ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Sabtu, 24 Agustus 2013

Attention Please!!

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)

******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 7 -Part 1-


Maaf sekali dengan keterlambatan sinopsis ItaKiss kali ini. Hehehhehe. aku sudah memberitahukan alasannya sebelumnya. Episode kali ini aku buat 2 part. Soalnya banyak momen yang ga bisa di tiadakan di episode kali ini. Apalagi ekspresi Kotoko dan kelucuannya saat main tenis. JAdi kali ini akan ada banyak screencapture^^


Setelah berbagai kejadian selama masa awal perkuliahan, ayah memutuskan membawa Kotoko pindah dari rumah keluarga Irie karena tidak tahan melihat puterinya yang bertepuk sebelah tangan.
Ibu adalah orang yang menolak dengan tegas mengenai hal itu. Ia sampai memukul meja karena tak ingin Kotoko pindah. Iri-chan mencoba menenangkan istrinya di hadapan ayah Kotoko.
Ayah sebenarnya juga berberat hati, ia minta maaf pada ny. Irie karena bagaimanapun ia sudah memutuskan hal itu. Iri-chan mengatakan kalau keluarga mereka sangat ingin Kotoko dan ayahnya tetap tinggal disana. Mereka tidak keberatan, lagi pula Ayah Kotoko selalu ikut membayar pengeluaran per bulan.
Ayah mengatakan kalau mereka sudah tinggal terlalu lama disana. Dan lagi Kotoko bisa menyerah pada Naoki.
Ibu makin sedih mendengar hal itu. Ia tetap tak ingin Kotoko pindah bahkan melupakan Naoki, ia mengatakan pada ayah bahwa ia akan mencoba meyakinkan Naoki mengenai Kotoko.
Ayah mengatakan kalau masalah itu adalah masalah NAoki dan Kotoko.


Ibu menangis, ia mengerti akan hal itu. Ibu dengan sedih berkata kalau ia bukannya tidak menerima perempuan manapun yang datang ke rumah mereka, tapi bagaimanapun ia sangat menyukai Kotoko yang bersemangat, keberaniannya, dan juga kecantikannya.
Ibu menangis di pelukan suaminya. Ayah Kotoko kelihatan makin tak enak hati, ia mengatakan Kotoko pasti akan senang mendengar Ny. Irie berkata begitu.
Ayah juga hampir menangis. Tapi ia menahannya dengan meneguk kopi miliknya.
Sementara itu Yuuki mendengarkan pembicaraan itu dari tangga. Ia kelihatan berfikir dan naik ke lantai dua.


Yuuki dengan senang masuk ke kamar Naoki dan memanggi Naoki yang sedang membaca buku di meja belajarnya. Yuuki sangat senang Kotoko akan pindah, ia bahkan melompat-lompat menaiki boneka jerapahnya -KYAAAAAAAAAAAAAA, boneka itu :)-
Yuuki mengatakan kalau Kotoko yang bodoh itu sudah memberikan Naoki banyak masalah. Sekarang Kotoko tak akan menyebarkan virus bodohnya lagi di rumah mereka.
Naoki yang awalnya membaca buku dengan serius mulai mengalihkan pandangannya perlahan. Sepertinya ia turut memikirkan kepindahan Kotoko itu. Tentu saja, wajah itu adalah wajah yang memikirkan Kotoko akan pindah, Aih, YUKIIIII.


Kotoko ada di kamarnya. Ia sudah berkemas dan sekarang sedang melipat baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper. Kotoko menghela nafas dan memandangi kamarnya. Ia mendongak ke tempat tidur berenda miliknya. Ia berdiri dan menyentuh renda-nya. Kotoko ingat saat ia pertama kali datang ke kamar itu, saat ibu begitu antusias dengan kamar itu dan Kotoko juga senang punya kamar seperti itu.
Kotoko terlihat sedih, ia mengambil salah satu boneka yang dibelikan ibu Naoki untuknya.
"Sudah hampir setahun sejak kami tinggal dengan keluarga Irie. Akhirnya ayahku dan aku memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka".


Kotoko kembali memandangi sekeliling kamar yang dipersiapkan khusus untuknya. Matanya mulai berkaca-kaca. Kotoko terus berdiri dengan sedih sambil mengucapkan selamat tinggal.


Besok paginya, Iri-chan membantu Kotoko dan ayahnya memindahkan barang dari rumah ke dalam mobil pengangkut. Dari lantai dua, Yuuki melihat hal itu dan terlihat senang.
Iri-chan pamitan dengan Kotoko. Kotoko tampak sangat sedih dan menangis. Kotoko mengatakan dalam hati, kalau Ayah dan ibu Naoki sudah memperlakukannya seperti puteri sendiri.


Ibu masih ada di dalam rumah dan tak sanggup mengantar kepergian Kotoko. Iri-chan bahkan harus menjempunya yang menangis di dekat tangga.
"Anda memperlakukanku seperti anak perempuanmu sendiri, Tuan Irie dan Nyonya Irie. Dan hari ini aku mengucapkan selamat tinggal pada Irie-kun juga".
Sementara itu Naoki masih dengan gaya sok cool-nya di dalam kamar sambil membaca buku, atau mungkin hanya membolak-balik halaman buku saja. Ia tidak turun kebawah untuk mengantar kepindahan Kotoko.


Kotoko menangis dan memandangi ke lantai dua, Semuanya akan berakhir sekarang.
Ayah kemudian memanggil Kotoko.


Kotoko berjalan menuju mobil dan mulai naik ke dalam mobil. Ia duduk dan akan memasang sabuk pengaman saat ayah mengacak-acak rambut Kotoko. Kotoko tak bisa menahan tangisnya lagi dan akhirnya ia menangis sambil bersuara. Ia menangis terisak dan mobil pun meninggalkan rumah keluarga Irie.
Aduuuuuuuuh, sedih deh :'(


Rumah baru Kotoko ada di tepi sungai. Rumah kontrakan. Ayah membuka pintu dan masuk sementara Kotoko masih mengintip ke dalam dari pintu. Ayah mengatakan kalau penghuni sebelumnya akan pindah ke rumah baru, jadi mereka harus menunggu sebentar untuk bisa tinggal disana. Jadi untuk sementara mereka akan tinggal di kontrakan itu.
Kotoko mulai masuk ke rumah yang sangat kecil itu. Ia bertanya pada ayahnya kenapa mereka tidak tinggal dengan keluarga Naoki saja sebelum rumahnya jadi?
Ayah mengatakan kalau Kotoko tak akan sanggup melaluinya. Kalau mereka tinggal lebih lama disana, akan lebih sulit meninggalkan rumah itu. Lebih baik pindah sekalian. Lagi pula ini hanya seminggu.
Kotoko masih terlihat tidak puas, ia masih sedih sambil melihat ayahnya membuka jendela rumah sementara mereka.


"Rumah tanpa Irie-kun. Mulai hari ini, hidupku tanpa Irie-kun dimulai".

Episode 7
~Pukulan Ahli Cinta~


"KAMU PINDAH DARI RUMAH IRIE???!!!!!"
Satomi dan Jinko shock mendengar berita mengagetkan itu saat Kotoko memberitahukan perihal kepindahannya di kantin kampus. Kotoko bersikap biasa-biasa saja, sambil memilih makanan ia mengatakan kalau rumahnya yang sekarang adalah rumah sementara mereka.
Jinko megatakan ia tak percaya akan hal itu, karena ia pikir KOtoko akan selamanya tinggal di rumah Naoki. Satomi juga setuju. Kotoko menatap kedua sahabatnya itu dengan wajah biasa sambil memonyongkan bibir, hahahaha.
Jinko mengatakan jika Kotoko pindah, artinya Kotoko akan kehilangan koneksi dengan Naoki. Satomi menyuruh Jinko menutup mulutnya.
Kotoko dengan sikap yang biasa dan meyakinkan mengatakan kalau ia tak apa-apa kehilangan hal itu.


"Aku menyerah pada Irie-kun"
Hal ini lebih membuat Jinko dan Satomi kaget. Mereka heran, sejahat apapun Naoki pada Kotoko, Kotoko tak pernah menyerah.
Kotoko meyakinkan dirinya kalau ia bukan Kotoko yang sebelumnya. Ia mengatakan dengan yakin kalau dirinya tak akan mengejar Irie-kun lagi. Ia juga tak akan pergi ke kampus Sains dan Teknik.
Jinko dan Satomi heran dengan hal itu. Satomi penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Kotoko mengatakan kalau ayahnya membuat keputusan yang tidak ia sadari.


Kotoko lalu teringat ucapan ayahnya, yang mengatakan kalau ayahnya sudah lama memperhatikan Naoki dan Kotoko, dan Naoki kelihatannya tidak tertarik pada Kotoko.
Kotoko menghela nafas dan mengatakan kalau kata-kata ayahnya membuatnya berfikir ulang. Jinko dan Satomi terlihat sedih. Tapi KOtoko dengan yakin mengatakan ia akan melupakan Naoki mulai hari ini. Ia akan menikmati kehidupan kampusnya dan menemukan pacar yang baik.
Kotoko tertawa sambil mengatakannya. Sementara Jinko dan Satomi saling menatap khawatir.


Sepiring omurice raksasa bertuliskan 'Selamat Ulang Tahun, Kotoko' muncul di hadapan mereka. Itu buatan Kin Chan, omurice versi Kin Chan yang guedeeee. Jinko dan Satomi lagi-lagi protes karena Kin Chan hanya membuatkan untuk Kotoko.
Kin Chan mengatakan kalau itu special buatannya, khusus untuk KOtoko yang telah terlahir kembali, HAHAHAHAH.
Ia mulai menyalakan lilin yang ada di sekeliling omurice itu. Dan dengan seenaknya Kin Chan memutuskan kalau hari itu adalah hari ulang tahun Kotoko yang baru. HAHAHAHA.
Kotoko di luar dugaan ternyata setuju juga dengan pemikiran itu, meski pun dia nggak bilang secara langsung sih, hehehe


Dengan gayanya yang lucu, Kin Chan mengucapkan selamat ulang tahun. Kotoko mengucapkan terima kasih. Kin Chan mengatakan kalau ia akan membantu Kotoko melupakan Naoki. Kotoko sedikit melompat dan mulai meniup lilin ^^
Dan yang lain bertepuk tangan.


Naoki pulang kuliah dan heran melihat ayah dan Yuuki sedang membuat kue bersama -kayaknya-. Naoki heran dan bertanya dimana ibu.
Ayah mengatakan kalau ibu sepertinya depresi. Tidak ada nafsu makan dan tidak melakukan apapun.

Image Hosted by ImageShack.us

Lalu kita melihat ibu ada di kamar utama sedang duduk di tempat tidur sambil melihat foto-foto kenangan Kotoko. Ibu menangis sedih.



Ayah mengatakan pada Naoki kalau untuk sementara mereka harus membagi tugas. Ayah sedih mengatakan ia sudah lama tak melihat ibu bertingkah seperti itu.
Naoki memperlihatkan wajah kalau ia memikirkan sesuatu.


Disaat yang sama, Kotoko juga kembali ke rumahnya. Ia membuka pintu dan melihat rumahnya gelap, sepi. Jam segitu ayah memang belum pulang.
Kotoko terlihat sedih dan mengucapkan 'aku pulang'.
Kotoko perlahan menutup matanya. Ia membayangkan bagaimana jika ia berada di rumah keluarga Naoki.


Saat pulang, ibu akan menyambutnya dengan gembira. Yuuki meski sering mengatainya bodoh, juga menyambutnya. Begitu pula dengan Ayah yang menanyakan kabar sekolahnya. Lalu ia menuju meja makan dan melihat NAoki sedang membaca koran, begitu menyadari keberadaan Kotoko, Naoki menyapa sambil tersenyum.
Kotoko mulai membuka matanya. Kemudian ia menyadari sesuatu dan segera masuk ke dalam rumahnya sambil berteriak, Tidak Boleh!


Kotoko melangkah ke rumah dengan cepat dan menyalakan lampu. Ia terlihat sedih tapi penuh tekad.
"Aku sudah memutuskan, Aku akan melupakan Irie-kun. Aku tak akan kembali ke keluarga Irie".


Malam harinya, Yuuki main ke kamar Naoki dan membicarakan ibu mereka. Yuuki berharap ibunya tidak bertingkah seperti itu karena Kotoko pergi.
Naoki yang sedang membaca buku mengingatkan Yuuki kalau Yuuki sudah punya kamar sendiri. Jadi ia minta Yuuki jangan terus menerus di kamarnya. Yuuki mengerti dan meninggalkan Naoki.


Kamera kemudian mengarah ke arah Naoki yang terlihat kalau ia juga memikirkan Kotoko, bukan ibunya, HAHAHHAHAHHAH.


Keesokan harinya, di Kampus.
Kotoko setengah berlari di halaman mengenakan seragam tenisnya sambil memegang raket. Ia sepertinya sedang pemanasan. Jinko dan Satomi juga ada di sana memperhatikan Kotoko yang latihan dan mengingatkan Kotoko, karena Kotoko sudah menyerah pada Naoki, maka Kotoko tak perlu datang ke klub tenis.
Tapi Kotoko mengatakan kalau ia rasa ia masih perlu datang ke klub.
Kotoko dengan bersemangat kembali berlari sambil mengayunkan raketnya. HAHAHAH, lucu deh.


Sayangnya di klub tenis, Kotoko bahkan belum boleh memegang raket, hehehehe. Ia masih ikut latihan otot, yaitu push up yang di awasi oleh Sudo san.
HAHAHAHHA. Wajah Kotoko beneran lucu nih, Push Up seratus kali. BAhkan ia dan yang lain tak sanggup berdiri dan masuh tengkurep di lantai.
Sudo merasa terharu karena anggota baru yang sekarang adalah anggota yang masih bertahan melakukan latihan yang cukup keras. Ia mengatakan kalau dirinya bangga pada mereka.


Sudo mengatakan kalau ia akan memberikan hadiah, yaitu anggota baru sudah boleh masuk lapangan mulai hari ini.
Semua yang mendengar mulai bersemangat dan berdiri. Kotoko salah satunya, ia berusaha berdiri saking senangnya dan menyeret kakinya yang masih pegal menuju Sudo untuk melakukan high five, hehehhe.


Tapi ternyata apa yang terjadi???????
Bukannya main bola mereka malah memungut bola tenis. HAHAHHAAHHAHA. Itu lah hal pertama yang dilakukan anggota yang baru masuk lapangan, termasuk Kotoko.
Kotoko memunguti bola tenis yang di lempar oleh pemain lainnya dengan gayanya yang lucu dan masih pegal tuh kakinya.
Ia bahkan sempat-sempatnya menghindar bola dengan gaya yang lucu, kayak menari balet, HAHHAHAAHHA. Kotoko emang keren deh!!!
Tapi lama-lama Kotoko juga mengeluh, karena ia hanya jadi pemungut bola.


Yuko melihat Kotoko yang memungut bola dan ternyata dari tadi yang mengarahkan bola ke arah Kotoko adalah Yuko. Aih!!
Kotoko bahkan sampai jatuh. Yuko mendekati Kotoko dan bertanya apa Kotoko belum menyerah juga?
Kotoko melihat Yuko dan berusaha tidak terpancing.
Yuko mendekati Kotoko dan mengatakan jika ia jadi Kotoko, ia pasti tak bisa menanggungnya. Latihan otot dan memunguti bola setiap hari. Irie bahkan tidak datang.
Kotoko kesal dan mengatakan kalau ia tak melakukan hal itu untuk Irie. Kotoko bangkit dan Yuko tak percaya akan hal itu. Yuko lalu menunjuk sesuatu di belakang Kotoko.
Aku kira Naoki datang, ternyata bola tenis yang berjejer, HAHHAHAHHA, kok bisa berjejer rapi begitu ya?
Kotoko tentu saja kaget melihatnya, tapi ia tetap harus memungut-nya.


Kotoko meninggalkan Yuko dan mulai memungut bola tenis sambil mengeluh. Tentu saja ia memungutnya sambil menunduk, sampai sebuah kaki menghalanginya memungut satu bola karena kaki itu menginjak bola tenis.
Tanpa tahu kaki siapa itu, Kotoko malah bicara pada kaki itu sambil menunduk, hahahhaha, ia mengatakan kalau pria itu menginjak bolanya. -Itu sih bukan menunduk ya, tapi kayak menyembah, LOL-
Lalu sebuah suara yang sangat ia kenal terdengar, Apa kau masih memunguti bola?


Kotoko mendongak dengan cepat dan terkejut melihat Naoki ada di sana. Kotoko terkejut dan bertanya kenapa Naoki ada disana?
Naoki dengan gaya cool-nya mengatakan ia adalah anggota klub tenis.
Kotoko heran karena Naoki seharusnya tidak akan datang untuk latihan.
Naoki menendang bola tenisnya, entah kesal atau tidak, ia bertanya, memangnya aku nggak boleh datang untuk latihan???
Naoki lalu berjalan meninggalkan Kotoko yang masih terduduk karena shock. Hehheheheh.
-Jelas lah kenapa Naoki datang, ayo Kotoko, semangat!!!-


Kotoko menatap Naoki yang meninggalkannya menuju Yuko yang mengajaknya latihan.
Kotoko hampir merasa sangat senang, tapi kemudian ia memukul pipinya untuk menyadarkan diri bahwa itu tidak boleh, karena ia memutuskan akan melupakan Naoki.
Meski begitu, Kotoko juga kesal karena Naoki tak mengerti apa yang ia rasakan.
"Aku akan berusaha keras untuk melupakanmu."
-Aku suka kalau Kotoko membuat berbagai ekspresi lucu dengan memainkan mulutnya^^-


di Lapangan, Sudo sangat senang melihat Naoki datang latihan. Sudo mulai berubah menjadi Sudo si Oni saat memegang raketnya dan bertanya apa Naoki datang untuk bertanding dengannya?
Naoki dengan tenang menjawab kalau ia mau saja, tapi ia tak ingin mempermalukan Sudo lagi. Apa kau yakin? Kita harus melakukan ini?
Sudo mengatakan jika Naoki seyakin itu bisa menang, maka Naoki harus bisa menerima kondisi apapun yang ia berikan pada Naoki dan bertanding dengannya.
Naoki dengan yakin mengiyakan.
Sudo mulai tampak senang dan mengatakan kalau mereka akan bermain ganda. Ia akan berpasangan dengan Yuko Matsumoto dan Naoki akan berpasangan dengan.............


Aihara Kotoko.
Kotoko yang sedang memungut bola langsung terkejut, Apa? Aku?
Naoki tertawa, Jangan bercanda.
Sudo tempak senang dengan idenya sendiri dan bertanya apa keluhan Naoki? Matsumoto adalah anggota baru. Aihara juga anggota baru. Tentu saja itu kombinasi yang adil.


Naoki mulai kesal, Apa yang 'adil' dengan ini? Ini adalah hal yang paling tidak adil.
Dengan kejam, sambil menunjuk ke arah Kotoko, Naoki berkata, Kalau kamu bisa menang di pertandingan ganda dengan orang seperti dia (Kotoko), kamu bisa menjadi juara dunia.
Kotoko mencoba tersenyum dan mengatakan kalau Naoki tak perlu sejauh itu untuk mengatakannya.
Tapi Yuko malah tampak senang dan membela Naoki. Kotoko mendengarnya dan kesal.
Sudo tak mengubah keputusannya karena Naoki sendiri yang mengatakan kalau ia mampu menerima kondisi apapun. Sudo menyuruh mereka bersiap.
Yuko mendekati Naoki dan mengatakan meski ia merasa tak enak, tapi ia tak pernah bermain tidak serius. Yuko minta maaf pada Naoki.


Naoki hanya bisa menghela nafas. Ia berbalik ke belakang melihat pada Kotoko yang masih memegang beberapa bola di tangannya sambil nyengir ke arah Naoki.
Kotoko tertawa dan mengatakan kalau itu memang tak mungkin. Tak mungkin. Tak mungkin.
Naoki menghela nafas lagi dan berfikir sementara Sudo sudah menunggu keputusan Naoki. Apa kamu akan membatalkannya? Apa kamu akan kabur dari permainan? Sebagai lelaki, itu sangat menyedihkan.


Naoki kesal mendengarnya. Ia tak akan lari. Ia mendekati Kotoko dan mengatakan kalau Kotoko tak perlu memukul bola.
Kotoko terkejut, apa kita akan melakukannya?
Naoki mengatakan kalau tak ada pilihan, mereka tak bisa menolak sekarang. NAoki menjelaskan yang pelu KOtoko lakukan hanya berdiri. Tapi jangan pernah melewati jalanku, mengerti?


Kotoko masih berdiri. Ia mengulang kata-kata Naoki, 'Jangan pernah melewati jalanku, Aku rasa Irie-kun pernah mengatakannya saat masih SMA'.



Pertandingan ganda campuran akan dimulai. Naoki - Kotoko vs Sudo - Yuko. wajah mereka sangat serius akan bertanding, kecuali Kotoko yang terlihat khawatir.


Sudo mulai menservis dan mereka bermain serius. Lebih tepatnya 2 lawan 1. Karena Kotoko benar-benar tak bisa di harapkan, ia selalu menjadi sasaran bola dan kerjaannya hanya menghindar saja, kalau tidak maka ia akan menahan bola dengan badannya. HAHHAHHA. Kasian, tapi caranya menghindar lucu^^
Babak pertama di menangkan oleh Yuko & Sudo. Pergantian lapangan, Kotoko mengikuti Naoki dari belakang dan mengingat bahwa ia tak akan melewati jalan Naoki.
LOL.


Lalu pertandingan berlanjut dan berlanjut. Bener-bener jadi hiburan deh ni pertandingan. Kenapa? Karena Kotoko sering kena bola dan kesakitan lalu, Karena kita fokus pada usaha Kotoko dalam menghindari bola. Dengan gayanya yang lucu dan seolah ia sedang menari balet, HAHAHAHHA. Aku menikmati pertandingan ini. Tapi Kasian Naoki yang kewalahan menahan bola sementara Kotoko asyik berlari menghindar.


Dan di saat terakhir, Kotoko mulai berusaha berani memukul, tapi Naoki juga ingin memukul bola dan mengatakan pada Kotoko kalau ia yang akan memukul. Alhasil, Naoki menghentikan raket Kotoko dengan tangannya tapi tak berhasil memukul bola. Dan tim Sudo menang.
Naoki kalah untuk pertama kalinya. WOW.


Sudo sangat senang dengan kemenangannya. Sementara Naoki kesal. Sudo bahkan menawarkan pertandingan lagi minggu depan.
Sudo yakin kalau Naoki akan menolak karena itu ia bicara agak sombong, tapi diluar digaan, Naoki menerima tantangan itu. Sudo gantian kaget. Naoki bertanya, Apa mungkin kau takut akau akan mempermalukanmu lagi?
Sudo akhirnya menerima tantangan itu. Mereka akan bertanding seminggu lagi.
Sudo dan Yuko meninggalkan lapangan. Begitu juga dengan Naoki, tanpa melihat ke arah Kotoko.


Kotoko masih mematung dan mencerna hal itu. Ia kemudian menyadari dan mulai berteriak, Tidaaaaaak!!!



Jinko dan Satomi terkejut saat Kotoko mengatakan kalau ia dan Naoki akan bermain ganda. Kotoko hanya bisa tersenyum pahit sambil mengangguk.
Jinko mengatakan yang lebih penting adalah, Kotoko akan latihan tenis bersama Naoki. Padahal Kotoko memutuskan melupakan Naoki.
Kotoko mengerti itu dan ia juga terlihat bingung. Apalagi saat Satomi mengatakan bagaimana bisa Kotoko melupakan Naoki jika setiap hari mereka akan latihan bersama.
Jinko setuju akan hal itu. Kotoko menghentikan langkahnya sehingga Jinko tak sengaja menabrak Kotoko.
HAHHAHAHAHAHA.


Kotoko terlihat sedih dan mengatakan sejujurnya ia tak bisa melupakan Naoki. Jinko dan Satomi mengerti, karena Naoki dan Kotoko sudah berciuman.
Kotoko lalu mengiyakan dengan menunjukkan wajah yang sangat sangat sangat lucu, HAHAHAHHAHAHAHHA. Sumpah, lucu banged yang ini!!!! Mata Miki putih, kening berkerut dan gigi kelinci kelihatan, wkkwkwkwkwkwkwkw.


Jinko memukul punggung Kotoko dan mengatakan kalau itu adalah kesempatan bagus. Siapa tahu dengan melakukan sesuatu bersama, Irie mungkin akan merubah hatinya.
Kotoko mengatakan itu tidak mungkin. Tak mungkin juga ia bisa mengalahkan orang seperti mereka. Lagipula ia dan Irie-kun sudah banyak melakukan hal bersama. Irie membantunya belajar di ujian akhir SMA dan juga tugas di liburan musim panas, Tapi perasaan Irie-kun sama sekali tak pernah berubah.
Satomi setuju dan malah membuat Kotoko terkejut, ahhahaah.
Jinko mengatakan Irie memang selalu menjadi lelaki berhati dingin. Kotoko makin sedih dan mulai tak bersemangat. Ia menjatuhkan kepalanya ke sisi bahunya.
Satomi berkomentar kalau minggu ini mungkin akan menjadi minggu yang melelahkan bagi Kotoko.
Kotoko kemudian bersemangat lagi. Ia mengatakan tak selamanya ia bisa lari dari Irie seumur hidupnya. Aku akan berjuang bermain tenis dan melupakan Irie-kun!
Jinko dan Satomi saling pandang dan mereka hanya bisa mengangkat bahu saja. HEHEhehehehehe.

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 7 -Part 2-



Kotoko mengendap-endap masuk ke lapangan tenis, ia setengah membungkuk dan terkejut melihat seseorang menghalanginya, yang tentu saja adalah Naoki. Naoki marah karena Kotoko telat.
Kotoko berusaha menghilangkan wajah khawatirnya dengan tertawa aneh dan mulai mencari-cari alasan atas keterlambatanyannya. Tapi Naoki mengatakan kalau Ia tak perlu mendengar alasan Kotoko. Ia mengajak Kotoko segera mengikutinya untuk latihan. Tapi kemudian sebuah bola tenis melesat kencang di hadapan mereka.


Bola itu hasil pukulan Sudo yang melarang Kotoko ikut berlatih, karena Kotoko belum pernah melewati tes. Kotoko hanya boleh memungut bola.
Naoki makin kesal, mereka hanya punya waktu satu minggu. Kotoko setuju dan memonyongkan bibirnya sambil angguk-anguk, HAHHAHAHHA, sepertinya ia berniat latihan sih.
Sudo mengatakan peraturan tetaplah peraturan. Wajah Kotoko mulai mengerut lagi.
Sudo menyuruh Kotoko segera memunguti bolanya. HAHHAHAAHHA. Kasian Kotoko^^


Beberapa anggota klub kembali bergosip, mengatakan kalau Sudo tak mau kalah dengan Naoki dan mencari cara agar Naoki dan Kotoko tak bisa latihan.


Kotoko bagaimanapun memang harus memungut bola. Ia minta maaf pada Naoki dan mulai memungut bola di lapangan.
Dengan lucu tapi penuh semangat, Kotoko mulai memungut bola sambil berhitung. Meski bolanya sering jatuh, hehhehhe.
Naoki menatap Kotoko yang sedang memungut bola dan mulai berfikir.


Naoki menemukan jawabannya dan mulai mengarahkan pukulannya ke arah Kotoko. Kotoko yang sedang memungut bola terkejut dan terjatuh karena sebuah bola menjatuhkan keranjang bola di hadapannya. Ia terkejut karena pelakunya adalah Naoki.
Naoki menyuruh Kotoko untuk tidak menutup matanya saat bola datang.
Kotoko masih bingung. Naoki mengatakan Kotoko jangan melihat ke bawah saat memungut bola. Buka matamu dan lihat bolanya. Gerakkan tubuhmu ke arah dari mana bolanya datang.


Kotoko masih bingung tapi ia mengangguk sambil menatap Naoki. Kotoko kemudian mengulanginya, 'buka matamu, lihat bolanya'.
Lalu, Apa yang dilakukan Kotoko?


Kotoko benar-benar membuka matanya dan melihat bola yang datang. Saat bola pemain tenis keluar dari lapangan, Kotoko berusaha menangkapnya dengan gerakan yang lucu lagi dan lagi. Sumpah deh, episode kali ini kayaknya balet tenis HAHHAHAHAHA.


Kegiatan klub selesai. Kotoko akan pergi saat Naoki menariknya dan mengatakan kalau sekarang waktunya latihan. Tapi Kotoko mengatakan ia lelah. Ia sudah mengikuti kata-kata Naoki untuk membuka mata dan melihat bola tenis dan bahkan ia kena pukulan berkali-kali.
Naoki mengatakan mereka tak punya pilihan lain karena Kotoko tak bisa latihan saat jam klub.
Naoki kemudian menyuruh Kotoko mengayunkan raketnya 100 kali. Kotoko terkejut.
Tapi kemudian wajahnya tersenyum saat hujan mulai turun. Hehehehhe. Naoki menghela nafas dan mengingatkan Kotoko kalau mereka akan latihan di pagi hari mulai besok.
HAHHAHAHA. Kotoko makin bingung dan masih memikirkan soal hujan.


Lalu latihan mengayunkan raket pun di mulai dengan NAoki sebagai pelatihnya. Sementara Kotoko masih mengingatkan Naoki kalau sekarang sedang hujan. Tapi Naoki menyuruh Kotoko diam dan tidak usah bicara. Wew.


Malamnya ayah pulang kerja dan melihat puterinya sudah tidur tanpa futon, masih pake kaos kaki dan masih pake baju tenis. Malah ngorok lagi, hahahahha.
Ayah melihat luka memar di sekujur tubuh Kotoko. Ayah meliaht puterinya dan menghela nafas.



Jinko dan Satomi berjalan di kantin sekolah sambil ngobrol. Kin Chan menyapa mereka dan bertanya dimana Kotoko. Jinko mengatakan kalau Kotoko sedang melewati hari-hari yang berat akhir-akhir ini. Kin Chan terkejut.


Kotoko ada di ruang kelas. Sedang tertidur.
Kin Chan datang kesana dan membangunkan Kotoko dengan bekal yang ia bawa. Kotoko beneran tidur pulas kayaknya tadi.
Kin Chan mengatakan ia mendengar kalau Kotoko harus latihan tenis pagi dan malam. Jadi di saat seperti ini maka KOtoko harus banyak makan agar punya energi.
Kin Chan membuka korak bekalnya dan Kotoko mulai makan dengan lahap.
Kin Chan memperhatikan Kotoko yang sedang makan sambil tersenyum. Lalu ia melihat luka memar di tangan Kotoko.
Kin Chan mencoba bertanya dengan hati-hati, Hey, apa kau berlatih tenis dengan sangat keras, karena ingin bersama Irie?
Kotoko terkejut dan menatap Kin Chan. Kin Chan bertanya lagi, Kau tak bisa melupakannya, ya kan?


Kotoko menghela nafas. Ia terdiam sejenak dan berkata, Dia bilang 'jangan pernah melewati jalanku'. Kamu bilang padaku, 'Hari ini hari ulang tahun Kotoko yang baru'.Untuk terlahir kembali sebagai orang yang baru, Aku harus berhenti masuk ke jalannya. Aku bilang aku akan melupakannya. Tapi aku sadar kalau aku hanya mencoba kuat.
Kin Chan menatap Kotoko dan Kotoko sadar akan hal itu, lalu ia tersenyum. Aku rasa aku tak bisa melupakannya.
Kin Chan tersenyum dan mengatakan kalau ia mengerti. Kotoko sedang dalam perjalanan untuk mengatasi perasaannya pada Irie. Mungkin butuh waktu lama, tapi aku akan mendukungmu.


Kotoko senang kalau Kin Chan mengerti. Tapi Kin Chan mengingatkan bahwa ia tak akan menyerah pada Kotoko. IA adalah pria yang sangat gigih. Kotoko dan Kin Chan sama-sama tersenyum dan Kin Chan mengacak poni Kotoko dengan gemas. KYAAAAAAAA!!! Persahabatan yang indah,


Latihan malam Kotoko dan Naoki. Kotoko sudah bisa memukul bola yang di lemparkan oleh Naoki. Kotoko latihan dengan serius. Tapi saat lampu kampus di matikan, Kotoko menjadi orang yang paling senang karena latihannya akan berakhir.
Tapi Naoki malah mengatakan mereka akan latihan di luar, HAHAHAHAHHA.


Mereka latihan di luar di tempat yang ada lampu jalannya. Kotoko latihan memukul bola, tapi tanpa bola.
Lalu pagi harinya mereka latihan di lapangan tenis, latihan servis bola.
Dan latihan pun terus berlanjut hari demi hari, malam dan pagi hari. Bahkan hujan deras tidak menghalangi latihan mereka.
Naoki : Lari! Pukul bolanya! Gunakan langkahmu untuk kembali dengan cepat! Kembali! Ayo! Lari! Pukul.
Kotoko : Haik! Haik! Haik! HAik!
HAHAHHAHA.


Kotoko di hajar habis-habisan sama bola yang dipukul Naoki dengan pelan. Kotoko bahkan sampai terjatuh, tapi Naoki terus memaksanya bangkit dan memukul bola. Latihan subuh itu dilihat oleh Yuko. Yuko menatap keduanya dengan amat kesal. OW, rubah mulai muncul.


Mami Naoki nggak tahan nggak melihat Kotoko. Ia memutuskan pergi ke Universitas Tonan. Ibu memakai baju yang modis, hanya saja penutup kepalanya dan kacamata serta kamera yang ia bawa rada norak, jadi sepertinya mahasiswa banyak yang curiga padanya, padahal ia hanya ingin bertanya, HHAHAHAHA.
Ia berhasil bertanya dimana kampus sastra dan Jinko Satomi melihat dan memanggil ibu. Mereka bertanya kenapa ibu berpenampilan seperti itu.
Ibu mengatakan kalau ia tak ingin Naoki menemukannya ada disana. MAkanya ia mencoba menyamar.
Satomi mengatakan kalau ibu malah kelihatan mencolok. Bahkan mereka langsung tahu kalau itu adalah ibu.
Jinko juga berkomentar kalau ibu mirip dengan Kotoko dalam hal ini. HAHHAHAHAHA. IYA!


Mendengar nama Kotoko ibu menjadi sedih. Ia mengatakan sudah lama ia tak melihat Kotoko dan ia sangat merindukannya. Jinko dan Satomi mengatakan ia pikir Kotoko dan Irie juga akan berakhir bersama. Nyatanya mereka sangat dekat, bahkan sampai berciuman.
Satomi kaget dan menyuruh Jinko tutup mulut. Tapi ibu keburu mendengarnya dan bertanya apa ciuman yang dimaksud adalah cibir.
Jinko dan Satomi saling memandang dan mengiyakan. Benar, 'ciuman' itu.
Ibu masih shock karena senang dan mencoba menenangkan diri, ia bertanya lagi, mereka berciuman? mereka berdua?!
Jinko dan Satomi mengangguk.
Ibu amat senang dan ia tersenyum lebar, lalu berteriak Yahoooooooooo! yang menggema ke seluruh kampus. HAHHAHAHAHHAHAHHA.


Ibu kemudian berjalan dengan anggun untuk keluar dari kampus. Jinko dan Satomi mengejarnya, bukankah ibu ingin melihat Kotoko? Kotoko ada di lapangan tenis.
Ibu dengan PD mengatakan ia tak ingin melihat Kotoko di kampus lagi. Aku sudah memutuskan untuk membawa Kotoko kembali ke rumah.
Satomi terkejut, Apa??? Tapi Kotoko berusaha keras melupakan Irie-kun sekarang.
Ibu berbalik dan dengan senang mengatakan kalau Kotoko tak perlu melupakan Naoki. Lagipula., mereka sudah berciuman. TAk peduli Naoki bilang apa, aku akan membawa Kotoko kembali!
Ibu benar-benar terlihat senang dengan ciuman itu. Aih. Semangat ibu kembali.
Jinko dan Satomi khawatir melihat ibu.


Kotoko masih latihan tenis malam harinya. Ia latihan servis dengan bola. Tapi Kotoko gagal dan gagal lagi. Bolanya yang entah kemana lah, yang ga nyampe lah, yang ke sampinglah.
Jadi Naoki menyuruhnya terus mengulang lagi dan lagi.
Hasilnya, bola akhirnya bisa masuk ke lapangan lawan.
Kotoko senang sekali, ini pertama kalinya ia berhasil melakukannya. Kotoko berteriak senang sambil memeluk Naoki.
Naoki diam saja dan menatap Kotoko yang nggak sadar-sadar. AKhirnya Kotoko sadar apa yang sudah ia lakukan, ia melepaskan pelukannya dan melangkah menjauh, Gomennasai.


Naoki masih saja bersikap sok cool,. ia meninggalkan Kotoko yang masih mematung dan berkomentar bahkan anak kecil bisa belajar bagaimana cara memukul dalam sehari.
Kotoko masih mematung, tapi kemudian ia tertawa. Naoki mengambil bola dan mengatakan kalau Kotoko punya banyak hal yang untuk bersemangat dalam hidupnya.
Kotoko heran. Naoki memukul bola sambil berkata kalau kadang ia merasa iri pada Kotoko.
Kotoko terkejut dan mematung lagi memikirkan apa yang di katakan oleh Naoki. Tapi kemudian mereka mulai latihan lagi.

-Hari Pertandingan-


Kotoko akan berangkat ke kampus pagi itu dan pamitan pada ayahnya yang sedang menghitung dengan jari. Ayahnya sadar dan memanggil Kotoko. Mereka bicara lewat jendela, Ayah mengatakan kalau rumah baru selesai hari ini. Ia minta Kotoko jangan kembali ke apartemen ini tapi ke rumah baru.
Kotoko mengiyakan, lagi pula ia sudah pernah kesana dengan ayahnya, jadi ia sudah tahu jalan.


Kotoko tiba di kampus dan menaiki tangga dengan susah payah karena kakinya pegal-pegal. Kin Chan sudah menunggu di ujung tangga. Kin Chan mengatakan Kotoko sudah berusaha dengan keras dan nanti Kotoko akan ada pertandingan. Jadi ia membuatkan Kotoko Katsu (menang) Sandwich.
Kotoko sangat senang menerima bekal itu.
Kotoko berterima kasih dengan tulus pada Kin Chan.


Kotoko makan Katsu Sandwich-nya di loker klub tenis sebelum pertandingan. Yuko masuk ke dalam dan mengomentari KOtoko yang bisa santai makan Katsu sebelum pertandingan.
Kotoko mengatakan kalau itu untuk keberuntungannya. Yuko berkata, Jika mitos itu benar-benar bekerja, tak akan ada yang kalah di permainan.
Yuko : Hei, kamu tahu berapa banyak masalah yang kau buat untuk Irie-kun?
Kotoko : Aku menaruh semua usaha untuk menghindari membuat masalah untuknya.
Yuko : Dan usaha yang kamu lakukan itu sudah menjadi masalah.
Kotoko terdiam.
Yuko : Permainan yang lalu dan permainan hari ini, Irie-kun yang dihina. Dan dia membuang waktunya untuk melatihmu. KAu memberikan seseorang yang kau cinta banyak masalah, BAgaimana kau tidak merasa bersalah?
Kotoko terdiam. Kemudian ia lanjut makan katsu-nya. -Jangan terpengaruh deh-


Pertandingan akan di mulai. Setelah kedua belah pihak berhadapan dan akan mengambil posisi, Naoki mengingatkan Kotoko agar tidak menyia-nyiakan usaha Kotoko selama seminggu untuk latihan.
Kotoko mengangguk.
Naoki menyuruh Kotoko membuka mata dan mengikuti arah bolanya. Kotoko mengerti. Naoki berkata, ingat, kau tidak sendirian. Aku juga bersamamu. Jadi jangan takut.
Kotoko sempat kehilangan kata-katanya, tapi ia menghela nafas dan menjawab, iya.


Kedua tim mengambil posisi siaga. Yang memukul duluan adalah tim Sudo. Bola melambung dan di kembalikan oleh Naoki, di pukul oleh Yuko dan di pukul oleh Kotoko, tapi tak berhasil. Aku rasa Sudo menyadari ada perubahan pada Kotoko, karena Kotoko tak menghindari bola lagi, melainkan mencoba memukulnya, meskipun gagal.
Sudo kesal karena Kotoko bisa memukul semua bola super cepat miliknya meskipun pukulan Kotoko tak sampai ke wilayah lawan.
Yuko mengatakan kalau tim Naoki akan menyerah sebentar lagi. Tapi Sudo membicarakan harga dirinya, bolanya yang bisa di pukul oleh Kotoko. Ia ingin Yuko fokus pada Kotoko, bukan Naoki.


Kotoko mulai bersiap lagi dan ingat pesan Naoki bahwa ia harus melihat bolanya dan gerakkan tubuh ke arah dari mana datangnya bola.
Kotoko baru menyadari kalau ia sudah tak takut bola lagi. Dan lagi dibanding pukulan Naoki, pukulan Yuko dan Sudo lebih lambat. KOtoko baru menyadarinya. Ia mulai menutup mata dan kemudian melihat ke arah NAoki yang mengangguk padanya. Kotoko mengerti. Ia mulai menghela nafas lagi dan bersiap.


Ok, kita masuk ke gerakan lambat yang agak lebay tapi keren!
Sudo menargetkan Kotoko sebagai pusat pukulannya. Bola melesat dengan kencang ke arah Kotoko dan Kotoko bisa melihat bolanya. Kotoko mendengar suara Naoki memanggil namanya dan Kotoko mulai mengayunkan raketnya. RAket mengenai bola dan bola melambung di pihak lawan, melewati Yuko yang tak bisa mengembalikan bola yang di pukul Kotoko.
Pukulan Kotoko masuk. Para anggota yang menonton kagum pada Kotoko yang bisa mengembalikan bola pukulan Sudo san. Karena hanya Yuko lah satu-satunya pemain wanita yang bisa melakukannya.


Para anggota bertepuk tangan untuk Kotoko. Naoki tersenyum pada Kotoko. Kotoko baru sadar dan ia tersenyum senang. Sementara Sudo menunjukkan wajah tak percaya akan hal itu. Ia bahkan terjatuh karena shock. HAHHAHAHAAHHA.


Sementara itu Kotoko juga terjatuh karena kakinya keseleo. Naoki mendekati Kotoko yang kesakitan. Naoki mengomentari kotoko yang menyedihkan. Naoki mencoba memegang pergelangan kaki Kotoko yang sakit dan Kotoko berteriak kesakitan dengan lucunya.
Naoki menyadari KOtoko tak akan bisa main lagi.
Naoki lalu mengatakan pada Sudo kalau ia membatalkan pertandingannya. Sudo terkejut.


dengan gerakan lambat yang indah, Naoki menggendong Kotoko di bahunya membuat gadis itu terkejut juga.
Yuko kelihatan panassssss, HAHAHAHA.
Kotoko minta maaf karena mereka kalah lagi. Tapi Naoki mengatakan ia tak berfikir untuk menang sejak awal.
Kotoko terkejut. Ia memandangi Naoki dengan heran. Tapi kemudian dia tersenyum bahagia.
-Efek video-nya kereeeeeeeeen!!!-


"Tuhan, kalau aku mengatakan aku semakin mencintai Irie-kun, apa kau akan marah?"


Naoki mengantarkan Kotoko pulang ke rumahnya. Kotoko berpegangan di lengan Naoki sambil menyeret kakinya.
Di persimpangan, Naoki berhenti dan bertanya pada Kotoko kapan mereka akan tiba di rumah Kotoko.
Kotoko heran dan melihat di sekitarnya, seingatnya terakhir ia datang, rumahnya ada di dekat stasiun. Tapi sebentar lagi mereka akan sampai.
Naoki dengan wajah dingin berkata kalau Kotoko sedari tadi sudah mengatakan hal itu. Harusnya mereka tadi naik Taksi.
Tapi Kotoko mengatakan kalau naik taksi hanya buang-buang uang.
Tapi Naoki membalas kalau Kotoko juga harus memikirkan dirinya. HAHHAHAHA.
Akhirnya Kotoko hanya bisa bilang Haaaaaaaaaaaaik. Kemudian Kotoko tersenyum lagi^^


Mereka berdua terus berjalan. Kotoko bertanya saat pertandingan, saat dirinya memukul bola Sudo, kau memanggil namaku, kan?
Kotoko tersenyum sambil mencoba melihat wajah Naoki sambil tersenyum. Tapi Naoki mencoba memalingkan wajahnya menghindari pandangan Kotoko sambil berkata kalau ia tidak tahu.
Kotoko tersenyum dan berkata kalau itu pertama kalinya Naoki memanggil namanya.
Dengan cool Naoki menjawa, makanya aku tak ingat. Aku konsentrasi pada pertandingan.
Kotoko mengangguk sambil tersenyum.


Kotoko dan Naoki tiba di rumah baru Kotoko. Gedeeeeeeee!!!!
Kotoko memencet bel beberapa kali dan Naoki mengembalikan tas Kotoko. Ia minta Kotoko menyampaikan salamnya pada ayah Kotoko.
Naoki akan pergi, tapi Kotoko manahannya dan menarik tangannya. Kotoko mengatakan kalau ia pikir ayahnya masih di rumah dan ingin Naoki mampir. Lebih tepatnya memaksa Naoki mampir. HAHAHHAHA.


Kotoko menarik paksa Naoki masuk ke halaman rumah barunya.
Naoki mengerti dan minta Kotoko melepaskan tangannya.
NAoki dan Kotoko berjalan masuk ke pekarangan rumah itu, dimana Kotoko masih menempel di lengan Naoki.
Seseorang membuka pintu rumah dan Kotoko langsung tersenyum.
Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah bingung dengan mulut menganga.


Seorang kakek tua keluar dari dalam rumah itu.
Kotoko masih menganga.
Dengan polosnya Naoki bertanya, Dia kakekmu?
Kotoko menatap Naoki dan menggeleng, ia berkata ia tak mengenal orang itu.
Naoki heran. Kotoko mencoba tersenyum dan bertanya siapa kakek itu.
Kakek berkomentar kalau Kotoko kasar dan bertanya balik, siapa kamu?
Kotoko mengatakan kalau ia pemilik rumah itu. Tapi kakek berkata kalau itu adalah rumahnya.
Kotoko heran dan melihat kesekeliling lagi. Ia yakin kalau itu adalah rumahnya. Kotoko ingin bertanya lagi tapi kakek mengatakan kalau ia tinggal disana.
Kotoko terkejut, Apa maksudnya ini??????


-END-
Komentar :

Ada apa dengan rumah baru Kotoko??????
Apakah Kotoko salah rumah? Atau ini perbuatan ibu Naoki??????
HAHHAHAHHA, Aku yakin ini ada hubungannya sama ibu-nya Naoki. Mungkin itu orang suruhan ibu Naoki untuk mengaku kalau itu rumah kakek itu. Sementara Ayah Kotoko mungkin sudah di rumah Naoki. Tapi gimana yaa???


Aku menyukai klub tenis dan adegan yang berhubungan dengan tenis episode ini. Kotoko lucu banged deh kalau lagi main tenis, tapi lebih lucu lagi saat menghindari bola tenis. Miki Honoka kan pandai balet, makanya gerakan Miki itu sedikit mirip balet meskipun tujuan utamanya adalah menghindari bola tenis. gerakan gerakan Kotoko benar-benar terlihat alami. Tapi bukan alami lagi juga sih, tapi pokoknya kereeeeen!!
Aku rasa ini episode paling OK dari 7 episode yang sudah tayang. Kenapa?
Ekspresi Kotokonya dapet, ekspresi Naoki-nya akhirnya nambah, hahahhhaha. Ceritanya keren. Yang lebih lagi, kebersamaan Naoki dan Kotoko hahhahahhah.


Naoki di episode ini menyenangkan! Aigoooooooo!! Makin suka sama Yuki, aku aja begitu, apalagi Kotoko ya?
Sepertinya program melupakan 'melupakan Naoki' enggak akan berhasil bagaimanapun caranya. Soalnya makin lama NAoki makin makin aja, hehehhehe. Makin sadis-nya kamin juga kakoi-nya, wkwkkwkkw.
Melihat dia melatih Kotoko dengan sangat keras benar-benar bikin gregetan. Soalnya kasihan banged melihat Kotoko jatuh, kena bola, capek de el el.
Tapi kebersamaan mereka itu yang aku suka. Apalagi saat pertandingan tenis. Kotoko sebenarnya punya bakat tenis juga. Buktinya dia bisa tuh kalau dilatih. Hanya salah seminggu lho, dengan keterbatasan waktu. Apalagi kalau sebulan, bisa-bisa Naoki kalah.


Aku suka efek video di episode ini, efek slow motion dan sedikit efek cahaya yang keren. Pada saat Kotoko memukul bola di pertandingan dan saat Naoki menggendong dan membawa Kotoko pergi dari lapangan. Romantisssssssssssssss!!!
Kayakanya mulai dari episode ini Naoki bakal mulai baik sama Kotoko. Aku suka saat Naoki mengatakan ia memang tak berniat menang, artinya ia melatih Kotoko dengan keras bukan untuk kemenangannya, tapi untuk Kotoko, atau untuk menghabiskan waktu bersama Kotoko, HAHHAHHAHA. Wew, siapa coba yang nggak tersentuh dengan hal itu. Makanya Kotoko mengatakan ia semakin menyukai Naoki. Meski Naoki sering menyakiti hatinya, tapi 1 perbuatan baik Naoki akan menghapus segalanya. Tanya sama orang yang jatuh cinta deh, hehehheheeh. Sayang-nya Kotoko terlalu bodoh untuk mengerti, hm...


Adegan yang paling aku suka di episode ini justru adegan terakhir, saat Naoki mengantar Kotoko pulang ke rumah barunya. Lucu banged liat wajah Naoki yang masih sok cool dengan Kotoko yang ada di lengannya. Dan Kotoko kayaknya nyuri-nyuri kesempatan deh sama Naoki, HAHahhaha.
Biasanya Naoki kan kejam tuh, nggak memperbolehkan Kotoko dekat dengannya. Entah itu karena Kotoko lagi terluka atau bagaimana, aku rasa alasan Naoki membiarkan Kotoko bergantung di lengannya ada alasan lain. Tapi wajah tersipu Naoki itu khas banged. Kita tahu kalau dia lagi tersipu-sipu malu, aihhhhhhh....


Aku berharap untuk selanjut-selanjutnya Naoki tu nggak usah sok ga peduli, ga usah sok cool di hadapan Kotoko. Tapi gimana ya? Kalau nggak begitu aku rasa cerita ini nggak akan seru. Tapi kasian juga sih Kotoko, selalu tersakiti dengan kata-kata kejam Naoki. Pada akhirnya, saat ia benar-benar berusaha melupakan Naoki, ia malah terjatuh lagi. Kayaknya pesona Naoki emang ga akan bisa di lupakan oleh Kotoko.
Lain hal-nya jika nanti ada pria lain. Kalau Kin Chan sih aku rasa memang hanya sahabatan dengan Kotoko. Kayakya ga akan ada lebih dari itu. Meski Kin Chan memang suka sama Kotoko, tapi Kotoko menganggapnya hanya teman. Kapan sih ada saingan buat Naoki????
Kalau Naoki cemburunya sama Kin Chan kayaknya kurang puas. Aku pengin Naoki Cembokur abis saam cowok yang mendekati Kotoko. Masa Kotoko terus yang hatinya di obrak abrik? Sekali-kali Naoki donk, hahahhahaha.


Rasanya makin lama drama ini jadi makin menarik deh. Nggak peduli sama versi lain deh, aku cukup menikmati versi ini. Kisah Naoki Kotoko, hubungan dengan orang tua, persahabatan terutama persahabatan Kin Chan dan Kotoko, lalu persaingan cinta yang nggak terlalu bikin emosi.
Episode selanjutnya justru lebih bikin emosi kayaknya. Si Yuko kencan sama Naoki! Aigooooooooooooooo...........


Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -