ItakissLIT INA FanBlog's rule

ATTENTION!
This is fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo from Indonesia. Please don't copy paste all or part of fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Please respect fellow this admin's blog. You can copy paste with the live link : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Thank you for your attention!

PENGUMUMAN!
Ini adalah fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo dari Indonesia. Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari fanblog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia. Mohon untuk menghargai penulis blog ini. Anda dapat menyalin dengan link hidup : http://itakiss-lit-indonesia.blogspot.com/. Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by : Itakiss LIT INA Jumat, 30 Agustus 2013

FanBlog ItakissLIT_INA telah bekerjasama dengan "Blog Clover Blossoms" dan telah mendapat izin dri "Admin Hazuki Airin" untuk mempost ulang dari Blog Clover Blossoms ^^~ 

Jadi sebagian Artikel yang kami post merupakan post ulang dan repost yg telah edited oleh Admin ItakissLIT_INA~

Mohon untuk tidak menyalin semua atau beberapa bagian dari FanBlog Itazura Na Kiss Love In Tokyo Indonesia tanpa seizin Admin ItakissLIT_INA dan Admin Hazuki Airin.

Tolong hargai penulis dan sesama blogger...

Arigatooo^^

******************************************************************************

Kalau di Clover Blossoms, Admin Hazuki Airin membuat 2 part, Admin ItakissLIT_INA hanya membuat 1 part untuk kenyamanan membaca :)


******************************************************************************
[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 11 -Part 1-


Penggemar Kin Chan, siap-siap patah hati. Cara yang paling indah untuk penggambaran patah hati. Saat kita tersenyum melihat Kotoko dan Naoki, kita juga merasa sedih untuk Kin Chan ^^

Itazura Na Kiss - Love In Tokyo Episode 11


Kotoko menjalani hari-harinya lagi. Yuki sudah keluar dari rumah sakit dan keluarga mengadakan pesta selametan di rumah.
"Tentu saja, itu (ciuman kedua) terjadi ketika aku tak sadar. Aku masih berfikir bahwa tak ada kemajuan dalam hubunganku dan Irie-kun. Dan waktu pun terus berjalan. Yuki keluar dari rumah sakit setelah operasinya sukses, dan ini sudah hampir akhir tahun. Bagi mereka yang punya kekasih, ini adalah waktu terbaik di tahun ini. Natal akan segera datang..."

"...Tapi bagi mereka yang tidak punya kekasih....."

Kita bisa melihat si gadis yang tak punya kekasih, sedang minum dengan gaya lucu di sebuah cafe, lalu mengintip di sela cangkir yang ia pegang, mengamati yang ada di depannya.
Well, itu Kotoko yang ada di cafe tempat Naoki bekerja. Ia mengamati Naoki yang sedang sibuk menerima pesanan pengunjung.
Akhirnya Kotoko mengangkat tangannya dan memanggil Naoki, tentu saja ia memanggilnya Onii-san dan meminta segelas air lagi, hehheheh.


Naoki berjalan mendekati meja Kotoko. Kotoko tampak sangat senang dan malu, ia menutupi wajahnya dengan tangan dan memandang Naoki. Naoki diam saja, ia tak melihat Kotoko, ia mengambil gelas Kotoko dan menuangkan air. Sementara Kotoko lebih tertarik memandangi wajah Naoki sambil menebar senyum.
Naoki akhirnya bicara, Mau berapa jam lagi kau duduk disini dengan hanya minum kopi dan air?
Kotoko hanya bisa tertawa. Naoki akan pergi karena urusannya selesai, dengan cepat Kotoko menanggilnya, A-A-Ano, A-Ano...
Naoki berbalik dan membuat Kotoko senang.


Kotoko dengan takut mulai bertanya, Apa yang akan kau lakukan di malam natal? Apa kau akan datang ke rumah?
Dengan kejam Naoki menjawab, BEKERJA!
Kotoko terkejut, mulutnya menganga, Ne?
Naoki lalu meninggalkan Kotoko yang masih shock + kecewa.


Kotoko yang masih sedih di datangi oleh Matsumoto. Yuko mengatakan kalau bekerja di cafe, maka tak ada waktu untuk merayakan malam natal.
Kotoko kemudian bertanya, Apa itu artinya kau dan dia akan bekerja bersama?
Yuko dengan senang menjawab tentu saja, Aku akan bekerja keras bersama Irie-kun. Di Cafe ini ada banyak reservasi di malam natal.
Kotoko mendapat ide dan mengatakan ia juga mau membuat reservasi.
Yuko tampak ragu dengan hal itu dan mengatakan kalau mereka hanya menyediakan reservasi makan malam untuk dua orang.
Ia memberi selebarannya pada Kotoko.
Kotoko shock dengan hal itu, hanya untuk 2 orang dan semuanya 20ribu yen?
Kotoko shock dan mengeluarkan suara aneh. Ia membeku dan menjatuhkan selebaran yang diberikan Yuko.
Kotoko mengatakan kalau itu tak mungkin, ia menjatuhkan kepalanya ke meja, HAHAHA.


Kotoko ada di kampus. Ia masih kesal dengan kenyataan bahwa Naoki akan menghabiskan natal dengan bekerja di cafe. Ia menyemangati dirinya sendiri dengan mengatakan Tak apa jika ia tak bersama Naoki di malam natal, karena ia punya teman baik.
Kotoko bahkan menangis sambil berjalan, HAHAHAHAHA.
Kemudian Jinko dan Satomi memanggilnya. KOtoko berbalik dan sangat senang melihat 2 sahabatnya itu. Ia tersenyum sambil membicarakan mengenai rencana malam natal. Tapi Satomi memotong pembicaraan dan mengatakan kalau hari ini ada yang ingin mereka perkenalkan pada Kotoko.
Kotoko heran, seseorang yang ingin kalian kenalkan?
Jinko melihat sekeliling dan langsung berteriak histeris.
Jinko berlari ke arah depoan diikuti dengan Satomi. Kotoko hanya bisa celingak celinguk, HAHAHHAHA.


Satomi dan Jinko masing-masing menggandeng seorang pria. Kotoko masih celingak celinguk melihat kedua pria yang digandeng sahabatnya itu.
Jinko memperkenalkan pria disampingnya, Pacarnya, Narasaki-kun. Seorang anggota band.
Satomi juga memperkenalkan pacarnya, Takamiya Ryo, dari jurusan Hukum.
Kotoko tersenyum dengan penuh paksaan karena ia masih terkejut, Pacar? Kapan? Sejak kapan kalian punya pacar?
Satomi mengatakan kalau ia ingin memperkenalkan mereka pada Kotoko sebelum natal.
Jinko dan Satomi tertawa. Kotoko juga tertawa dan mengatakan kalau ia mengerti. Mau tak mau ia mengucapkan selamat juga pada dua sahabatnya itu. HAHHAHAHHA, emang deh, Jinko dan satomi ini,,


"Ini adalah bagaimana akhirnya aku satu-satunya orang yang tidak punya pacar selama natal pertama di perguruan tinggi. Aku punya firasat bahwa natal kali ini akan menjadi natal yang paling buruk bagiku..."

Episode 11
~ Cintaku adalah Santa Claus ~



Kotoko lagi galau mau menghabiskan malam natal bersama siapa. Naoki jelas-jelas mengatakan ia akan bekerja di malam natal. Dua sahabat yang ia harapkan malah sudah punya pacar, yang kemungkinan akan menghabiskan malam natal bersama pasangan.
Kotoko tak bersemangat, ia duduk di kantin kampus sambil minum jus. Pandangan matanya Kosong. Ia mengeluh, AAAAHHHHH............. Perasaanku sangat biru.
Tiba-tiba Kin Chan datang sambil membawa sesuatu dan duduk di samping Kotoko. Kotoko bertanya bagaimana dengan pekerjaan Kin Chan? Apa Kin Chan bermalas-malasan?
Kin Chan mengatakan kalau ini sudah waktunya pulang ke rumah. Lagi pula ia mendengar kalau Jinko dan Satomi punya pacar.


Kotoko mengiyakan. Kin Chan mulai berfikir, itu artinya mereka akan menghabiskan malam natal bersama pacar mereka.
HAHAHHAHAH, aku ga tau mau meletakkan dimana, ada bagian Kin Chan kaget karena kena air panas, keekekkeke.
Kotoko tertawa pahit, Ini adalah malam natal pertama mereka dengan kekasih mereka. Dan tentu saja itu akan terjadi.
Kin Chan terlihat kesal, ia berteriak, Ini Masalah Besar!


Kin Chan bahkan sampai berdiri membuat Kotoko kaget. Kin Chan lalu mengatakan kalau Kotoko akan sendirian.
Kotoko terlihat sedih, ia sudah menyadarinya dari awal dan mengatakan kalau Kin Chan tak perlu mengatakan hal itu.
Kin Chan duduk perlahan, ia menepuk bahu Kotoko, Kau kesepian? ini menyedihkan, bukan?
Kotoko makin sedih dan mulai menangis dengan lucu, tapi kemudian Kin Chan malah promosi, Well, Lalu Aku, Kin Chan akan membuat rencana untuk Kotoko-chan....
Kotoko bahagia mendengar masih ada sahabat yang memikirkannya, tapi kemudian mereka dikagetkan dengan suara Jinko.


Jinko datang ke kantin dengan wajah menyedihkan sambil menangis, ia berkata, Coba tebak, Kotoko.....
Kotoko terkejut, Kau tak bisa menghabiskan malam natal bersama Narasaki-kun? Tapi ini adalah malam natal pertama kalian berdua??
Kotoko Shock mendengar cerita itu dihadapan Jinko yang makan dengan nasi semangkuk besar.
Jinko mengatakan kalau ia berharap begitu, tapi Narasaki mengatakan akan ikut sebuah konser di malam natal. Jinko bahkan mengatakan kalau Natal adalah hari untuk cinta, tapi musisi harus memberikan cinta pada dunia di malam itu.


Jinko stress dan mulai makan nasi-nya. Kin Chan khawatir dan bertanya, Bukankah kau bisa bersamanya setelah konser?
Jinko dengan sedih mengatakan kalau konser-nya bukan di Tokyo, tapi di Sendai. Mereka akan selesai sangat larut. Dan tak ada lagi kendraan selarut itu, jadi dia nggak akan bisa kembali ke Tokyo.
Kotoko mengerti keadaannya, ia mengatakan Narasaki-kun ingin menjadi musisi yang profesional. Makanya Jinko tak bisa melakukan apapun dengan hal itu.


Jinko menangis lagi. Ia sudah tahu akan hal itu. Jinko dengan kesal berkata ia yang inginkan pacarnya tidaknya hanya memberikannya untuk dunia, ia juga ingin diberikan cinta oleh Narasaki. Jinko mengatakannya sambil menangis dan menyumpit nasi-nya, gayanya beneran lucu, hehehehe.
Kotoko dan Kin Chan hanya bisa mengangguk melihat kegalau-an Jinko.
Kin Chan menyuruh Jinko makan yang banyak agar merasa tenang.
Lalu tiba-tiba sebuah teriakan datang lagi, Kalian disini!!!


Satomi kali ini datang dengan wajah yang sedih, sama dengan Jinko, sambil mengadu bahwa pacarnya Ryo tidak bisa menghabiskan malam natal bersamanya.
Kotoko dan Kin Chan terkejut, Satomi juga???
Kin Chan bahkan lemas mendengarnya dan ia mulai menjatuhkan lehernya, kayak orang pingsan, sementara Kotoko tampak terkejut dengan kisah yang sama dengan Jinko, dan Jinko masih makan nasi-nya.


Satomi, Jinko dan Kotoko berjalan disekitaran kampus. Satomi masih curhat kalau Ryo tidak bisa ambil libur dari pekerjaan part-time-nya saat malam natal. Alasan Ryo adalah bahwa ia melakukan itu untuk memberikan Satomi hadiah.
Satomi kesal karena hadiah bukanlah hal yang penting baginya, ini masalah hati yang mereka inginkan. Ia bertanya pada Jinko yang ada di sampingnya untuk membenarkan hal itu. Sementara Kotoko yang berjalan di belakang mereka sih diam saja sambil mengerutkan kening memikirkan perkataan keduanya.
Jinko membenarkan perkataan Satomi, kalau pria selalu tidak mengerti apa yang diinginkan wanita.
Kotoko mengangguk setuju dengan hal itu.
Satomi bertanya-tanya, kenapa para pria tidak tahu bahwa para gadis ingin menghabiskan malam natal bersama?
Kotoko lagi-lagi mengangguk mendengarkan hal itu.
Jinko dan Satomi tampak berapi-api dengan kekesalan mereka pada para pria atau lebih teparnya pada pacar mereka. Kotoko yang sejak tadi diam saja akhirnya berteriak, YOSH!!!!


"Ayo kita tinggalkan para pria yang tidak mengerti itu sendirian! Ayo kita nikmati waktu bersama hanya kita bertiga di malam natal!" kata si Kotoko dengan semangat, ia bahkan sampai emngangkat kedua tangannya.
Jinko sangat setuju dengan hal itu. TApi Satomi meragukan Kotoko, apa tidak apa-apa bagimu?
Jinko mengerti, itu benar, Bukankah Naoki akan datang ke rumah saat natal?
Kotoko dengan sedih berkata kalau Naoki akan bekerja di cafe saat malam natal. dan bukan hanya itu, dia bersama Matsumoto Yuko.
Jinko dan Satomi kompakan mengatakan kalau itu memang yang terburuk.
Kotoko kesal karena Naoki tidak mengerti apa yang ia inginkan. karena itu ia, Jinko dan Satomi ada di kapal yang sama.
Tapi kemudian Kotoko mengoreksi sedikit karena ia memang bukan pacar Naoki atau siapapun bagi Naoki, HAHHHAHAHA.


Jinko memegang tanga Kotoko dan mengatakan bukan itu masalahnya. Bagaimanapun, mereka tak bisa mempercayai pria.
Satomi juga ikutan, Itu benar. Kita hanya bisa mempercayai wanita.
Mereka bertiga lalu mengumpulkan tangan untuk bersorak demi malam natal yang indah untuk mereka bertiga.
Tapi kemudian seseorang berlari ke arah mereka dan minta ikutan.


Itu Kin Chan yang meminta ketiganya untuk tidak melupakan dirinya.
Tapi Kotoko, Jinko dan Satomi hanya menatap Kin Chan, karena Kin Chan adalah lelaki.
Kin Chan mengatakan kalau mereka bertiga terlihat menakutkan. Kin Chan menjelaskan kalau dia tidak seperti pria lainnya. Ia ingin ketiganya mengizinkan ia ikutan berpesta. Dan ia akan bekerja keras untuk membuat makan malam natal. Ia tak akan mengecewakan mereka.
Kin Chan lalu merentangkan tangannya dan mulai mengatakan kalau mereka akan menikmati malam natal bersama.
Kin Chan terlalu bersemangat di hadapan 3 orang yang menatapnya dengan bengong. HAHHAHHHA. Sumpah, ekspresi Jinko, Satomi dan Kotoko lucu banged.


Mereka hanya menatapi Kin Chan yang masih bersemangat dengan kata 'bersama'. Kin Chan menyadari kalau dirinya tidak di tanggapi oleh ketiganya.
Ketiganya menatap Kin Chan dengan mata kosong, HAHHAHAHA, kayak apa ya bilangnya. LOL.
Jinko kemudian bicara, dengarkan aku Kin Chan, kau hanya seorang siswa magang yang bekerja di sebuah restoran.
Kotoko tanpa mengubah ekspresi bertanya, itu benar, bagaimana dengan restoran Aihara?
Satomi ikutan, Itu benar. Di dunia tak ada satu restoran pun yang akan tutup di malam natal.
Kin Chan terkejut dan tertawa pahit, HEEEEEEEEE?
Jinko, Kotoko dan Satomi berbalik dan meninggalkan KIn Chan serentak.
Kin Chan hanya bisa tertawa dan berkata, mungkin saja aku bisa pulang cepat karena malam natal.

Di restoran Aihara, Senior sibuk dengan pesanan yang banyak sementara Kin Chan lagi happy, ia menata meja sambil bersenandung 'Christmas with Kotoko', HAHAHHAH.
Mereka gembira untuk hal yang berbeda. Karena malam natal, namun saat melihat pesanan, Kin Chan shock setengah mati karena semua meja penuh dengan pesanan, bahkan kursi counter juga. Senior mengatakan tentu saja, karena ini malam natal.
Bahkan ada 2 shift, jam 6 & jam 8 malam, bahkan mereka punya banyak kostumer tanpa reservasi. Intinya malam natal restoran FULL!


Kin Chan tampak kesal sekali. Ia kesal kenapa orang jepang harus makan masakan jepang di malam natal yang merupakan hari libur umat kristiani.
Senior berpendapat lain, karena ini adalah malam terbaik bagi restoran mereka. Terutama saat Boss akan meninggalkan restoran jam 9 malam. Karena setelah itu mereka harus menyiapkan semuanya berdua, HAHAHAHHA. Kin Chan Shock.
Kin Chan bertanya apa yang dilakukan Boss jam segitu?
Senior tak tahu detailnya, tapi Boss alias ayah Kotoko akan menghadiri pesta natal.
Kin Chan terkejut, Pesta Natal?! Oh My God!!!!!


Di rumah keluarga Irie, Ibu, Papa, Kotoko dan Yuuki lagi duduk di ruang tamu. Ibu mengatakan ini adalah tahun ke-20 sejak ayah Naoki mendirikan perusahaan. Oleh karena itu akan ada pesta perayaan di Prince Hotel di malam natal.
Kotoko baru tahu dan mengucapkan selamat. Ayah terlihat sangat banggadan hampir tak bisa duduk sehingga harus di tolong oleh ibu dan Kotoko -aku ga tau gimana cara mendeskripsikan kejadian ini-
Ayah mengatakan kalau ia sangat berterima kasih pada orang-orang yang telah menyemangatinya. Ia tak akan pernah bisa sejauh ini tanpa bantuan mereka.
Ibu mengatakan kalau Ayah Kotoko juga akan datang setelah selesai bekerja.
Kotoko tak tahu kalau ayahnya juga di undang. Iri-chan mengatakan kalau ada banyak pelanggan restoran Aihara yang akan datang dan ia juga ingin memperkenalkan ayah Kotoko secara langsung.


Ibu langsung berbunga-bunga dan mengatakan kalau ia sangat berharap Kotoko bisa datang ke pesta.
Kotoko tentu sangat ingin datang, ia sudah bisa membayangkan betapa indahnya merayakan pesta natal di Hotel Prince.
Kotoko terlihat sangat menantikannya, ia tersenyum senang, tapi ia teringan sesuatu dan senyumnya menghilang. Ia ingat ia sudah berjani dengan Jinko dan Satomi akan menghabiskan malam natal bersama.
Kotoko tertawa tak enak hati dan minta maaf karena ia sudah punya janji malam itu.
Ibu heran, ia mulai curiga, kau punya rencana? jangan-jangan, bersama seorang pria?
Kotoko tampak kaget ibu menanyakan hal itu, sementara ibu tampak sangat sedih dan terluka, ia berfikir Kotoko sudah menemukan seseorang yang lebih dari Naoki.
Kotoko dengan cepat menyangkal hal itu dan mengatakan kalau ia sudah punya janji dengan Jinko dan Satomi. Ia sungguh ingin datang ke pesta itu, tapi...


Ibu terlihat lega tapi juga kecewa, ia ingin Kotoko membatalkan janjinya dengan Jinko dan satomi.
Tapi Kotoko mengatakan ia benar-benar tak bisa melakukannya kali ini, karena ada beberapa alasan.
Akhirnya ibu mengerti. Iri-chan juga mengerti. Ia rasa Kotoko memang tak bisa membatalkan rencana bersama temannya.
Yuuki kemudian bertanya apa kakaknya akan datang ke pesta.
Ibu mengatakan kalau Naoki juga tak bisa datang. Ayah ternyata juga baru tahu, jadi ia cukup kaget.
Kotoko mengatakan kalau Naoki akan bekerja di cafe saat malam natal.
Yuuki kecewa, ia merasa pesta kali ini tak akan menyenangkan. Ibu juga setuju. Padahal ini adalah pesta untuk perusahaan ayah.


Kita bisa melihat perubahan di wajah Iri-chan. Iri-chan tampak memikirkan sesuatu. Bahkan saat semuanya sudah terlelap, ia masih terjaga, berfikir. Iri-chan galau. Hm, lagi mikirin apa kira-kira ya?


Iri-chan sedang duduk di sebuah bar dan Naoki datang menemuinya. Rupanya Papa meminta Naoki menemuinya disana, makanya Naoki merasa cukup heran, karena jarang sekali ayahnya memintanya bertemu di tempat seperti itu.
Naoki kemudian memesan Ginger Ale, dan bertanya pada ayahnya apa yang ingin ayah bicarakan dengannya.
Ayah mulai bicara, Ibu memberitahumu mengenai pesta perusahaan bukan?
Naoki mengiyakan. Ayah meminta Naoki untuk menghadiri acara itu.
Naoki mengambil minumannya dan mengatakan ia tahu apa yang ayahnya pikirkan. Kau ingin memperkenalkanku pada orang-orang di pesta sebagai penerusmu. Tapi aku memutuskan untuk tidak meneruskan perusahaan ayah.
Ayah mengatakan ia tahu itu, tapi hanya untuk kali ini, ia ingin Naoki menghadiri pesta. Aku tak mengharapkan apa-apa sekarang, aku hanya ingin kau hadir, itu saja.
Ayah bahkan memohon sampai membungkuk.


Naoki merasa tak enak dengan hal itu. Ia diam saja dan memikirkan sesuatu. Setelah pertemuan itu, Naoki berjalan pulang. Langkahnya terhenti di Toko Buku Bekas Sanseido.
Naoki cukup ragu di depan toko, namun akhirnya ia masuk.


Naoki masuk ke bagian buku obat-obatan. Ia mengambil satu buku dan membacanya. Ia teringat bagaimana Kotoko mengatakan kalau ia yakin Naoki bisa membuat obat yang baru, Naoki bisa menjadi dokter dan menyembuhkan penyakit dalam 1 detik.
Naoki tampak benar-benar memikirkan hal itu. Kita bisa melihat bahwa Naoki sedang membaca buku pengenalan ilmu kedokteran^^.


Ibu, Kotoko dan Yuuki sedang menghias pohon natal bersama. Mereka mendengar pintu di buka dan ibu yakin itu ayah yang baru saja pulang.
Tapi siapa sangka kalau itu adalah Naoki. Kotoko yang kebetulan berbalik shock dan bertanya, Irie-kun, kenapa kau ada disini?
Ibu dan Yuuki juga terkejut melihat Naoki disana.
Naoki dengan gaya cool bertanya, Apa? apa salah jika aku kembali ke rumahku?
Kotoko terlihat sangat senang dan mengatakan bukan itu maksudnya, ia hanya sedikit kaget karena sudah lama Naoki nggak kelihatan di rumah.
Ibu juga bertanya, apa yang membuat Naoki kembali?
Naoki mengatakan ia pulang untuk mengambil jas-nya.
Ibu dan Kotoko serentak kaget, Jas?


Naoki dengan tenang berkata, Aku tak bisa memakai jeans ke pesta, bukan?
Ibu terkejut, Onii-chan, Kau akan datang ke pesta malam natal ini?
Naoki berkata ia akan berusaha pulang kerja dengan cepat, jadi ia mungkin akan terlambat datang. Aku hanya akan menunjukkan wajahku saja.
Yuuki sangat senang mendengar kakaknya akan menhadiri pesta.
Ibu juga sangat senang, ia yakin ayah juga akan senang mendengarnya.
Kotoko tersenyum, ia juga cukup senang.


Kotoko mulai berkata dalam hati sambil membayangkan sesuatu, "Jadi Irie-kun akan datang ke pesta. Kalau aku ikut, aku akan menghabiskan malam natal bersamanya. Sungguh sulit memilihnya, tapi dalam situasi seperti ini aku pikir lebih baik memilih pesta bersama teman-temanku".
Kotoko memikirkannya sambil memperlihatkan ekspresi di wajahnya, lucuuuuuu.


Kotoko mulai bicara, Aku juga ingin datang ke pesta.....
Naoki memotong, tapi kau tak bisa datang, bukan?
Kotoko: Nde?
Naoki : Aku dengar kau akan menghabiskan malam natal bersama teman-temanmu.
Kotoko hanya bisa tertawa, ahahhaha, anooo, etooo...
Naoki berkata, sayang sekali, akan menyenangkan jika kau ada disana.
Kotoko hanya bisa tertawa, Irie-kun, aku...


Ibu kali ini ikutan nimbrung, Aku tahu. Naoki, tolong katakan sesuatu padanya agar dia mau datang ke pesta..
Tapi Naoki menolak. Tidak, tak ada yang bisa ia lakukan. Karena mereka sudah membuat janji.
Kotoko tampak tak enak hati dengan hal itu, ia memainkan mulutnya lagi.
Ibu mengatakan kalau Kotoko tak bisa mempercayai teman wanitanya. Karena ini adalah malam natal.
Naoki mengatakan bukan begitu, persahabatan mereka (Kotoko, Jinko dan Satomi) adalah special. Benarkan? Kotoko-san?
Kotoko hanya bisa tertawa membenarkan, meskipun ia ragu.
Ibu bertanya lagi pada Kotoko, Well, kau juga berfikir begitu?
Kotoko masih berfikir, Naoki memperhatikan Kotoko lalu melangkah pergi. Yuuki mengejarnya, ibu juga menanyakan tentang Jas yang akan di pakai Naoki, apa Naoki mau memakai jas yang ia gunakan di hari kelulusan dulu, heheheh.


Kotoko tinggal sendirian. Ia sangat kesal dan berteriak kalau Naoki sangat kejam.
Kotoko berfikir lagi, bagaimana pun ia juga tak bisa meninggalkan teman-temannya karena ia sudah berjanji.
Kotoko memasang wajah lucu, bagaimana pun ia kecewa tak bisa menghabiskan malam natal bersama Naoki, tapi ia sudah keburu janji sama teman-temannya. Ia akhirnya menghias pohon natal lagi sambil bernyanyi. Hhehheeheh.


Kotoko, Jinko dan satomi sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta natal. Kali ini mereka di kampus melihat majalah yang menyediakan order kue untuk natal. Mereka histeris melihat betapa cantiknya kue itu. Satomi bertanya lagi, jadi kita akan memesan kue eksklusif dari Shibuya? Aku akan membuat reservasi.
Jinko dan Satomi kembali histeris dan mengatakan mereka sangat menanti malam natal.
Kotoko ikutan berbahagia, tapi ia masih memikirkan mengenai pesta natal bersama Naoki. Ia mengkhayal lagi, betapa inginnya ia menghabiskan malam natal bersama Naoki.
Ia bahkan tak menyadari saat Satomi dan Jinko memanggilnya. Saat keduanya meninggikan suara, Kotoko baru kembali ke dunia nyata. Jinko menunjukkan kue yang akan mereka pesan, Kotoko menyukainya karena kue itu kelihatan enak.
Jinko mengatakan ia akan membawa beberapa ayam goreng dan game, membicarakan natal dan tentu saja kita tak akan melupakan tentang hadiah.
Jinko dan satomi histeris lagi karena bahagia.


Kotoko tersenyum melihat mereka. Dalam hati ia berkata kalau teman-temannya excited tentang hal ini, tentu saja ia membuat pilihan yang benar. Pilihannya benar untuk memilih teman-temannya.


Dan malam yang dinantipun akan segera tiba. Malam natal!
Sore harinya, di rumah keluarga Irie, Ibu dan Yuuki bersiap-siap akan berangkat. Ibu merapikan dasi Yuuki. Sementara Kotoko ada disana dan memperhatikan mereka.
Ayah kemudian datang dan mereka akan berangkat. Ibu mengatakan Naoki akan datang setelah bekerja, ayah Kotoko juga akan datang terlambat.
Ibu masih mengkhawatirkan Kotoko, ia bertanya apa Kotoko akan baik-baik saja? Naoki akhirnya memutuskan datang ke pesta, tapi Kotoko malah tak datang.
Kotoko mengatakan ia tak apa-apa, bagaimana pun ia sudah berjanji lebih dahulu pada Jinko dan Satomi. Dan ia juga berterima kasih karena sudah mengizinkan mereka untuk memakai rumah itu :)


Ibu dan ayah tersenyum. Ibu mengatakan Kotoko dan temannya boleh menggunakan apa saja. Ayah juga mengatakan kalau mereka akan pulang telat dan ia merasa tenang karena Kotoko dan temannya akan menjaga rumah.
Ayah kemudian mulai berbisik dan menakuti Kotoko, Itu karena ini adalah akhir tahun dan semua orang sibuk, bahkan rumah tetangga kita dimasuki pencuri dan merusak tumah mereka.
Kotoko takut mendengarnya. Ayah merasa tenang dan tertawa karena jika Kotoko dkk menghabiskan malam natal bersama, ia yakin mereka akan membuat suara berisik dan itu akan menyelamatkan rumah mereka.
Ibu masih sedih karena Kotoko tak ikut bersama mereka, tapi ia harap Kotoko juga menikmati malam natalnya. Akhirnya keluarga Irie berangkat dan Kotoko tinggal sendirian.


Kotoko tersenyum di hadapan keluarga, tapi kemudian ia menunjukkan wajah sedih setelah semua pergi, Irie-kun dengan jas-nya, aku yakin dia akan sangat tampan. Party kka??


Kotoko mulai berkayal. Ia dan Naoki ada di pesta natal. Dan saat acara dansa di mulai, Naoki dengan stelan pesta-nya mendekati Kotoko, Bolehkan aku berdansa denganmu?
Kotoko tersenyum senang, tentu saja.
Lalu keduanya mulai berdansa dengan bahagia^^


Kotoko tertawa dengan khayalannya sendiri. Ia amat senang jika hal itu beneran terjadi. Tapi kemudian ia menyadarkan dirinya sendiri kalau malam ini adalah malam-nya para gadis. It's a girls night!!!


Kotoko mulai menghias rumah kembali dengan pernak pernik natal. ia senang akan menghabiskan malam natal bersama sahabatnya.
Ia melakukan sesuatu pada bunga, entah apa itu, menyiapkan alat makan di meja, menulis sesuatu di karton yang dihias. Ia sangat menikmatinya.
Selagi melukis gambar santa, kotoko berkata, Ini adalah Santa, Apa yang harus aku minta untuk hadiah natal tahun ini?
Kotoko menghias rumah lagi dan menempelkan gambar santa buatannya di dekat pintu. Ia puas dengan semuanya. YOSH!

[Sinopsis] Itazura Na Kiss ~ Love In Tokyo Episode 11 -Part 2-



Di Cafe, Yuko sedang melayani tamu, ia mengeluh, seharusnya ia menghabiskan malam natal dengan bekerja bersama Naoki, tapi kenapa ini terjadi?
Lalu kamera memperlihatkan kalau orang yang di layani Yuko adalah Sudo-san, HAHAHAHHA. Sumpah, baju Sudo dan dandanannya NORAK banged, beneran kayak om om, hahahhaha,
Sudo san mengucapkan selamat natal pada Yuko dan mengatakan kalau ini sungguh kebetulan. Siapa yang tahu kalau Yuko akan bekerja di restoran saat malam natal?
HAHAHHAHA,
Kemudian Sudo menyampaikan maksud sebenarnya, apa kau mau makan malam bersama denganku setelah bekerja?


Yuko berusaha tetap bersikap ramah meskipun ia kesal, Bukankah kau sekarang sedang makan malam? Lagipula makan malamnya untuk dua orang.
Yuko meninggalkan Sudo san sendirian dengan kesal. Entah kesal karena harus bertemu Sudo di malam natal atau kesal karena Sudo akan makan bersama seseorang -kan malam natal 1 meja disana khusus untuk 2 orang, hehehehhe-
Sudo tak menyerah, ia meminum air putihnya habis dalam sekali tegukan, lalu membunyikan bel meminta Yuko memberinya air putih lagi. Tapi Yuko keburu kesal dan tak memperdulikan Sudo dan pergi. Sudo bahkan mengikuti Yuko sambil membawa gelas, minta air putih, ahhahahhaahha.


Kotoko menyudahi persiapannya. Ia sudah siap dengan baju dan tatanan rambut cantik -aku suka kalau Kotoko mengikat rambutnya pake sanggul^^-
Kotoko masih saja memikirkan Naoki, ia berharap banged kalau orang yang ia tunggu sekarang adalah Naoki. Tapi ia hanya bisa menghela nafas.
Kotoko menanti kedatangan Jinko dan Yuko.


Tiba-tiba ia mendapat telpon dari Jinko. Jinko meminta maaf pada Kotoko, karena tiba-tiba konser Narasaki-kun di batalkan karena ada salju tebal di Sendai. Dan Narasaki-kun kembali ke Tokyo dengan menumpang di kendraan orang hanya untuknya. Karena kereta api tak beroperasi, Narasaki terpaksa menumpang. Karena itu ia tak bisa meninggalkan Narasaki dan datang ke pesta. Jadi untuk kali ini, ia ingin Kotoko membiarkannya memilih pacarnya.
Kotoko yang mendengarnya memperlihatkan wajah berkerut dan kecewa. Ia mengatakan akan menyampaikannya pada Satomi dan mengatakan kalau ia tak apa-apa.
Kotoko menutup telpon dan berusaha memahami teman-temannya. Ia yakin ia dan Satomi akan menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.


Lalu tiba-tiba Kotoko mendapat telpon dari Satomi. Satomi meminta maaf.
Satomi mengatakan kalau Ryo berbohong soal kerja part-time itu. Karena Ryo muncul di depan pintu rumahnya dengan buket mawar. Dia membuat surprise untukku. Dan bahkan membuat reservasi restoran untuk mereka berdua jauh jauh hari.
Kotoko yang mendengar hal itu membuat wajah aneh. Satomi minta maaf pada Kotoko. Kotoko berusaha memahami meski kesal setengah mati. Ia mengatakan kalau ia dan Jinko akan menghabiskan waktu bersama. Ia mengatakan kalau dirinya baik-baik saja.


Setelah menutup telpon, Kotoko benar-benar tampak kecewa karena dikhianati oleh teman-temannya. Pada akhirnya, aku dikhianati. Seandainya aku tahu ini akan terjadi, aku harusnya ikut ke pesta Iri-chan.
Kotoko kelihatan sedih sekali. Kemudian Kotoko mendapat ide, Benar, Aku harusnya pergi ke pesta sekarang!


Kotoko berlari menuruni tangga dan masuk ke lokasi pesta. Kotoko mengatakan kalau Jinko dan Satomi akan menghabiskan malam natal bersama pacar mereka, makanya ia datang ke sana.
Ibu tersenyum dan mengatakan, bukankah sudah ku bilang, kau tidak bisa mempercayai wanita.
Yuuki berkata, Kau dikhianati oleh temanmu, Baka Kotoko!
Naoki tersenyum setuju dengan perkataan Yuuki. Yuuki menambahkan, jika kau seperti itu, kakakku akan membencimu.


Kotoko kembali ke dunia nyata dari khayalannya. Ie Ie ie ieieie.
Kotoko mebali duduk, membatalkan niatnya untuk datang ke pesta. Ia tak bisa melakukan hal yang tidak keren seperti itu. Pada akhirnya Kotoko benar-benar akan menghabiskan malam natal sendiri.


Di restoran Aihara, ayah Kotoko sudah selesai bekerja dan berangkat ke pesta. Kin Chan dan Senior akhirnya melewati waktu tersibuk karena tinggal 1 pemesan saja yang akan mereka layani. Kin Chan mengatakan kalau ia tak pernah bekerja sesibuk hari ini. Ternyata kau tak bisa meremehkan natal...


Pemesan terakhir mereka akhirnya datang. Itu Satomi dan pacarnya! Kin Chan kaget melihat Satomi ada disana. Satomi juga terkejut dan bertanya Apa yang dilakukan Kin Chan disana. Kemudian Satomi baru ingat,kalau itu restoran ayah Kotoko.
Pacar Satomi cukup terkejut karena Satomi tau pemilik restoran itu.
Kin Chan tak memperdulikan hal itu, yang ia tanya adalah, Bukankah kau harusnya berpesta bersama Kotoko? Dimana Kotoko?
Satomi minta maaf, karena tiba-tiba pacarnya datang mengajaknya menghabiskan malam natal bersama.


Ryo akan memperkenalkan dirinya. Tapi Kin Chan tak peduli dan menepiskan tangan Ryo. Ia hanya memperdulikan Kotoko dan bertanya itu artinya Kotoko sendirian sekarang?
Satomi mengatakan tidak, karena Kotoko bersama Jinko, ia yakin Kotoko dan Jinko pasti sedang bersenang-senang.
Kin Chan akhirnya merasa lega, tapi ia tetap kepikiran.


Saat Satomi dan Ryo akan menikmati makan malam mereka, Kin Chan sedang mencoba menghubungi seseorang. Yang ternyata Jinko yang sedang menemani pacarnya performance.
Kin Chan terkejut ia bertanya, bukannya kau sedang pesta bersama Kotoko?
Jinko tersenyum dan mengatakan kalau Narasaki kembali dari Sendai untuknya.
Kin Chan geleng-geleng dan menghela nafas. Jinko mengatakan kalau Kotoko sedang bersama Satomi.
Kin Chan sebenranya ingin marah, tapi ia menahannya dan mengucapkan selamat natal, ia sudah mengerti apa yang terjadi.


Naoki sedang berjalan di jalanan, sepertinya mau pergi ke Hotel deh. Di jalan ia mendengar suara penyanyi jalanan dan tertarik melihat kesana. Ia melihat Narasaki sedang menyanyi dan Jinko menyemangatinya. Naoki memikirkan apa yang dikatakan ibunya, kalau Kotoko tak bisa mempercayai wanita.
Naoki kemudian teringat Kotoko.


Kotoko di rumah masih menggalau. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia masih memikirkan natal bersama Naoki yang pada akhirnya tidak bisa menjadi kenyataan.
Kotoko terlihat sangat sedih, ia mengunyah roti stik dengan kecepatan penuh dan mengeluarkan suara yang lucu. Kesedihan Kotoko tak membuatku bersedih, HAHAAHAHHA.
Kotoko menguyah dengan cara lucu, lalu perutnya bunyi karena ia lapar, HAHHAAH


Kotoko pergi ke dapur dan membuka lemari untuk mencari makanan. Tapi ia tak menemukannya. Ia mengeluh karena seharusnya Jinko dan Satomi membawa ayam dan kue. Kotoko pada akhirnya menemukan 2 mangkok ramen di lemari bawah dan menghela nafas.


Kotoko makan ramen di ruang tamu, TV menyala menyiarkan tentang suasana Natal dimana penyiar menyinggung orang yang sendirian di malam natal. Kotoko merasa tersinggung dengan hal itu. Tapi Kotoko tak peduli dengan apa yang dikatakan si penyiar, yang terus mengejek orang yang sendirian pasti punya masalah.
Kotoko menghela nafas dan mengatakan kalau jiwanya terasa kosong.
Kotoko lalu mendengar suara pintu rumah yang agak berisik.


Kotoko berfikir dan mematikan TV. Ia mendengar suara itu lagi, Kotoko terkejut.


Kotoko mencoba memastikan, ia berjalan ke arah pintu depan. Kemudian di luar ia melihat bayangan seseorang dan Kotoko terkejut. Ia membuat angka nol besar dengan mulutnya, HAHAHHAHHA. LUCU LUCU :D
Ia teringat apa yang Iri-chan katakan, mengenai pencuri yang membobol rumah tetangga mereka.
Kotoko langsung negatif thinking dan berlari menuju tangga lantai dua. Ia mengintip ke arah pintu dari sana.
Kotoko mulai ketakutan, ia mulai menebak-nebak kemungkinan kalau itu adalah pencuri, tentu saja itu hal yang mungkin mengingat keluarga Irie sangat kaya.


Seseorang di luar mencoba membuka pintu rumah keluarga Irie dengan beberapa kunci? Kunci? apa pencuri punya kunci rumah?
Kotoko sangat ketakutan dan mulai mengeluarkan suara menangis.


Tiba-tiba kunci pintu cocok dan pintu terbuka. Kotoko makin panik dan berlari ke atas, ia masih mengintip dan bingung apa yang harus ia lakukan.
Kotoko kemudian mendapat ide dan ia naik ke lantai dua.
-Karena terlalu gelap, jadi gambarnya aku terangkan beberapa level, hehehheh, buar ekspresinya Kotoko keliatan-


Seseorang memasuki rumah.
Kotoko turun dari lantai dua membawa raket tenis dan siaga siap memukul kapan saja. Ia mengendap di balik dinding ruang tamu.
Kotoko mengintip dan melihat bayangan hitam. Kotoko berteriak, menutup matanya sambil memukul, PENCURI! KAU! KAU! KAU!
KOtoko dengan semangat 45 memukul di pencuri dengan raket tenis sampai ia mendengar sebuah suara.
"Apa yang kau lakukan?"


Kotoko terkejut, ia membuka matanya karena mengenali suara itu. Itu adalah Naoki.
Kotoko terkejut, Irie-kun?! M-Maaf, Kau baik-baik saja?
-ngomong2 tiba-tiba lampu jadi nyala, hahahahaha, ruangan terang-


Naoki diam saja, ia sibuk merapikan dasi di lehernya. Kotoko mantap Naoki yang sepertinya kelihatan malu malu kucing^^
Dan yang dipikirkan Kotoko malah, kakoiii~~~
HAHHAAHHA. Kotoko langsung terpesona pada penampilan Naoki yang dewasa.
Naoki terlihat cool, ia tahu Kotoko menadanginya, tapi ia pura-pura tak peduli.
Kotoko menatap Naoki dari atas sampai bawah, kemudian tawa-nya pecah.


Naoki terkejut dan menatapa Kotoko yang tertawa, Kenapa?
Kotoko tak tahan untuk tidak tertawa, Kotoko mengatakan Naoki terlihat bagus, tapi malah dipukuli di kepala, lebih lagi di rumahmu sendiri.
Kotoko tertawa lagi dan Naoki menjadi kesal, Kau lah yang melakukannya!
Kotoko tertawa sambil minta maaf. Kayaknya di episode ini, ini pertama kalinya Kotoko tertawa lepas, hehehehe.
Dan Naoki memadangi Kotoko dengan penuh cinta ^^


Naoki duduk di kursi dan Kotoko mencoba mengompres kepala Naoki. Tapi Naoki akhirnya melakukannya sendiri. Kotoko minta maaf atas kelakuannya tadi. Ia hanya mendengar suara aneh dari pintu dan menyangka Naoki adalah pencuri.
Naoki mengatakan ia hanya mencoba mencari kuci pintu rumahnya karena ia menggabungkannya dengan kunci apartemennya.
Kotoko mengangguk mengerti, Naoki mengeluh lagi Kotoko memukulnya dengan cukup keras.
Kotoko hanya bisa minta maaf.


Kotoko ikutan duduk di sofa dan bertanya mengenai pesta di perusahaan ayah Naoki, apa Naoki tak pergi?
Naoki mengatakan ia pergi, tapi kemudian ia meninggalkan di tengah pesta. Ia mengatakan yang ia lakukan hanya menyapa klien dan itu membosankan. Ia yakin ayahnya pasti sangat marah sekarang.
Kotoko kelihatan sedih juga mendengarnya.


Naoki kemudian bertanya pada Kotoko, Bagaimana denganmu? Aku pikir kau berpesta bersama teman-temanmu?
Kotoko hanya bisa tertawa, Itu, keduanya ternyata punya rencana dengan pacar mereka secara tiba-tiba.
Naoki berkata, hmmmm, aku tahu, pertemanan kalian tidak cukup kuat ya?
Kotoko merasa tersinggung, jangan katakan hal seperti itu. Kotoko merasa sedih, ia menjadi tak bersemangat. Tapi tiba-tiba ia mencium sesuatu yang berbau enak, bau apa ini?


Naoki menyadari dan mengeluarkan sesuatu. Kotoko berteriak senang, Ayaaaaaam! Apa ini untukku?
Naoki mengatakan kalau itu bukan untuk Kotoko, ia hanya merasa lapar, ia meninggalkan pesta dengan cepat dan tidak banyak makan disana.
HOAAAAAAAAAAA, Naoki tetap mencoba bersikap cool meski mereka hanya berdua?????
Kotoko merasa kesal juga sih, tapi aku rasa ia menganggap yang dikatakan Naoki itu serius.


Kotoko hanya bisa tertawa saja, Tapi perut Kotoko malah bunyi lagi. Naoki menatap Kotoko. Kotoko tertawa malu.
Kotoko mengatakan ia hanya makan satu cup ramen saja. Kotoko tertawa dan Naoki menghela nafas.


Di Restoran Aihara, akhirnya semua pelanggan sudah pergi. Kin Chan dan Senior sedang beres-beres. Kin Chan minta pulang lebih awal karena ada yang harus ia lakukan dan Senior memperbolehkannya.
Kin Chan masih di restoran dan ia menata dua kotak bento, wiiiiiiiiiiiiiiiiii~ pari buat Kotoko-chan :')
Tentu saja karena bacaannya, Selamat Natal, Kotoko.


Sementara di rumah Keluarga Irie, akhirnya Kotoko bisa makan ayam juga sementara Naoki hanya minum bir. HAHHAHAHA.
Suasananya sungguh canggung deh. Mereka nggak ngobrol.
Kotoko sangat senang dalam hati, ia melirik Naoki.
"Aku makan malam bersama Irie-kun, berdua, dimana natal".


Kotoko terlihat sangat senang meski mereka hanya diam. Kemudian Kotoko teringat sesuatu. Ia mematikan lampu dan lampu di pohon natal-pun lebih kelihatan menyalanya dengan indah.
Kotoko duduk dan menyalakan musik natal. Kotoko mengatakan ia mempersiapkan semuanya untuk Jinko dan Satomi.


Keduanya diam diaman lagi. Kotoko mengatakan kalau sekarang baru terasa seperti natal baginya.
Naoki, benarkah?
Kotoko tersenyum dan mengatakan ia pikir ini adalah pertama kalinya, ia terlalu tua untuk mengingat masa-masa dulu. Kau juga tau, ibuku meninggal saat aku masih kecil, Ayahku selalu bekerja keras di restoran sampai larut malam di malam natal. Aku memang berpesta bersama teman-temanku, tapi aku tak pernah menghabiskan malam natal bersama keluarga.
Naoki mendengarkan curahan hati Kotoko dengan seksama. Ia memikirkan sesuatu juga.
-Artinya Kotoko menganggap Naoki keluarga?^^)


Sementara itu Kotoko juga memikirkan sesuatu, "Meskipun ini kebetulan, aku bisa menghabiskan malam natal bersama dengan Irie-kun. Rasanya seperti mimpi. Ini mungkin akan menjadi natal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku".
Kotoko senyum-senyum sendiri sementara Naoki stay cool!


Lalu kita bisa melihat malam natal Jinko berjalan lancar. Juga Satomi yang menerima hadiah dari pacarnya.


Lalu Kin Chan yang datang ke toko Kostum membeli Kostum Santa. Ia berhasil mendapatkan yang terakhir pula.


Kotoko di rumah tiba-tiba berdiri dan mengatakan kalau ia akan membeli cake. Karena ini adalah natal yang indah. Akan sangat memalukan jika tak ada cake. Aku pikir aku akan mendapatkan satu di toko.
Kotoko bersiap keluar membelicake, tapi Naoki mengatakan kalau ia punya satu.
Kotoko terkejut, Heh?


Naoki mengatakan kalau ia sudah membeli cake. Kotoko terkejut.


Kin Chan dengan kostum santa claus berjalan menuju rumah keluarag Irie. Ia masih berfikir Kotoko sendirian.
Hikzzz, sedih kalau begini nih.


Kotoko pergi ke suatu tempat di rumah dan terkejut melihat sekotak cake disana. Kotoko masih tak percaya ada cake disana. Ia berfikir kalau itu dari Santa.
Naoki meminta Kotoko untuk tidak bersikap bodoh.
Kotoko tertawa, jadi ini darimu?
Naoki, memangnya kau pikir dari siapa lagi?
Kotoko sangat senang, Mungkinkah kau tahu aku sendirian di rumah dan kau membelikan ini untukku?
Kotoko sangat sangat sangat sangat senang dan terharu.
Tapi seperti biasa, Naoki kita nggak bisa bersikap jujur. Ia berkata, Kenapa kau bisa begitu terlalu percaya diri? -bahwa aku membelikan cake ini khusus buat kamu?-


Naoki mengambil cake-nya dan berkata, teman kerjanya memintanya membeli cake itu. Karena temannya tak bisa pulang sebelum cake terakhir itu terjual.
Kotoko hanya bisa tertawa saja. Apapun yang terjadi, ia sudah cukup senang ada Naoki di sampingnya. :')


Sementara itu Kin Chan masih dalam perjalanan dengan gembira.


Kotoko menyalakan lilin di atas cake.
Kotoko sangat senang dan menyuruh Naoki membuat permohonan. Naoki mengingatkan Kotoko kalau ini bukan kue ulang tahun.
Kotoko baru menyadarinya, HAHAHAHHA.


Kin Chan tiba di rumah dan akan mengetuk pintu. Tapi ia mengurungkan niatnya, ia akan membuat kejutan dan berlari ke samping rumah.


Kotoko masih bersama Naoki. Kotoko mengucapkan terima kasih.
Tapi Naoki masih bersikap dingin dan mengatakan kalau ia melakukan hal itu bukan untuk Kotoko.
Kotoko kemudian berkata, Tapi melihat dari besarnya cake ini, ini untuk dua orang.
Naoki mengatakan kalau itu hanya kebetulan saja. Kotoko tertawa, sepertinya ia percaya.
Kemudian Kotoko menunjuk lilin merah dan mengatakan kalau itu adalah cake bagian santa untuk Naoki. Naoki memalingkan wajahnya saat Kotoko menatapnya, Itu bukan masalah bagiku.


Kin Chan tiba di jendela samping dan melihat ke dalam rumah yang cukup gelap. Kemudian matanya melihat Kotoko bersama Naoki berdua saja. Kin Chan terkejut.
AAAAAAAAAKKKH!!! Kin Chan patah hati lagi :'(


Kotoko tetap bersikeras, bagaimana pun sebelum meniup lilin Naoki harus membuat permohonan,. Naoki diam saja. Ia kelihatan tak setuju dengan ide itu tapi ia diam saja, memalingkan wajah sambil bertopang dagu.
Tapi akhirnya ia menyuruh Kotoko untuk membuat permohonan.
Kotoko terkejut, ia menatap Naoki, bolehkah?
Naoki mengangguk.


Dan hal itu lah yang dilihat oleh Kin Chan, saat mata Kotoko dan Naoki saling menatap. Hikzzz.
Lihat wajah Kin Chan, beneran menunjukkan kalau ia patah hati, sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih.


Kotoko tersenyum senang. Ia mulai menggenggam tangannya dan membuat permohonan di dalam hati. Sementara Naoki menatap Kotoko dengan lembut.


Kotoko menyelesaikan permohonannya. Ia membuka mata dan meniup lilin.
Ruangan menjadi gelap gulita. Kita bisa melihat Kin Chan menyaksikan semuanya.


-END-

Komentar :

AAAAAAAAAAKKKKH!!!!!
I Love Naoki-kun. I Really Love Him, Jeongmal!!!
Tapi seberapapun besarnya aku menyukai Naoki, seberapa pun besarnya aku menyukai Kotoko dan Naoki menjadi pasangan, aku tak bisa mengabaikan Kin Chan yang patah hati. Adegan terakhir benar-benar terasa menyedihkan. Untuk Kin Chan, dan aku menjadi sangta simpati padanya. Ada beberapa episode yang memang mambuatku kasihan pada Kin Chan, tapi episode ini adalah puncaknya selama 11 episode yang sudah tayang. Aku rasa ini menjadi yang paling menyakitkan. Kin Chan menjadi sahabat terbaik bagi Kotoko, bahkan melebihi Jinko dan Satomi. Tapi ia bukan hanya menjadi sahabat, karena ia juga mencintai Kotoko. Sedih sekali melihat Kin Chan di episode ini, dia patah hati lagi. PAs pula adegannya mati lampu, wih, tambah sedih deh aku. Kin Chan, ganbatte!! Aku selalu ada disisimu.


Awal menonton episode ini aku merasakan kebosanan. Hehhehe. Karena momen Naoki sedikit banged di episode ini. Kebanyakan Jinko dan Satomi. Tapi 1/3 part terakhir benar-benar menyenangkan, romantis, dan menghibur. Aku suka saat Naoki memutuskan datang ke rumah menemani Kotoko. Aku pikir awalnya Naoki dalam perjalanan ke pesta saat melihat Jinko, rupanya udah pergi dari pesta. Aku senang saat dia datang menemui Kotoko. Tapi yang membuatku kesal adalah karena Naoki tetap bersikap cool, dia nggak mau jujur juga, haduuuuuuuuuuuuuhhh. Kasian Kotoko yang pastinya masih menganggap kalau Naoki dingin padanya. PAdahal Naoki udah berusaha banged tuh, apa dia malu ya??? LOL.


Aku BETE sama Jinko dan Satomi. Aku tahu sih alasan mereka membatalkan rencana, dan mereka masih punya hati karena mau menghubungi Kotoko. Kotoko juga mengerti akan hal itu. Tapi kan tetap saja ini menyebalkan, sudah berjanji malah mengingkari. Aku paling benci sih sama yang seperti ini. Tapi ya mau bagaimana lagi, tapi berkat itu Kotoko jadi menikmati malam natal paling indah dalam hidupnya. Dan berkat itu juga Kin Chan harus menerima kalau itu malam natal terburuk dalam hidupnya.
Ada yang bahagia tentu akan ada yang bersedih bukan????


Episode ini kurang seru di banding episode lainnya. Efek doki-doki-nya kurang banged. Epsiode minggu depan di tunggu juga nih. Sepertinya akan menjadi tahun kedua mereka di Universitas. Soalnya Ayako, adiknya Yuko masuk klub tenis dan ikutan menggoda Naoki, HAAHAAHHA. Ayah Naoki pingsan dan untuk pertama kalinya mami marah dan menampar Naoki. Aiiiiiiiiiiihhhh, Saingan sepertinya akan muncul minggu depan. Kita harus bersemangat nih!!


Sedikit curhat, drama ini tayang setiap jumat dan aku bisa download hari sabtu. Jumat depan tanggal 21 Juni Episode 12, Tanggal 28 Juni episode 13 dan seterusnya di bulan juli. Aku khawatir sinopsis terakhir yang bisa aku buat adalah episode 12. Karena aku akan berangkat Kukerta ke Rupat rencananya tanggal 29 Juni, hari sabtu. Kayaknya di sana akses buat internetan kurang dan kemungkinan besar aku akan Hiatus dari blogger.
Jadi kalau itu terjadi, harap kalian semua memakluminya. Bukannya aku nggak mau, tapi tak bisa. Begitulah, hehehhehe.

Repost Clover Blossoms by Admin Hazuki Airin

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Itazura Na Kiss Love In Tokyo Season 2 - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -