perasaan ini, aku tak mau mneyerah sekarang.
Kotoko tersenyum dan ayahnya mengerti. Kotoko mengatakan agar ayahnya tidak mengkhawatirkannya. Walaupun ia tersakiti nantinya, itu lebih baik dari pada tidak melakukan sesuatu dan menyesal nantinya.
Ayah memandangi puterinya dan mengatakan kalau Kotoko mirip.
Kotoko menebak, dengan ibu?
Ayah berkata dengan dirinya. Ayah memencet hidung Kotoko dan Mereka berdua tertawa bersama.

-Hari Minggu-


Kotoko ada di kamarnya sedang memilih baju yang cocok untuk membuntuti kencan seseorang. Tapi perilakunya malah seolah-olah dia yang akan kencan. Namun pada akhirnya baju yang sedang ia pakai lah yang akan ia kenakan.
Ia juga mengenakan lipstik, pake maskara dan sibuk menata rambut. Tapi kemudian ia sadar, kenapa aku memakai make up? Bukan aku yang akan kencan dengan Irie-kun, tapi Matsumoto-san.


Kotoko dalam perjalanan ke lokasi kencan. Di jalan ia masih menghela nafas dan berkata dalam hati kalau ia juga ingin pergi berkencan dengan Irie-kun. Memakai sepatu yang bagus dan memakai makeup, menonton film dan pergi belanja, dan makan malam di restoran mewah.
Kotoko kemudian bersemangat lagi, karena ia juga tak boleh lama-lama bersedih. Yosh!!!
_gaya jalannya lucu^^_


Kotoko tiba di lokasi dan mengintip mencari-cari Yuko dan Naoki. Kemudian Kotoko melihat Yuko, Kotoko waspada agar tak ketahuan.
Yuko datang duluan, mengenakan terusan merah-cokelat, bajunya cantik. Ia menunggu kedatangan Naoki.
Kotoko melihat ke arah Yuko dengan memonyongkan bibirnya, HAHHAHA.
Kotoko yang sedang asyik mengamati di kagetkan dengan kehadiran Sudo yang mendorongnya hingga terlempar 1 meter ke depan, HAHAHHHA.
Kotoko terkejut dan sementara Sudo asyik mengomentari badan Yuko, HHAHHA.


Sudo bertanya pada Kotoko, apa Naoki adalah tipe pria yang cepat dengan perempuan.
Kotoko tersenyum dan mengatakan kalau ia pikir tidak. Naoki agak lamban dengan perempuan.
Sudo mengatakan itu karena wanitanya adalah Kotoko, tapi ia yakin kalau Matsumoto yang seksi, Irie akan...
Kotoko tersinggung tentu saja, tapi ia lebih mengkhawatirkan Yuko-Naoki. Mereka memandangi Yuko yang masih berdiri di sana dan kemudian mulai serius lagi saat Naoki muncul, HAHHAHA.


Sudo dan Kotoko mengintip lagi. Naoki menyapa Yuko dan memuji Yuko yang kelihatan cantik dengan dress-nya. 
Yuko kelihatan malu tapi senang.
Kotoko tak bisa menahan rasa kagetnya dan membuka mulutnya sepanjang mungkin karena shock! HAHHAHHAHAHAHAH.
Sudo juga kesal dan mengatakan kalau Naoki itu sangat sombong.
Yuko dan Naoki lalu pergi. Kotoko dan Sudo mengikutinya.


Sudo dan Kotoko sibuk berdua mengintip + mengikuti kencan keduanya. Lucu banged deh tingkah mereka, pasti ketahuan deh kalau begitu, LOL.
Sementara saat Kotoko-Sudo sibuk mengikuti Naoki-Yuko, Kin Chan muncul sambil komat-kamit mengatakan 'erotis' sepanjang jalan mencari sosok Kotoko bersama seniornya. HAHAHAHAHA, sayang mereka berlawanan arah.


Naoki dan Yuko masuk ke gedung bioskop dan menukarkan tiket. Setelah keduanya pergi, Kotoko dan Sudo datang meminta 2 tiket yang sama dengan Naoki dan minta duduk di belakang Naoki-Yuko.


Kin Chan yang entah ada di bioskop mana yang ada poster 'Janda Menunggu Sia-Sia' yang sepertinya adalah film dewasa.
Kin Chan bahkan tak terbiasa dengan tempat itu. Senior mengatakan kalau itu pasti tempat yang ada di kode, Film, Shimbashi, Romance, satu menit berjalan dari pintu keluar Karasumori.
Kin Chan kemudian menanyakan tentang Ginza.
Senior mengatakan, Kamu harusnya sudah sadar. Setelah mereka menonton film, mereka akan pergi ke hotel mewah di Ginza dan ...
Kin Chan membeku. Ia marah, Pria berjenggot itu! beraninya dia menunjukkan ini pada Kotoko dan mencoba melakukan sesuatu yang kotor!
Kin Chan Shock.


Di lokasi sebenarnya, NAoki dan Yuko duduk bersebelahan di gedung bioskop. Kotoko dan Sudo datang dengan popcorn dan soda, bahkan saking seriusnya Kotoko sampe duduk di pangkuan bapak-bapak. HAHAHAHAHA.
Sudo memarahi Kotoko lalu mereka duduk dengan hati-hati tepat di belakang Yuko dan Naoki.


Film di mulai. Yuko kelihatan cukup gelisah sambil melirik ke arah Naoki. Sementara Naoki menyilangkan tangannya di perut sambil nonton.
Yuko mulai akting, ia pura-pura terharu dengan film itu dan menangis. Ia akan bersandar di bahu Naoki tepat saat Kotoko dengan sigap menaruh sesuatu disana untuk menghalangi Yuko melakukan itu. Yuko terkejut, apa itu?
Kotoko menunduk bersembunyi sementara Sudo menyembunyikan wajahnya dengan sandwich.
Kotoko dengan suara nenek-nenek mengatakan kalau ia menjatuhkan bukunya. Sudo bahkan ikutan akting juga merubah suara menjadi suara kakek-kakek, HAHHAHAHHA. Mereka bahkan panggil sayang-sayang, HAHHAHAHA. LOL.
Yuko kelihatan kesal. Untung dia nggak nyadar kalau itu Kotoko, HAHAHHA.


Kin Chan dan Senior masih di tempat tadi. Senior mengajak Kin Chan masuk. Tapi Kin Chan masih menahan amarah di sana. Kin Chan mengatakan ia membiarkan Naoki mencium Kotoko, Tapi ia tak akan membiarkan seseorang melakukan lebih dari itu!


Kembali ke bioskop. Kali ini Yuki topang dagu sambil menonton. Yuko mencari kesempatan dalam kesempitan lagi. Sementara Kotoko siap siaga di belakang.
Kali ini Yuko akan memegang tangan Naoki, tapi dengan sigap Kotoko melemparkan Pop Corn ke sana hingga membuat Yuko terkejut, kali ini Naoki juga ikutan kaget.
Sementara kedua tersangka menutup wajah mereka dengan buku.
Yuko marah dan berdiri, tapi seorang pria kesal karena ia tak bisa menonton, karena terhalang Yuko.
Yuko akhirnya duduk dengan kesal. Sedangkan dua tersangka tersenyum puas. HHHAAHAHHA.

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 8 -Part 2-

Ini dia kencan yang sebenarnya!!! Lets Go!!



Akhirnya film selesai. Yuko dan Naoki keluar, Naoki mengajak Yuko minum teh. Kotoko dan Sudo mendengarnya dan mereka berdua siaga mengikuti.


Yuko dan Naoki kali ini minum teh bersama di sebuah restoran.
Yuko berkata kalau ia sudah tertarik pada Naoki sejak masih SMP. Seseorang memberitahunya kalau ada pemain tenis berbakat di Tonan. Bukan cuma itu, dia tampan dan pintar. Dan ayahnya lulus dari Universitas Tokyo dan pemimpin perusahaan. Aku yakin kau akan mengambil ujian untuk sekolah lain. Tapi saat aku dengar kau akan sekolah di Universitas Tonan, Aku sangat senang. Aku pikir itu adalah takdir.
Sudo dan Kotoko rupanya juga ada disana, mereka duduk berseberangan dinding, tapi bisa mendengarkan percakapan. Kotoko bahkan sangat terkejut dengan masalah takdir. Tepatnya ia kesal.
Naoki tampak tersenyum, benarkah?
Yuko kemudian bertanya, Tipe perempuan seperti apa yang kau suka, Irie-kun?
Mendengar itu, Kotoko memasang telinganya dengan serius.


Naoki tampak berfikir. Ia menatap keluar jendela. Lalu tiba-tiba terlihat wajah Kotoko nongol di belakang Naoki, HAHAHAHAHHA.
Naoki diam sejenak, lalu menjawab, Cantik, Punya badan yang bagus dan aku suka perempuan yang pintar.
Kotoko langsung berkerut mendengar hal itu. Karena tak ada satu pun yang ia punya, HAHHAHHA.
Apalagi saat Naoki mengatakan, dan dia harus pintar memasak.
HAHAHHAHAHAHA. Kotoko beneran terluka nih.


Kotoko shock. Sudo memanggil Kotoko. Sudo menatap Kotoko, awalnya Kotoko diam saja, tapi setelah tahu apa yang dipandangi Sudo, Kotoko mulai menutupnya, HAHAHAHAHA.
Sudo dengan kejam berkata, aku yakin ada sesuatu dalam dirimu yang bagus.
Kotoko menggeleng, tidak apa-apa. Kau tak perlu menghiburku.
HAHAHHAHHHAA. Sudo kemudian memalingkan wajahnya.


Yuko tersenyum mendengar hal itu. Dan ia mulai berkata lagi, Kedengarannya seperti kita bisa menjadi pasangan yang bagus, ya kan?
Naoki dengan tenang menjawab : Mungkin.
Kotoko tertohok mendengar hal itu. Saking kagetnya ia sampai mengeluarkan suara. Ia sangat kesal.
Yuko melihat jam dan mengatakan masih banyak waktu sampai makan malam, ia ingin Naoki menemaninya berbelanja.
Sudo dan Kotoko panas. Mereka minum minuman mereka dengan gaya yang lucu. Sudo bahkan sesak nafas, HAHHAHHAHHAHA.


Yuko dan Naoki lagi belanja baju. Yuko bingung memilih yang mana diantara 2 baju, akhirnya ia bertanya pada Naoki.
Yuko bahkan mencoba baju pilihan Naoki.
Kotoko dan Sudo mengamati dari luar toko dan terlihat makin kesal.


Saat Yuko sedang ganti baju, Naoki melihat-lihat toko dan melihat perhiasan perempuan. Kotoko yang melihatnya menjadi khawatir, kenapa Naoki melihat-lihat perhiasan perempuan?
Sudo membuat kesimpulan sendiri yang memang cocok untuk situasi ini, Mungkinkah ia akan memberikannya pada Matsumoto-san?
Kotoko shock mendengarnya, Oh, tidak. Walaupun kami tinggal bersama, dia bahkan tak pernah memberiku hadiah.



Yuko selesai pake baju dan malah minta Naoki mengancingkan resleting belakangnya, UGGGGGHHH! Si Rubah!
Naoki melakukannya. Kotoko kesal melihatnya, tapi Sudo malah mimisan, HAHAHAHA.
Bahkan Naoki pergi ke tempat perhiasan itu lagi dan Kotoko khawatir apa yang akan dilakukan oleh Naoki.
Naoki kembali dan menyentuh pundak Yuko, Sudo yang melihatnya sesak nafas, begitu juga dengan Kotoko yang sedari tadi merasa kekhawatirannya benar.
Kotoko bahkan berteriak : Nooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!!!!
Saat Naoki mengalungkan sebuah kalung di leher Yuko. AKH!!!
Yuko sangat senang dan mengatakan kalau Naoki punya selera yang bagus. Naoki berkata itu karena model yang menggunakannya bagus.
Yuko senang dengan hal itu.


Kotoko dan Sudo tampak sedih. Sudo mengatakan kalau mereka ada di dunia yang benar-benar berbeda, itu membuatnya pusing.
Kotoko mengatakan bagaimanapun mereka adalah pasangan yang cocok.
Sudo menjadi sedih dan minta Kotoko jangan membenarkan hal itu.
Yuko dan Naoki keluar dari toko dan melanjutkan kencan mereka. Sudo dan Kotoko juga belum menyerah mengikuti mereka.


Yuko dan Naoki sedang berjalan sambil ngobrol sementara Kotoko dan Sudo mengikuti di belakang mereka. Saat lagi ngobrol masalah sepatu, seorang pengendara sepeda hampir menabrak Yuko dan Naoki menolongnya. Naoki dan Yuko seolah berpelukan. Kotoko dan Sudo Shock lagi melihat hal itu.
Naoki bertanya apa Yuko baik-baik saja. Yuko menjawab ia tak apa-apa dan Naoki merasa bersyukur.
Kotoko makin patah hati melihat mereka.
sementara Yuko sangat senang diperlakukan begitu oleh Naoki.


Kotoko sudah tak bersemangat lagi. Ia mengatakan pada Sudo kalau ia mau pulang saja.
Sudo terkejut dengan keputusan itu.
Kotoko sedih dan mengatakan ia tak kuat lagi melihat Yuko dan Naoki.
Sudo bersikeras agar Kotoko tak menyerah, mereka ada disana untuk menghentikan sesuatu yang tak ingin mereka lihat, supaya tak terjadi.
Kotoko makin sedih dan berkata, Tapi kalau mereka saling menyukai, tak ada yang bisa kita lakukan. Ini terlalu menyedihkan.
Kotoko hampir menangis. Ia kemudian pergi meninggalkan Sudo senpai.


Kotoko berbalik dan berlari dengan cepat, ia tak sengaja menabrak seorang bapak dan minuman pria itu tumpah membasahi baju pria itu.
Pria itu marah-marah. Sudo datang dan mengatakan akan memberikan uang untuk laundry. Tapi pria itu menolak, karena bajunya sangat mahal, harganya 100000 yen.
Mendengar harganya saja Kotoko dan Sudo terkejut. KOtoko bertanya pada Sudo apa yang harus mereka lakukan.
Sudo mengeluarkan uang 21ribu yen dari sakunya. Tapi pria itu lebih tertarik pada Kotoko yang kawaii. Dan mengajak Kotoko ke kantornya.
Kotoko terkejut. Pria itu menarik paksa Kotoko, Kotoko berteriak. Dalam hati Kotoko berkata kalau ini pasti hukuman karena ia mencoba merusak kencan seseorang.


Kotoko masih berteriak berusaha melepaskan diri. Kemudian seseorang berkata, 1500 yen itu cukup, kan?
Itu adalah Naoki yang sudah tiba disana. Yuko terkejut melihat Kotoko yang ada disana.
Pria itu berhadapan dengan Naoki. Naoki mengatakan 1500 yen sudah cukup untuk mengeringkan baju murahan pria itu.
Pria itu tersinggung dan marah. Pria itu mencoba memukul Naoki beberapa kali. Tapi Naoki menhindar dengan baik, bahkan pria itu yang terjatuh dengan sedirinya.


Kotoko dan Yuko terpesona melihat Naoki, KAKKOIIII~~~
Saking terpesonanya mereka tak menyadari kalau mereka serentak memuji dan saling pegangan tangan. HAHAAAHHA.
Tapi begitu sadar, keduanya segera melepaskan tangan mereka dan mulai bermusuhan lagi^^


Naoki mencari kesempatan saat pria itu jatuh. Ia melihat ada seseorang yang membawa raket. Ia mengambilnya dan melempar ke arah Sudo san, menyuruh Sudo membereskan sisa-nya.
NAoki : Kau sudah mengikuti kamu seharian. Sekarang tunjukkan pada Matsumoto seberapa hebatnya kau dan menangkan hatinya.
-AAAAAAAAAAAAA,,, Naoki tahu,, sejak kapan yaaaa?-
Setan Sudo bangkit. Naoki memberikan baju Yuko pada Yuko dan gantian menggandengan tangan Kotoko. Naoki menarik Kotoko dan berkata pada Yuko, Maaf, cukup untuk hari ini.
Yuko shock melihat hal itu. Sementara Sudo bertarung dengan si pria. Jelas lah si pria kalah. Tapi kayaknya Yuko ga terkesan, HAHAHAHA.


Dan yang aku herankan, Kenapa Naoki dan Kotoko harus berlari kencang????? Kan ga ada yang mengejar, HAHAHHAHAHA.
Naoki masih memegang tangan Kotoko dan membawanya berlari menyurusuri jalan kota Tokyo.
-Sepatu Kotoko ganti lagi, Hahhha-
"Aku berlari dengan Irie-kun. Aku tak percaya".


Kotoko masih tak percaya kalau Naoki membawanya berlari, kemudian tiba-tiba ia terjatuh ke jalanan. Wow, sakit tuh.
Naoki menggenggam tangan Kotoko, dengan slow motion yang kereeeeeen, Naoki membantu Kotoko berdiri dan mereka berlari lagi.
"Aku harap waktu bisa berhenti sekarang".
-Ciee, PD Nim ketagihan dengan efek slow motion, tapi kereeeeeeen^^-


Naoki dan Kotoko tiba di sebuah tempat yang cantik. ada pemandangan jembatan di tepi sungai. Mereka berdua ngos-ngosan. Naoki mengatakan kalau mereka sudah cukup jauh dari sana. Kotoko masih belum mengerti dan menatap Naoki.
Kotoko bertanya, Irie-kun, jangan-jangan kamu sudah tahu kalau kami mengikutimu?
Naoki menjawab, Kalian berdua itu sangat kelihatan. Aku bahkan menyadarinya saat aku baru tiba disana.
Kotoko : Jadi kamu tahu kalau Sudo menyukai Matsumoto?
Naoki : Ya, walaupun sampai kemarin aku benar-benar menyangka kalau kau dan Sudo sedang pacaran. Tapi aku sadar saat aku melihat kalian berdua mengikuti kami.
-HAHHAHHAHAHHA, babo Naoki, kok percaya gitu aja, wkwkkwkw, artinya kamu cembokur donkkkk^^-


Naoki tertawa dan mengatakan kalau melihat ekspresi Kotoko dan Sudo itu sangat lucu.
Tiba-tiba Kotoko membungkuk dan minta maaf.
Kotoko terlihat sedih dan berkata, Saat aku mendengar kau akan berkencan dengan Matsumoto-san, aku tak tahan, karena itulah... Tapi kalau kau suka dengan Matsumoto-san, Aku benar-benar sudah merusak kencanmu.
Kotoko sudah berusaha sebaik mungkin menyampaikan maksud hatinya, Ia bahkan agak gugup mengakuinya meskipun menyakitkan. Naoki mengerti dan dengan tenang berkata, Kau mau pergi ke mana??


Kotoko terkejut dan mendongak, heh?
Naoki menatap Kotoko dari sudut matanya dengan penuh arti.
Kotoko berusaha mengartikan maksud Naoki. TApi mungkin Kotoko terlalu bodoh untuk mengetahuinya.
Naoki memalingkan wajahnya, ia terlihat kecewa dan berkata, ya sudahlah. Aku pulang saja.
HAHAHAHHAHAHAHHAHA, NAoki ngambek cuyyyyyyyyyyyy.


Ia berjalan meninggalkan Kotoko yang masih bengong karena terlalu shock. Tapi kemudian ia berteriak, Aku mau!
Langkah Naoki terhenti. -OST baru kedengeran lagiiiii-
Kotoko sangat senang dan berlari mendekati Naoki sambil terus berkata, aku mau! aku mau! aku mau! aku mau!
Naoki bukan orang yang suka berekspresi, meski ia senang, wajahnya tetap cool. Ia mengeluh Kotoko cukup mengatakan itu sekali saja.
Kotoko tertawa dan kembali minta maaf.


Naoki menghela nafas dan bertanya lagi, mau pergi ke mana?
Kotoko excited dan menatap Naoki, Bagaimana kalau ke bioskop? Ah, kita sudah lihat film. Berbelanja dan makan di restoran mewah...
Kotoko terlihat senang, tapi Naoki mematahkan semangatnya, dengan pakaian itu?
Kotoko melihat pakaiannya dan baru menyadari pakaiannya penuh noda karena menabrak preman tadi.
Kotoko mengatakan benar kalau mereka tak bisa kesana karena Naoki akan merasa malu nanti.
Naoki kemudian berjalan meninggalkan Kotoko yang masih merasa tak enak hati. Tapi kemudian Naoki berhenti dan menyuruh Kotoko mengikutinya.
Kotoko tersenyum senang.


-OST barunya cocok deh mengiringi kencan pertama Kotoko dan NAoki. aih, suara sabao kereeeennn-
Kotoko dan Naoki berjalan bersama. Kali ini Kotoko berjalan di samping Naoki, tidak 2 meter di belakang Naoki lagi.
Lalu Kotoko melihat sesuatu di depan mereka dan berlari mendekat. Kotoko kagum dengan pemandangan sungai disana, Indah bangedddd, HUAAAAAAA,, pengin ke sanaaaa..
Kotoko juga terkagum-kagum, KOtoko menikmati pemandangannya dan menyuruh Naoki melihatnya juga. Tak ada komentar dari belakang membuat Kotoko heran.
Ia lalu berbalik, tapi tak melihat Naoki di sana.


Kotoko terkejut. Irie-kun menghilang. Kotoko mencari-cari Naoki dan terus berlari meninggalkan tempat tadi. Ia sampai di dekat kincir raksasa.
-Aihhh, ini nih, yang ada di MV IU dan di Dream High, OMOOOOOOOOO!!!!-
Kotoko terus berlari dan berlari mencari Naoki. Tapi ia tetap tak menemukan keberadaan Naoki. Pada akhirnya, waktu berlalu dan senja pun tiba..


Kotoko kelelahan. Ia kembali ke tempat awal lagi. Kotoko berfikir Naoki sedang mengerjainya lagi.
Tiba-tiba Naoki muncul dengan membawa makanan dan berkata kalau Kotoko tak bisa ke restoran dengan penampilan seperti itu, jadi ia membelikan makanan.
Kotoko menerimanya.


Keduanya duduk di kursi yang berhadapan ke laut (itu sungai apa laut yak, hahaha), sambil menikmati indahnya senja.
Kotoko makan burger yang dibelikan Naoki sedangkan Naoki minum.
Sambil makan, Kotoko tersenyum dan mengatakan kalau itu enak.
Naoki berkata kalau semua makanan akan enak saat kamu lapar.
Kotoko tersenyum tapi dalam hati ia berkata, Tidak. Semua makanan dari restoran Perancis atau Italia maupun China, tak akan lebih enak dari hamburger ini.
Kotoko makan sambil senyum-senyum sendiri. Naoki memperhatikan Kotoko. Naoki kemudian berdiri di dekat pagar dan Kotoko mengikutinya.


Naoki memandangi laut dan berkata, Aku tak pernah punya masalah serius akhir-akhir ini. Tapi sejak kamu memberikan surat cinta saat SMA, hampir setiap hari ada masalah dan aku frustasi.
Naoki berbalik dan bersandar di pagar pembatas. Kotoko merasa tak enak hati memberi masalah pada Naoki.
Naoki melanjutkan, aku pikir aku adalah cobaan yang diberikan padaku.
Kotoko heran, percobaan?
Naoki : Karena aku panik di percobaan pertama yang aku dapat dalam hidupku, aku mencoba mati-matian untuk kabur dari itu.
Kotoko rada kesal, jangan menganggapku seperti sebuah penyakit.


Naoki kemudian berkata lagi, Tapi aku sadar kalau hidupku jadi lebih menarik saat aku menemui tantangan dari pada tidak punya kesulitan. Terima kasih.
Kotoko terkejut dengan pengakuan Naoki. Tapi ia masih sedikit bingung, Apa?
Naoki kemudian berkata lagi. tak apa-apa jika kau tak mengerti.
Kotoko mengatakan kalau ia mengerti, ia tak sebodoh itu untuk tidak mengerti. Yang kau maksud adalah kamu mencoba kabur dariku, tapi kau memikirkannya lagi.
Kemudian Kotoko berhenti bicara. Ia menemukan jawabannya.
Kotoko : Kau mau menikahiku? Apakau sedang m-melamarku?


Naoki terlihat kesal, Bodoh, kenapa kau berfikir sejauh itu?
Kotoko kemudian memikirkannya lagi dan berkata benar kalau Naoki ga mungkin melamarnya.
Naoki lalu mencoba menyampaikan maksudnya lagi, Maksudku adalah...Aku tak apa-apa tinggal di rumah yang sama denganmu.
-AHHAHAHHHAHHA, bukankah ini sama aja dengan melamar????? KWKWKKWKKW-
Kotoko menatap Naoki, ia cukup terkejut, maksudmu, kau tidak membenciku?
"Sangat sulit untuk bersamamu, tapi aku tidak membencimu".


Kotoko terlihat terkejut dengan kata-kata itu. Ia sangat senang, saking senangnya ia menangis. Tapi ia mencoba menahannya.
Naoki berkomentar kalau Kotoko akan mengotori wajahnya jika menangis.
Tapi KOtoko tetap tak bisa menghentikan tangis-nya. Naoki lalu mengeluarkan sapu tangannya dan Kotoko memakainya untuk mengeluarkan ingusnya,. HAHHAHAHHAHAHAH.
Naoki memandangi KOtoko yang masih menangis. Bahkan Kotoko agak sesak juga. YEAAAAAAHHH, Naoki makin lama makin sering melirik Kotoko.


Keduanya terdiam. Kotoko melanjutkan makannya. Naoki berdiri menatap kedepan sambil sesekali melirik KOtoko.
Wih, pemandangan di Odaiba kereeeeeeeeeennn!!!!


AAAAAAAAKKKKH!!!!
Kita melupakan Kin Chan saudara-saudara!!
Kin Chan masih di tempat yang tadi, berdiri di tempat yang sama. Bahkan senior sudah menonton 3 film tapi Kin Chan masih berdiri disana.
Kin Chan lemas, Kotoko, di mana kamu?
Senior mulai khawatir dengan Kin Chan yang seperti orang bego, bahkan Senior memanggil nama Kin Chan berkali-kali untuk menyadarkannya, HAHAHAHA.


Kotoko sudah di rumah. Ia di kamar mandi dan melihat wajahnya yang mengerikan sehabis menangis. Ia mencuci mukanya.
"Tak di duga, Irie-kun dan aku melakukan kencan pertama. Benar-benar berbeda dari apa yang aku bayangkan. Tapi lebih dari saat kami berciuman untuk pertama kali, lebih dari saat dia menggendongku untuk pertama kali, Aku merasa Irie-kun semakin dekat denganku".
Kotoko melihat wajahnya di cermin. Ia tersenyum bahagia.


Kotoko berlari-lari kecil menuruni tangga. Ia tak sengaja mendengarkan ibu berteriak, Tidak. Aku tak akan menyetujuinya!
Kotoko terkejut, ia turun kebawah dan mengintip.
Ibu bersama ayah dan Naoki. Ibu berkata, Akhirnya Kotoko-chan kembali dan sekarang Naoki akan pergi?
Kotoko terkejut mendengarnya.
Ayah berkata, Ya, seorang laki-laki butuh pengalaman seperti itu. Kalau itu yang ingin Naoki lakukan, Itu mungkin bukan ide yang buruk untuknya pergi dan hidup sendiri. Coba saja.
Naoki menatap ayahnya dan berterima kasih.


Kotoko mendengarkan hal itu dan terkejut.
"Irie-kun akan pindah dan hidup sendiri? Tapi dia bilang padaku kalau ia tak apa-apa tinggal denganku. Mengapa? Apa yang terjadi?"


-END-
Komentar :

Wah, cerita makin lama makin berkembang nih. Naoki memutuskan hidup mandiri, ya begitulah keluarga di jepang, kebanyakan. Di versi Korean juga ada kayak begitu kalau nggak salah. Kasian Kotoko sih, udah ada harapan, eh, malah begitu jadinya.
Tapi cerita akan makin berkembang mulai dari sekarang, sebentar lagi Naoki akan jadi dokter, kYAAAAAAAA!!!! Seragam putih kayak Kang Ma Roo!!!!


Kenapa Love In Tokyo???
Pada akhirnya di jelaskan oleh PD nim beberapa waktu yang lalu dan kali ini diperlihatkan bahwa kencan Kotoko dan Naoki adalah di Tokyo. Hehhehehe. Katanya sih gitu. So Sweet banged lho, seandainya lebih di eksplor. Aku sih berharap adegan romantisnya nggak hanya di tepi laut itu. Tapi sayangnya Kotoko lah yang akhirnya menyusuri jalan mencari Naoki sampai Sore, tapi kenapa Naoki malah nggak merasa Kotoko menghilang ya? Apa memang beli burger butuh waktu selama itu???
Padahal aku berharap, Kotoko nangis dikira Naoki ninggalin dia, terus Naoki sedari tadi juga nyari-nyari Kotoko, dan Kotoko berakhir menangis di pelukan Naoki, Kan Romantissssssssss!!! Baru deh adegan pengakuan tadi. Huffftttt. Jujur saja, cukup kecewa sih.
Dan lagi, sebenarnya apa alasan Naoki dan Kotoko lari????????????????????
kayaknya ga ada yang ngejar mereka deh. Soalnya preman itu kan bakal diurus sama Sudo san. Hmmm


Tapi jujur saja, aku suka adegan pengakuan Naoki dan saat Naoki ngambek, hehehhe. Naoki akhirnya mengaku kalau ia membutuhkan Kotoko dan ingin Kotoko tetap ada disampingnya, karena hanya Kotoko yang bisa membuat hidupnya berwarna. Sayangnya Kotoko malah terlalu bodoh untuk menangkap maksudnya, HAHHAHAAHHAH. Malah dikira lamaran lagi. Jelas-jelas Naoki bilang kalau itu terlalu jauh, jadi yang ga terlalu jauh ya pacaran. Hm....
Gemes deh melihat mereka berdua. pengin mereka cepat-cepat jadian aja. Wkwkkwkw. Tapi sebuah kisah butuh proses, dan prosesnya ini yang membuat kita menunggu dan menunggu.
Aku masih galau sih ni dorama berapa episode, tapi kayaknya 16 deh. Soalnya kalau 13 episode nggak terkejar. Kecuali kalau cuma sampe keduanya nikah, aih, jangan deh. Maunya sampe punya baby^^
Dan aku pengin Kotoko dan Naoki pacaran dulu. Rasanya pacaran lebih seru deh, kan ada cemburunya, hehehehehheh.


Aku kasian banged liat Kin Chan di episode ini. Muka memelasnya itu lhoooo. Dia kira Kotoko sama Sudo kencan tuh, hehhehehe. Apa dia ga berfikir ya, emang Kotoko mau kencan ke tempat yang begituan?
jelas-jelas Kotoko ga bisa move on dari Naoki, masa suka sama Sudo??? HAHAHAHAHA.
Semoga Kin Chan mendapatkan belahan jiwanya. aku harap sih nggak usah jauh-jauh sama orang asing deh, sama Satomi ato Jinko aja^^
Pas ibu mengatakan kalau ia tahu masalah ciuman itu ekspresi Naoki beneran bikin ngakak deh,HAHAHA. Dia ngelirik Kotoko gitu, dia kira Kotoko yang membongkar semuanya, wkwkkwkwk. Kayaknya Naoki punya malu juga,hehheheh


Pas download drama ini di idws, sedikit buka spoiler-nya, dan nemu komentar yang menyatakan kesalahan drama ini di episode 8. Selama mengintip kencan, Kotoko ganti sendal 3 kali. Dan ternyata benar, HAhhahaaahha.
Waduh, PD nim harus lebih hati-hati nih^^
Apa karena lokasi syutingnya beda? Tapi alasan pergantian ketiga aku tahu deh. Saat Kotoko berlari bersama Naoki, KOtoko make highheels gitu, supaya Kotoko juga rada tinggian dikit, kan scene dia sama Naoki nih yang banyak, HAHAHHAHAA. NAoki tinggi banged sih, wkwkkwkw.


Terlepas dari semua itu, kita sangat menantikan episode selanjut dan selanjutnya. Ga enak juga kalau cepet tamat, tapi tiap minggu galau juga ga enak, hehehehe.

Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -